Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

This too will pass

Apapun kondisi kita, entah berat atau ringan, senang atau sedih selalu ada masa berlakunya. Maka, seyogyanya bila kita bahagia maka tidak perlu terlalu bahagia dan sebaliknya.

Beberapa waktu lalu, saat kamil sakit, sering waktu tidurnya tidak nyenyak jadi sayapun hampir tidak punya waktu istirahat yang cukup.

Alhamdulillah, Allah memberi kemudahan melewatinya..

Saat ini, kondisi kamil sudah lebih baik. Tidurnya sudah kembali nyenyak. Sayapun punya waktu istirahat yang cukup serta melakukan hobi di luar menemani kamil bermain..

Advertisements
Leave a comment »

Bersambung…

Alhamdulillah beberapa hari ini kamil sehat segar bugar ceria dan semoga selalu begitu yaa.. Aamiin.. 🙂

Awal bulan lalu, kamil kami larikan ke rumah sakit karena diare dan muntah. Sebenarnya belum emergency banget, tapi saya dan suami sudah tidak tega melihat kamil menderita. Lebih tepatnya lagi kami tidak ingin mengulur waktu sehingha berefek ke BB kamil.

Malam itu pukul 11 kami bawa ke RS UNS. Alhamdulillah langsung ditangani. Ini adalah pengalaman pertama saya dan suami mengantar anak untuk dirawat di RS. Semoga pula jadi yang terakhir, aamiin.. Tidak perlu nginep2 di RS lagi, kecuali anak-anak jadi dokter (aamiin) jaga malam buat nolong orang sakit..

Setelah kamil sakit, kami belum membawa kamil ke dokter manapun. Kami masih menunggu hasil pemeriksan dokter patologi anatomi untuk memastikan diagnosa penyakit kamil.

Dugaan sementara adalah Histiositosis X. Apalagi ini? Ini adalah pertama kali saya mendengar nama penyakit itu. Sejenis penyakit langka yang menyerang 1:200.000 kelahiran. Sebabnya tidak diketahui dan pengobatannya sangat tergantung tingkat keparahan penyakitnya. Dari hasil googling, ada satu hal yang membuat saya agak lega dan berharap kalaupun benar kamil menderita penyakit itu, “pada beberapa kasus, penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya”.

Saat ini kamil sama sekali tidak terlihat sakit, kecuali benjolan di ujung alis kanan yang makin lama tampaknya makin besar. Dokter belum meminta untuk biopsi, menunggu dulu hasil pemeriksaan biopsi kelenjar yang kemarin.

Harapan kami, semoga kamil sehat dan tidak menderita penyakit apapun. Kalaupun benar kamil sakit, semoga Allah mudahkan kesembuhan baginya. Aamiin

Leave a comment »

Kamil Sakit Apa?

Entahlah.. Kamipun masih terus mencari.. Beberapa dokter sudah kami libatkan sejauh ini..

Dokter Spesialis Anak

dr. Annang

dr. Tantri

dr. Hari

dr. Ismiranti

Dokter Spesialis Radiologi

dr. Resta

Dokter Patologi Anatomi

dr. Novan

Hari ini kami melibatkan dokter patologi anatomi satu lagi sebagai second opinion.

Awalnya kamil didiagnosa tb kelenjar, waktu itu kami sudah lakukan pengobatan genap 11 hari, tapi kondisi kamil terus menurun.. Ternyata obat-obatannya selama ini meracuni hatinya, hepatotoxic. Lalu, kamil berhenti dulu dan kondisinya terus membaik, berat badannya mulai naik.

Kami berencana untuk memulai kembali menelusuri penyakit kamil dan bermaksud memulai kembali terapinya. Tapi, malah kondisi kamil menurun lagi. Saya jadi berpikir, mungkin kamil ini tidak sakit apa-apa dan tidak perlu pengobatan apapun. Juga tidak perlu fisioterapi..

Kenapa? Kondisi Kamil justru lebih baik waktu semua ide pemeriksaan dan terapi ini dimulai.

Lalu, kamil sakit apa? Hanya Allah yang tau, dan saya berharap bahwa kamil tidak sakit apa-apa.

Leave a comment »

Gendong

Kalau anak sakit itu pasti penginnya digendong terus. Ibunya capek, pasti ya.. 🙂

Alhamdulillah, saya berusaha menikmatinya.. Di tengah kondisi kamil yang masih naik turun, pundak dan boyok ini harus tetap kuat. Hari-hari dilalui dengan optimisme sekaligus kekhawatiran akan kondisi kamil. Menyuapi 4x sehari, mandi, ngajak main, dan menggendong. Sebuah proses yang saya sendiri tidak tau akan sampai kapan, yang jelas saya tau ini ada masanya dan suatu saat akan berakhir. This too shall pass 🙂

Yang bisa saya lakukan hanya memainkan peran, sedikit demi sedikit, sesuap demi sesuap, berharap menjadi tenaga dan otot untuk menguatkn tubuh kamil, sampai nanti dia mampu berjalan dan berlari, bercerita, dan sebagainya..

Lelah dan penatnya menjadi ibu suatu saat pasti akan berlalu.. Ketika anak-anak beranjak besar dan punya dunianya sendiri. Setidaknya, saya tidak melewatkan masa-masa dimana mereka hanya butuh saya. Butuh saya untuk memandikan, menyuapi, menggendong..

Nikmatilah lelah ini, karena dia hanya butuh dirimu, ibu..

Sehat kuat Kamilku sayang.. 🙂

Leave a comment »

Permata Hatiku

Kamil dan Wafa bukan hanya anugerah dari Allah untuk saya. Tawa canda mereka yang begitu lepas khas makhluk-makhluk tanpa dosa selalu menyadarkan saya betapa indahnya memiliki mereka berdua 🙂

Mereka adalah sebenar-benarnya ladang pahala bagi saya di dunia ini. Setiap apa yang saya lakukan pad dan untuk mereka akan jadi kebaikan bagi diri saya sendiri dan mereka tentunya..

Ketika saya mengajarkan kebaikan, maka seterusnya pahala akan mengalir bagi saya sampai kapanpn selagi mereka melakukan kebaikan tersebut..

Mereka juga adalah pahala setiap kali saya bersabar dengan polah tingkah mereka juga saat mereka rewel dan tidak seperti yang saya inginkan.

Maka, apalah yang lebih indah bagi saya saat ini selain menjalani peran sebaik-baiknya sebagai ibu bagi mereka. Berbahagia atas hal-hal indah yang mereka lakukan, mengajarkan mereka kebaikan-kebaikan setiap hari, juga bersabar dengan hal-hal tidak menyenangkan yang mereka lakukan.. 🙂

Alhamdulillah..

Leave a comment »

Albi

Di sini saya belajar banyak hal. Tentang jodoh, berbaik sangka, kerja keras, etos kerja yang tinggi, visi yang mulia, profesional, berikut menghadapi orang-orang dengan tipe berbeda.

1. Jodoh

Jadi ceritanya dulu sebelum kuliah S2 saya sudah mendafta untuk bekerja di yayasan ini, buat unit SMP juga. Tapi akhirnya saya tetep kerja disini bahkan setelah sy lulus S2. Itulah jodoh ya.. Gak akan kemana 🙂

2. Berbaik Sangka

Awal saya bekerja di sini saya merasa beberapa orang tidak menyukai saya baik dari cara memandang, bicara, maupun body languagenya. Saya terus mensugesti bahwa everything is okay, nothing’s wrong. Daaan.. Ya emang karakternya pada begitu sih ya 🙂 lama-lama juga sudah biasa dan menemukan pola interaksi yang paling baik.

3. Kerja keras

Berapa sih gaji guru? Ahaa… Well, yang tanya dan bilang begitu mungkin melihatnya guru-guru di daerah sana-sana. Di sini alhamdulillah gajinya cukup, apalagu kalau rajin. Yang saya salut, guru-guru di sini adalah tipe pekerja keras. Banyak yang punya usaha sampingan namun tidak meninggalkan tugasnya sebagai guru. Di unit saya ada juga kantin yang dikelola mandiri oleh sekolah, oleh karenanya guru-gurunya bisa makin kreatif dengan menjadi suppliernya. Berangkat pagi pulang petang bukan lagi hal yang aneh, semuanya mengalir dengan semangat. Ada yang suka nyinyir jugakah? Yaa ada dong, dimana-mana pasti ada dan biasanya tidak bertahan lama hehe

4. Etos kerja

Bekerja di yayasan ini benar-benar mengajarkan disiplin dan etos kerja yang tinggi. Makin kita rajin, makin tinggi penghasilan. Makanya kalo ada yang tanya beraa gaji di sini, akan sy jawab: sesuai amal perbuatan. Ketua yayasan di sini juga keren sekali, selalu bisa membuat pegawai2nya kepanasan dan akhirnya terus bergerak…ke arah yang lebih baik.

5. Visi yang mulia

Ya, yayasan ini punya program yg visinya mulia sekali, menciptakan agen-agen muslim dengan kompetensi global (kalo bahasa saya sih begitu). Dengan program ICPnya dan dengan kenekatan yang patut diacungi jempol, saya turut mendoakan semoga yayasan ini makin sukses dan berkembang.

6. Profesional

Kalau ini saya ingin merujuk pada sesosok wanita berinisial “AY” 🙂 Dia orangnya luruuuus sekali (kalau bahasa saya sih) dan selalu profesional menjalankan tugas sesuai dengan protapnya. Jempol.

7. Berinteraksi dengan banyak karakter

Ini pasti ya, kalau kita ada di lingkungan baru tentulah kita akan berinteraksi dengan orang-orang baru. Darinya saya belajar tarik ulur bagaimana bersikap yang baik, wajar, dan dapat diterima dengan baik.

Sekarang semua tinggal kenangan. Saya telah memilih untuk menemani putra kesayangan melewati masa-masa sulitnya sekarang 🙂

Kenangan yang terus hidup dan berkembang, ada atau tidaknya saya di sana. Bila masih jodoh, mungkin pun kelak saya akan kembali lagi haha..

Leave a comment »

Tumbuh

Kemarin waktu menghaditi halaqoh pekanan, seorang teman membawa serta anaknya. Sara namanya. Saya tanya, “Sara berapa tahun?”. ” Dua setengah tahun”, jawabnya.

Lalu, ingatan saya melintas ke belakang pada sosok gadis kecil yang Allah anugerahkan, Wafa namanya.

Dia adalah sosok gadis kecil yang mandiri, tidak mudah marah, ceria, dan membawa kebahagiaan bagi saya setiap harinya *terharu*

Dul, sewaktu saya mengandung Kamil, wafa baru 21 bulan dan dia dengan cepat memahami bahwa umi tidak bisa menyusuinya lagi karena sudah ada adik di perut.

Juga waktu Kamil lahir, Wafa tidak banyak merengek dan merepotkan. Yang ada malah saya yang terlalu over menaggapi naluri kekanak-kanakannya. Kalau ingat dulu, jadi malu sendiri.

Wafa adalah sosok yang selalu ingin saya peluk cium. Kami selalu bercerita bersama, tentang hari2nya di sekolah (wafa sudah sekolah sejak 15 bulan), tentang tahfidnya, tentang apapun. Dia sangat baik. Hanya saja, saya yang seringkali salah menanggapi maksud2 kebaikannya. Maafkan yaa sayang..

Kini, saat adiknya diberi takdir sakit oleh Allah, wafa tetap tidak banyak rewel. Dia hanya meminta ditemani tidur, cerita berry dan leon, dan disuapi.. Untuk main, dia sudah terbiasa membuat permainan untuk dirinya sendiri.

Saya kehabisan kata-kata untuknya, mungkin inilah yang dimaksud qurrota ayun itu..

Alhamdulillah yaa Allah..

Leave a comment »

Bukan Rejekimu

Nak, maafkan umimu yang masih saja terus belajar untuk menerima, apa-apa yang memang ditakdirkan untuk kita.

Sakitmu, adalah takdir kita. Siapa yang akan menjalani? Kita, tentu saja kamu tak akan pernah sendiri melewati ini semua, insyaAllah 🙂

Menjagamu yang memerlukan perhatian ekstra adalah takdir yang Allah pilihkan untuk umi, siapa yang harus menjalani? Tentu saja umi sendiri.

Lalu, kenapa Allah memberi kita takdir ini? Umi tidak tau, bukan urusan kita bertanya tentang itu.. Urusan kita adalah untuk menjalaninya, itu saja. Kamu tau, nak, dalam setiap ujian itu Allah sertakan kebaikan bersamanya. Dan, dalam ujian itu Allah siapkan derajat yang lebih baik bila kita lulus. Apalagi? Bila kita sabar, maka ujian ini akan menggugurkan dosa-dosa.

Adakah yang masih membuat kita berat menjalani ujian ini? Ada. Apa? Hati. Maksudnya?

Nak, bila hati kita luas, maka ujian apapun akan tampak kecil. Jadi, umi perlu memperluas hati untuk menjalani hari-hari penuh makna bersamamu.

Besok, jangan muntahkan lagi makananmu ya.. Umi sedih tak terkira.. Walau umi tau, kamupun tidak ingin memuntahkannya lagi.. Yasudah, besok seberapapun yang masuk maka itulah rejeki yang Allah siapkan untukmu.

Yang kuat ya anakku 🙂

Yang sabar ya diriku 🙂

Leave a comment »

(Totally) Resign

Seringkali, ketika saya tidak mantap mengambil suatu keputusan pasti lantas Allah memilihkan keputusan untuk saya. Seperti halnya soal pekerjaan.

Beberapa waktu lalu, sy memutuskan untuk cuti di luar tanggungan dari yayasan untuk merawat kamil di rumah. Kenapa? Karena kamil butuh lebih banyak perhatian dan sentuhan langsung dari uminya..

Ada rasa sungkan sebenarny, ketika yg lain cuti di luar tanggungan untuk ikut suami kuliah, mengerjalan skripsi, saya cuti “hanya” untuk momong. Tapi bagi saya, momong itu hal besar, bukan sebatas “hanya”. Ini adalah sebuah pekerjaan tak kenal waktu yang efeknya kita rasakan di dunia maupun di akhirat.

Bulan demi bulan berlalu, sayapun harus bersiap untuk kembali bekerja mengabdikan ilmu untuk ummat. Tapi, tumbuh kembang kamil belum sesuau harapan kami. Di usianya yang 10 bulan ini dia didiagnosa tb kelenjar oleh dokter. Ya, penyakit tertua di dunia itu, yang sudah makin canggih berevolusi menyerang kamil. Dapat dari mana? Entahlah.. Lalu? Lalu kamil harus menjalani terapi pengobatan sampai 9 bulan lamanya. Apakah lantas saya sempat terpikir untuk kembali bekerja? Tidak. Apalah yang lebih membahagiakan seorang ibu daripada mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anaknya secara langsung, terlebih ketika tubuh mungil dan lemah itu berjuang melawan kuman jahat yang bersarang di tubuhnya..

Kini, hari-hariku tak lagi memikirkan adanya ikatan kerja dengan yayasan yang telah mengajariku banyak hal.. Hari-hariku akan dipenuhi kebahagiaan untuk Kamil, Wafa, dan abinya.. Dari keluarga, tumbuh bersama.

Apakah saya masih ingin bekerja? Tentu. Saya punya ilmu dan kemampuan untuk berbuat bagi umat, tapi semoga Allah memudahkan untuk melakukannya dari rumah.. 🙂

Leave a comment »

Sabar itu berat, makanya latihan!

Melihatmu tertidur, nak, menghadirkan hari yang telah kita lalui. Betapa umi telah mengambil hakmu utk berbahagia sepenuhnya. Ya, karena tugas balita itu hanya utk berbahagia.

Maafkan aku, nak, yang kurang sabar menemanimu. Yang tak selalu mengerti maksud kemauanmu. Yang sering terbawa emosi ketika semua tak sesuai yang umi ingini. Umi harus berlatih sabar lagi dan lagi. Semoga tak meninggalkan luka di hatimu ya, nak.

Besok, kita mulai lembaran baru ya, nak. Dengan lbh banyak senyum, nyanyian, dan langkah-langkah kecilmu. Hari keempat dari 270 yang akan kita lalui bersama. Malam ini, umi dekap tubuhmu ya nak, untuk menghilangkan aura negatif kemarahan yang kadang mencuat.

Sebagai manusia dewasa mungkin umimu ini terlalu banyak memikirkan sesuatu yang justru tidak membuat kita lebih baik. Esok, nak, umi ingin hanya memikirkan yang terbaik untukmu.

Nak, semua yang kami lakukan untukmu sekarang adalah untuk kebaikanmu di masa depan.. Kita redakan tangisan meraung-raungmu siang dan malam dengan dekapan mesra.. Kita bisa melewati 270 hari bersama. Melihatmu tumbuh dengan ceria dan gagah..

Kuat ya sholihku.. I love you.

Leave a comment »