Afiya Rasyida Amany. Seseorang yang sehat, pintar bijaksana, dan penuh harapan.
Cerita kelahiranmu sungguh diluar prediksi BMKG, Nak. Pagi itu umi diantar abi dan kakak-kakakmu ke kampus. Hari kamis, 14 Desember 2023. Umi memakai kostum ke kampus. Di tengah perjalanan umi merasa sakit kepala dan perut umi sakit (lagi). Oiya, dini harinya umi memang merasa sakit perut yang sangat nyeri sampai tidak bisa bangun dr tempat tidur. Namun, menjelang pagi rasa nyerinya berangsur reda dan hilang.
Beruntung abimu dokter, Nak, dia punya insting yang tinggi sekaligus concern ke kondisi kita. Abi langsung menuju klinik dan umi ditensi. Ternyata tensi umi tinggi 150. Abi langsung gercep ke IGD RS UNS. Ternyata umi didiagnosa impending eklamsi. Umi juga tidak tau itu apa, intinya kamu harus segera dilahirkan agar kita selamat.

Kamu tau, Nak, sebenarnya umi tidak mau lahiran di sana. Umi sudah merencanakan akan ke Kustati saja atau dr. Oen yang dekat rumah. Ternyata takdir berkata lain. Kata pepatah, gething nyanding, boleh jadi kita kurang menyukai atau menghindari sesuatu namun akhirnya kita terbantu, atau berhutang budi pada yang kita hindari itu. Kejadian seperti itu sering. Jadi hati-hatilah dengan hatimu ya.. Ikhlas dengan jalan yang Allah gariskan. Begitulah kiranya cerita umi dan RS UNS. Dihindari, namun ternyata disanalah kamu lahir, sama seperti almarhum kakakmu, mas Afnan. Umi seperti mengulang kejadian tiga tahun lalu. Alhamdulillah kita selamat, Nak. Mari berjuang bersama melewati hari-hari selanjutnya.
Jam 12.15 operasi dimulai, tepat 12.20 kamu diangkat dari dalam perut umi dan kamu menangis kencang… Umi bahagia sekali, Nak. Kamu langsung menangis seperti mbak Wafa dan mas Kamil dulu. Nak, kamu lahirnya BBLR, beratmu 2410gram karena kamu lahir diusia kandungan umi 37 minggu. Kalau menurut rencana kamu masih akan diperut umi satu atau dua minggu lagi. Tidak apa-apa ya, Nak. Tumbuh besarlah..

Oiya, berterima kasihlah pada dua kakakmu yang sudah sabar menunggu di dalam mobil di parkiran selama berjam-jam. Rencananya setelah mengantar umi, mereka akan jalan-jalan dengan abi. Ternyata, mereka malah terjebak kondisi emerjensi dan menunggu sampai ada yang datang menjemput.
Berterima kasih jugalah pada om dan tante residen teman abi yang sudah ikut heboh membantu ini dan itu.
Alhamdulillah begitulah ceritamu..






