Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Assalamualaikum Ibu…

Sebuah kata yang diucapkan bocal kecil 12 tahun disebuah dundukan tanah yang masih merah
Dirapikannya butir-bitur tanah yang berserakan, assalamualaikum Ibu…
Dua hari yang lalu dia melihat ibunya menahan sakit sambil terus memanjatkan dzikir
Kini dia tak lagi melihat ibunya menahan sakit lagi bahkan tak bisa lagi melihat wajah ibunya yang teduh
Bocah itu tidak menangis, entah karena dia sudah pahami hakikat hidup ini ataukah dia sudah tak sanggup lagi menangis
Adiknya masih kecil dan tak tahu apa-apa, dia melihatnya dengan sayup…dia diamanahi seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan ibu yang sungguh dicintainya
Pada suatu jumat diakhir ramadhan, malam ganjil lepas sholat jumat
Sebuah waktu yang baik untuk kembali ke haribaanNya
Adikku yang tak lagi bisa mencium tangan ibumu setiap pagi
Sungguh, kini kau harus menjadi anak yang berbakti yang pahalanya terus mengalir baginya
Wanita yang kuat, yang menyayangimu dengan hari dan jiwanya
Yang bertaruh keringat dan air mata untuk hidupmu
Yang menyembunyikan lelah dan kesakitan demi melihatmu tertawa
Dia yang bangun lebih pagi, mendekat pada Allah dan memanjatkan doa untukmu…

Leave a comment »

Saya Bukan Mahasiswa Beprestasi, saya Aktivis Berprestasi, hehe…

Lagi-lagi saya gagal dalam mewujudkan salah satu mimpi saya menjadi mawapres, sebuah mimpi yang tentunya diinginkan oleh semua mahasiswa yang tahu dan mau berprestasi. Sebuah prestasi puncak yang diinginkan oleh jiwa-jiwa perindu prestasi dan saya termasuk di dalamnya. Sudah saya persiapkan semua, saya siap tempur menatap seleksi tingkat prodi melawan siti fathonah dan erny ratnawati. Sayang Allah sungguh ingin saya menjadi orang yang kuat. Sebuah kecelakaan tunggal menipa saya beberapa hari menjelang pengumpulan berkas. Saya terkapar selama 3 hari. Waktu itu semangat saya untuk menyerah sangat kuat. Sudahlah, mungkin memang bukan takdir saya untuk menjadi mawapres. Saya lupakan seleksi itu dan fokus beristirahat.namun, hati kecil saya menolak, saya harus berjuang meski harus berjuang keras melawan sakit dan rasa ingin menyerah.
Saya paksa diri saya untuk berangkat ke Solo. Dengan diantar bapak saya (karena kaki saya luka parah jadi saya tidak bisa menegndarai motor) saya sampai di kampus. Di sana telah siap sahabat saya Reni yang akan menjadi tukang ojek saya hari itu. Pokoknya semua harus selesai. Alhamdulillah semua berkas saya sudah lengkap dan saya bisa mengumpulkannya terpat waktu. Ternyata calon yang lain belum terlihat. Siti masih mengerjakan berkas berkasnya (seperti biasa dia sukanya mepet-mepet deadline bahkan nekat telat demi pekerjaan terbaik). Sementara itu kabar mengejutkan datang dari Erny. Dia harus gagal mengikuti seleksi karena karya tulisnya hilang dimakan virus, untuk membuat lagi sungguh tidak mungkin disaat deadline. Akhirnya Erny mundur teratur. Dia memahami mungkin memang belum rejekinya untuk menjadi mawapres dan dia mengikhlaskannya. Dia justru mendukung saya dan sifa untuk bersaing. Mengetahui bahwa saingan saya hanya sifa, saya langsung pesimis. Sudahlah, pasti dia yang akan Dipilih. Saya sudah menyipakan hati saya untuk menerima kekalahan, tapi saya sangat bersyukur masih bisa berusaha dan memperjuangkan mimpi saya meski harus kalah. Sebuah nikmat yang belum tentu dimiliki semua orang.
Keputusan pun diambil, Sifa yang akan mewakili prodi kami ke tingkat jurusan. Ironis sekali nasib saya harus kalah ditingkat paling bawah. Jalan Sifa ke tingkat fakultas saya yakin akan sangat mulus karena tidak ada saingan yang bagus dari prodi ataupun jurusan lain (kecuali saya, hehe, peace!). Akhirnya saya hanya akan mendapat gelar sebagai Temannya Mahasiswa Berprestasi,hehe. Saya memang tidak berhasil menjadi mahasiswa berprestasi, namun dari situ saya bisa mengambil hikmah. Mahasiswa berprestasi bukanlah perkara gelar, namun perkara kontribusi. Tidak apa-apa saya tidak mempunyai gelar asalkan saya tidak kehilangan semangat untuk berkontribusi. Karena niat awal saya memang bukan untuk mendapat gelar. Saya menginikan yang lebih dari gelar, sebuah karya nyata, kontribusi bagi diri sendiri dan seluas-luasnya orang lain. Saya menjiwai peran saya sebagai aktivis di kampus besar bernama Universitas Sebelas Maret. Saya akan lebih bangga menjadi seorang aktivis berprestasi yang memberikan kontribusi dan karya nyata.

3 Comments »

Anak-anak kecil keras kepala

Aku tak lagi sepandai dulu mengatur orang
Aku tak lagi seberani dulu bicara dengan nada tinggi
Aku tak lagi sesempurna dulu dalam menginginkan sesuatu
Tapi aku masih seperti dulu untuk bisa berdebat denganmu
Sungguhpun kita sudah sama dewasa
Dan belajar hidup ditempat dan suasana berbeda
Kau belum saja berubah untuk menuntutku begini dan begitu
Aku pun belum berubah
Selalu ada tenaga untuk menentangmu
Begitupun aku masih punya jurus jitu untuk membuatmu luluh
Hingga kini hanya aku yang bisa
Kita hanyalah anak-anak kecil keras kepala
Merasa benar dan paling pantas dipatuhi
Kapan kita akan berubah???

Leave a comment »

Menjadi sholikhah
Bukan karena ingin dipanggil wanita sholikah
Apalah artinya panggilan di hadapan manusia dibanding rupa hati ini di hadapan Allah
Menjadi sholikah
Bukan karena ingin mendapat ikhwan yang sholeh
Apalah artinya suami yang sholeh namun diri ini menduakan ridho Allah hanya untuk sebuah makhluk lemah
Menjadi sholikhah bukan karena ingin tampak anggun
Cukuplah keanggunan hati kala menghadap Allah ditiap salat
Menjadi sholikah bukan karena ingin tampak sempurna
Kesempurnaan dihadapan manusia hanyalah sebuah kepura-puraan
Menjadi sholikhah, bukan karena ingin jadi sebaik-baik perhiasan dunia
Hanya karena Allah, karena cinta padaNya akan didapatlah semua

Leave a comment »

Terima Kasih :)

Saudaraku yang bening hatinya. Ingin aku ungkapkan sejuta bahagia dan terima kasihku untukmu. Untuk wajah-wajah ceria yang menyenandungkan keakraban dan persahabatan. Senyum yang tak pernah lepas dari wajahmu membuat aku nyaman bersamamu. Terima kasih untuk nasehat-nasehat yang menyemangati tuk terus memperbaiki diri. Meski kadang hatiku sedikit tersakiti, aku terima karena memang seharusnya begitu. Saudaraku terimakasih kau tak pernah marah dengan semua kelakuanku yang pasti masih sangat buruk dari kacamata orang soleh seperti dirimu. Memang beginilah aku adanya. Aku tak perlu menjadi sosok-sosok yang sempurna seperti idaman banyak orang, yang terpenting bagiku aku melakukan sesuatu yang benar dan baik. Terima kasih untuk pengingatan-pengingatan yang mengembalikan aku ke jalan yang benar.
Saudaraku, semoga Allah mengasihimu dengan cintaNya, memberikan kecukupan untukmu. Terimakasih untuk keikhlasanmu atas semua khilafku. Aku tau kau berat melakukannya. Tapi lakukanlah… aku hanya bisa meminta maaf saat ini dan mendoakan yang terbaik untukmu semoga hatimu tak lantas terkotori oleh sikapku yang menyakitkan. Entah apa yang sedang kau pikirkan tentang aku, aku tetap berterima kasih dengan semua pikiran-pikiranmu. Semoga aku lebih baik…

Leave a comment »

Menjadi Pribadi yang Bermanfaat

Apa yang ada dibenakmu ketika ada seseorang yang meminta tolong? Alhamdulillah Allah sedang melapangkan jalan kita untuk menimba kebaikan dengan menolong orang lain. Selagi ada yang meminta tolong mengindikasikan bahwa kita masih bisa bermanfaat buat orang lain. Berilah apa yang kamu bisa berikan untuk saudaramu, walau hanya wajah ceria dan sapaan hangat… lalu, ketika kamu butuh bantuan akankah kamu menuntut saudaramu untuk membantu? Seperti yang telah kamu berikan untuknya… wahai jiwa yang mulia, jangan mengharapkannya dari saudaramu terlalu berlebih, berharaplah padaNya…
Wahai jiwa yang mulia, bila saudaramu tak bisa membantumu akankah jiwamu terkotori dengan sejuta buruk sangka? Jangan terlalu berani, seberapa jauh kamu mengenal saudaramu? Jangan terlalu cepat menarik kesimpulan saudaraku, apakah kamu benar-benar tau kesulitan dan situasi apa yang sedang dihadapi oleh saudaramu saat ini? Jangan terlalu cepat wahai jiwa yang mulia…
Apakah kau menyesal dengan semua yang kamu berikan untuknya? Jangan. Semuanya tidak hilang. Bersikaplah lebih tenang… wahai jiwa yang mulia, hadapilah kesulitanmu semampumu, usah kamu harapkan bantuan orang terlalu banyak… jangan mengeluh dengan keadaan dan kesulitan yang tengah kamu hadapi, bila saja kamu mau sedikit bergerak, maka jalan keluar itu terlalu banyak…
Bisa jadi saudaramu memang tak terlalu tau keadaanmu, tapi apakah kau juga bisa menduga-duga keadaannya sekarang? Atau bisa jadi saudaramu saat ini sedang sengaja meninggalkanmu, apakah kau juga akan meninggalkannya? Kembalilah pada jiwamu yang mulia, apakah gerangan yang membuatnya menjauh.

Leave a comment »

Seseorang Bernama…???

Hidup adalah sebuah misteri. Hari ini bertemu siapa, mendapatkan hikmah apa, adalah sesuatu yang tak bisa diduga. Juga saat aku bertemu dia jaunh bertahun-tahun yang lalu. Tak ada yang istimewa. Sesosok manusia yang sama dengan yang lainnya, sebelum aku mengerti sebesar apa semangatnya tuk di jalan ini, yang sekarang aku tempuh. Dia memberiku makna dan semangat tuk bersungguh-sungguh. Aku teringat ketika dia menunda kegiatan penting haya agar aku bisa ikut di dalamnya, agar aku mengerti dan bertambah paham dengan apa yang kuyakini. Kecewa,,,itu yang ku berikan untuknya dan saudara-saudaraku yang lain.
He had tried to make me understand that he knew my position and I had tried to do so but I can’t. Saat dai berusaha memahamkan aku. Aku melewatkan hari-hari penuh makna itu dan tak memaknai pengorbanannya dan saudara-saudaraku lainnya.
Hanya itu, sekelumit kisah yang aku ingat tapi begitu membekas. Semangatnya yang berkobar turut membakar semangatku. Kata-katanya yang sedikit tapi membawa pengaruh besar. Pribadinya yang banyak berpikir membuat tenang jiwanya. Banyak pelajaran yang aku dapatkan darinya.
Sayang, aku belum sempat ucapkan terimkasih untuknya. Karena setelah itu aku tak pernah lagi bertemu dengannya kecuali dalam sebuah majelis yang begitu khusyuk. Sampai sekarang aku takkan pernah menemuinya lagi. Karena Allah lebih menyayanginya. Penyesalan itu hadir, karena aku melewatkan tujuh puluh ribu malaikat yang ada didekatnya selama berbulan-bulan, aku melewatkan penghormatan terakhir untukknya dan sampai sekarang pun aku belum sempat menjenguk rumah abadinya. Hanya terimakasih dan doaku yang dapat aku berikan, semoga Allah melapangkan kuburnya dan mengasihinya. Semoga Allah mempertemukan kami di surgaNya, dan aku ingin menyampaikan terima kasihku padanya.

Leave a comment »

Aku ingin melihat dunia

Aku pun ingin seperti dia. Aku ingin malihat dunia luar. Entah itu begitu keras atau sangat ramah. Aku ingin melihat semuanya. Meski berjalan jauh aku tak takut lelah, meski ada sejuta ragu tapi keyakinanku kan mengalahkan semua.
Aku ingin memasuki rumahnya, bersujud tepat di depan baitullah yang suci. Aku ingin mencium hajar aswad yang mulia. Aku ingin ke universitas tertua di Eropa, Oxford University, universitas tertua di Australia, Sidney University, universitas tertua di Amerika, North Carolina University, aku ingin menjelajah Eropa, Amerika, menjamah pedalaman afrika yang sunyi.
Berkeliling London, berfoto di London Bridge, di jam dinding raksasa di pusat kota London, memasuki Buckingham Palace dan menikmati bangunan-bangunan tua si sepanjang jalan kota London. Memasuki Roma, menara pissa, colloseum, sungai-sungai yang indah. Belanda, Jerman, Spanyol…..menaiki menara Eiffel.
Aku ingin memasuki Harvard, Columbia University, Yale University, universitas-universitas terbaik di seluruh dunia.
Aku ingin menyeberang ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Papua, Maluku, menjelajah menikmati indahnya dunia.
Aku ingin melihat gunung Fujiyama yang indah tepat di depan mataku, menyaksikan bunga sakura yang berkembang, musim gugur, musim panas, musim dingin, musim semi.
Aku ingin bertemu orang-orang dari seluruh dunia, yang berkulit hitam pekat sampai albino, berbicara dengan bahasa-bahasa mereka, mengerti budaya mereka…
Aku sedang bermimpi, tapi aku sedang mewujudkannya, dan kupasang bukti-buktinya, kutunjukkan pada semua orang, bahwa aku bisa….Banyak orang yang mempunyai mimpi yang sama dan mereka tengah berusaha pula…aku bagian dari mereka. Ketika mereka bisa mewujudkannya, maka aku ada diantara mereka.

Leave a comment »

Friend Forever…

Tentang sekumpulan anak manusia yang menggapai cita bersama dalam ikatan sebuah nama. Di dalamnya kami saling menguatkan, menghibur ketika sedih, berbahagia saat rasa syukur itu datang. Kami tidak dibesarkan dalam foya-foya dan indahnya masa muda. Kami mempunyai keindahan tersendiri. Kebahagiaan kami adalah hari-hari yang melelahkan, terjaga di tengah malam gelap dingin menggambar mimpi-mimpi kami diantara bintang-bintang, turun dan mendaki mencapai tujuan, saling menuntun dalam kepercayaan. Kami dibesarkan dalam kesetiakawanan dan semangat kebersamaan. Susah dan senang kami bersama-sama, sakit kami tanggung bersama, bahagiapun kami syukuri bersama. Dan kebahagiaan itu hadir, dalam kaki-kaki yang makin kuat berpijak, dalam lantunan lagu rindu yang masih terngiang meski tlah bertahun terlewati. Lelah itu pupus dalam riangnya tawa kami. Tangis yang sering hadir ibarat sungai yang menyatukan jiwa-jiwa kami yang terpisah.
Kami dibesarkan bersama-sama dalam semangat membangun jiwa-jiwa yang tangguh. Waktu kami adalah produktivitas. Pernah kami jatuh, tapi kami tetap bangkit bersama-sama.
Pernah rasa curiga dan iri hati itu muncul meracuni jiwa-jiwa kami. Membuat kami tak bisa tidup memikirkan strategi persaingan esok hari. Sebelum kami sadar bahwa itu semua mencederai persahabatn ini. Kami adalah satu dan harus maju bersama-sama. Apalah gunanya berhasik dan disanjung tapi sahabat kita terinjak-injak harga dirinya. Lalu kami semua kembali ke barisan yang kokoh.
Waktu adalah sebuah keniscayaan. Raga-raga kami harus terpisah karena mimpi-mimpi yang kami gambar di langit ketika itu tidaklah sama. Kami memilih jalan sendiri-sendiri. Melepaskan genggaman tangan yang telah erat oleh waktu, tapi tidak ikatan-ikatan dalam hati kami. Satu janji itu terucap, dimanapun kami berada, lagu rindu itu akan selalu mengingatkan kami tuk mengingat persahabatan ini. Tak ada yang boleh hilang atau terlalu menjauh.
Persabahatan ini bukan hanya cerita yang akan kudongengkan untuk anak cucuku kelak. Di dalamnya ku benar-benar merasakan ikatan itu. Sampai usiaku manua aku akan tetap memaknai persahabatan ini. Tempat dimana aku menemukan kalian, orang-orang yang mewarnai hidupku dengan sejuta warna.

Leave a comment »

My First Research, ternyata riset itu mudah!!!

BUKU PANDUAN BERPRESTASI “A GUIDE TO SUCCESS” SEBAGAI SUPLEMEN MOTIVASI BERPRESTASI ATLET MUDA CABANG SEPAKBOLA

ABSTRAK

Sepakbola merupakan olahraga yang paling digemari di Indonesia. Selain itu, sepakbola juga menjadi lambang persatuan bangsa. Indonesia mempunyai tim nasional sepakbola yang cukup tangguh di Asia Tenggara. Menjadi pemain yang hebat dan bisa bermain di tim nasional merupakan impian setiap anak bangsa. maka dari itu pembinaan atlet usia dini sangat digalakkan. Berbagai sarana dan prasarana dipenuhi untuk menunjang pembentukan atlet yang berkualitas. Namun, ada satu hal yang kurang mendapat perhatian, yakni motivasi berprestasi para atlet muda atau usia dini yang kurang optimal.
Penelitian ini mencoba memberikan gambaran motivasi berprestasi atlet muda cabang sepakbola. Penelitian ini juga mendeskripsikan suplemen seperti apa yang dapat diberikan kepada para atlet muda agar motivasinya tetap terjaga. Hasil dari penelitian ini dan ide yang muncul akan dapat memberikan manfaat bagi para atlet muda, sekolah sepakbola, dan pemerintah dalam rangka pembinaan atler sepakbola usia dini.
Penulisan karya tulis ini menggunakan metode penulisan analisis deskriptif-kualitatif, yaitu data yang diperoleh kemudian disusun, sehingga mempermudah pembahasan masalah-masalah yang ada. Data diperoleh dari hasil pengamatan atau observasi lapangan, wawancara, dan kuosioner.
Hasil penelitian menunjukkan kondisi motivasi berprestasi atlet sebagai berikut: 1) siswa sudah mempunyai standar capaian prestasi yaitu cita-cita yang ingin mereka raih; (2) sebagian besar siswa yakin dapat meraih prestasi namun belum dapat mempunyai gambaran karir untuk meraih prestasinya; (3) semakin tinggi prestasi yang ingin dicapai siswa merasa tidak yakin;(4) siswa mempunyai pemain idola sebagai acuan namun tidak mempunyai cukup informasi mengenai perjalanan karir pemain tersebut sebagai panduan;(5) pembinaan terhadap motivasi berprestasi oleh SSB masih sangat kurang.
Berdasarkan hasil pengamatan, suplemen yang dibutuhkan meliputi: penguatan keyakinan dan motivasi, pandangan karir, dan motivasi untuk bangkit dari kekalahan. Pengaruh buku “A Guide to Success” bersifat suplemen dari luar yang tertuju pada pemantapan keyakinan berprestasi para atlet muda sehingga pengaruhnya dapat menjadi motivasi intrinsik.

Kata Kunci: suplemen, motivasi berprestasi, atlet muda

Leave a comment »