Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Namanya juga rejeki…

Antara bahagia dan ada rasa sedikit tidak adil, tapi inilah namanya rejeki yang pasti adil dari yang maha adil… Allah Subhanawata’ala

Dulu, ketika tugas-tugas menumpuk di akhir semester, deadline makin dekat dan saya sangat tertekan dengan tuntutan deadline. Waktu itu rasanya otak buntu dan gak tau mau nulis apa. Dengan semangat 45 dan modal pasrah saya terus menerus menguras otak, membuka-buka halaman-halaman buku sampai lusuh tapi tetap saja tidak ketemu idenya… 😦

Akhirnya, 1,5 jam sebelum deadline muncullah kata pertama dan alhamdulillah kata itu diikuti oleh kata-kata yang lain, dan pas jam deadline saya selesai. Buru-buru saya antar ke ketua kelas yang sudah menunggu…

Waktu pun berlalu, seorang teman bercerita seperti ini setelah H+2:
“Aku baru ngumpulin kemaren, haha… aku langsung ngumpulin ke Bapaknya, dan diterima kog…”
dengan mudahnya dia mengatakan itu! Waktu itu ada rasa tidak adil yang berkecamuk dalam diri saya. TIDAK ADIL. Memang kedekatan dengan dosen cukup membantu, tapi bagaimanapun profesionalitas baik dosen maupun mahasiswa harus diutamakan…

**mungkin juga ini lahir karena saya merasa tidak adil,,,atau karena saya tidak dekat dengan dosen jadi tidak bisa memanfaatkan kesempatan. kira-kira mana yang benar. Tapi itulah yang saya namakan sebagai rejeki. Rejeki saya adalah mengerjakan tugas tepat waktu dengan merasakan penatnya dibawah tekanan. Sementara teman saya yang lain mendapatkan rejeki karena sudah menjalin kedekatan dengan dosen sehingga urusan tugas bisa diatur dengan waktu yang lebih lama dan lebih optimal.

Jadi, ya sudahlah…setiap orang mempunyai rejekinya masing-masing dengan hikmahnya masing-masing yang jelas sebanding dengan apa yang dilakukan atau diusahakan. Mengertilah dan terimalah apa-apa yang sudah terjadi, dan yakini…

Allah tidak pernah tidur…
Dia melihat setiap usaha hambaNya
melihat apa-apa yang tidak dilihat atau dipedulikan orang lain
Setiap kebaikan akan berbalas
setiap keringat akan menjadi saksi kebaikan
dan tulisan-tulisan yang terlahir akan berbicara

Merasa tidak adil??
Pikirkan lagi… 🙂

Advertisements
Leave a comment »

Spagetti Setengah Mateng


Ini cuma tulisan agak ngasal, bingung mau nulis apa tapi pengen nulis…
Jadi, menjelang liburan akhir semester ini saya dan adik2 AAI 2010 punya project, masak-masak *hal yang selalu saya tolak dikelompok yang lain, tapi kali ini saya luluh 🙂

“enaknya buat apa ya?” kalau saya yang jelas jangan ribet, muncul ide buat mie instant aja, ntar dikasih daging, sayuran de el el lumayan simpel tapi masak cuma mie instant???

Lalu sekelebat muncullah makanan serupa mie, yang lebih internasional, ya Spagetti 😀 seperti yang saya ajarkan ketika PPL kemarin untuk teks procedure “How To Make Spagetti Bolognese”

Pengalaman pertama bikin spagetti sendiri, belanja pasta saya kira udah ada sausnya juga ternyata….. cuma pastanya doang! sausnya? harganya dua kali lipat pastanya…. wow, tapi untuk adik2 saya apa sih yang gak?! 😉

Memasakpun dimulai, sambil bercerita dan bercanda kami memasak pasta….ternyata lumayan lama nunggu pasta sampe mateng sampai akhirnya….. lho, lho, lho……GASNYA HABIS! padahal pastanya belum mateng… 😦

“trus saosnya gimana mbak?”
“yaudah langsung dimakan aja, di kemasannya bilang kalau bisa langsung dimakan kog, bismillah ya….”
😀

makan spagetti setengah mateng?! tau apa yang adik saya lakukan?
main tebak-tebakan dan yang kalah harus makan spagetti yang sausnya penuuuuuuuuuhhh banget….. 😀 *keterpaksaan yang indah, karena saya melihat keceriaan mereka, walo dengan spagetti setengah mateng… apapun yang ada asalkan bersama-sama rasanya tetap menyenangkan 🙂

Alkisah di akhir pertemuan ini, terucap doa semoga liburan semester ini bermanfaat dan terisi hal-hal baik yang meningkatkan kualitas diri. juga semoga nilai semester ini memuaskan….

Sampai jumpa di AAI semester depan !

Leave a comment »

Untuk Ibuku Tercinta…

Ibuku bukanlah manusia sempurna yang tanpa cacat. Ibuku sering salah, khilaf, dna lupa
Ibuku bukan juga orang yang selalu mampu berbuat baik, ia pun kadang berbohong dan menyembunyikan sesuatu
Ibuku bukan mahapemberi yang menuruti semuanya, bahkan ia lahir dalam keterbatasan dan hidup dalam kesederhanaan
Ibuku bukan wanita super yang bisa segalanya, ia pun lelah dan jatuh sakit kapan saja
Ibuku bukan wanita yang sangat lembut dan sabar, Ibuku pun pernah marah dan membentak…
Ibuku bukan orang penting yang melayani banyak masyarakat, dia lebih banyak dirumah dan membantu sekenanya…
TAPI…
Dialah ibuku nomor 1
Dialah yang selalu terbangun lebih dulu dan memanjatkan doa cintanya untukku jauh ketika aku masih terlelap dalam mimpi. Ibuku telah berpikri bahkan bekerja untuk mewujudkannya
Dialah yang selalu merindukan kepulanganku tiap akhir pekan dengan binar muka yang cerah seakan berkata, “Anak kebanggaanku telah pulang. Kabar baik apa yang kau bawa hari ini nak?”
Juga menelepon bila aku tak pulang, sekedar memastikan anakku sehat, baik, dan sedang menjalankan amanah dengan baik.
Dialah yang selalu repot menyiapkan makanan enak setiap aku dirumah, membiarkan aku tidur sepanjang hari tanpa membangunkanku untuk membalas hari-hari beratku di rantau
Saat aku sakit, dialah yang lebih merasakan sakit…
Dia juga yang selalu rela makan di akhir demi aku merasakan kenyang lebih dulu
Kalau dirumah ada makanan enak, dia selalu memikirkan aku, “apakah yang kiranya anakku makan disana?”
Dia tidak pernah mengeluh dengan anaknya yang malas dan selalu gagal, yang jarang memberikan kebanggaan, bahkan kau mendapatinya kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak mampu membuat anaknya sukses
Dia yang rela berpeluh dan sakit demi aku bisa sekolah dan meraih kehidupan terbaik,,,
Maka,
Kelak akan kuwujudkan hari itu, saat dengan bangga aku memperkenalkan siapa ibuku dan bagaimana dia telah mendidikku…
Juga hari itu, saat aku mengabarkan bagaimana dunia menyambutku, dan aku tahu disana ibu tengah tersenyum mendengarnya…
Tiba-tiba aku ingin pulang, membantu ibuku sekedar mencuci baju, mencuci piring, atau menyapu dan mengepel juga memijit pundaknya yang kini rapuh dan gampang lelah
Siapakah yang membantunya setiap hari? Siapakah yang memijit tubuhnya yang lelah? Siapakah yang menemaninya bekerja hingga larut?
Allah, jagalah ibuku saat aku tak mampu menjaganya…dekaplah dia dengan kasih sayangMu
Dan jadikanlah aku anak yang berbakti dan memuliakanNya, amin…

Leave a comment »

Kembali

Tiba-tiba aku menjadi demikian takut, lemah dan jauh
Aku merasa sangat rindu padaNya,
Merindukan malam-malam ketika aku menggigil karena basuhan wudhu di muka, tangan dan kakiku…
Aku kehilangan saat-saat indahku mengadu padaNya akan kelemahanku
Melewatkan waktu malamNya yang penuh hikmah dan ampunan
Aku terlelap oleh tubuh yang lelah dan malas
Aku tenggelam dengan rutinitas yang memuakkan, demikian hingga hanya menyisihkan sedikit waktu untuk menemuiNya,
Tilawahku tak lagi sebanyak dulu, sholatku tak lagi selama dan senyaman dulu, kini semuanya terburu-buru dan terbatas waktu, aktivitas lain sudah menunggu…
Sungguh bodohnya aku menyarangkan setan-setan dalam hati dan pikiranku,
Bahwa waktuku teramat berharga untuk sekedar berdiri dan berdoa,
Sungguh salah, aku memanfaatkan sisa waktu untuk bersyukur dan menghamba
Aku takut, demikian takut hingga rasanya ingin aku melahap alqur’an selama yang aku bisa, rasanya ingin melanjutkan sholat sampai aku tak mampu lagi bangun dari sujudku…
Lalu, aku sadar, Allah tengah mengujiku dengan rutinitas yang penting,
Akankah aku masih menomorsatukan Dia?
Akankah tanganku masih membuka lembar-lembar mushaf sebelum memulai aktivitasku?
Akankah aku masih kuat menahan dingin disepertiga malam dalam tubuh dan pikiran yang lelah?
Allah sedang mengujiku sekaligus memanggilku untuk kembali…
Kembali menjadi hamba yang telah menggadikan diri, harta, dan jiwanya untukNya semata
Dia tidak rela aku menjauh dan pergi, hingga dia menimbulkan kegelisahan dan ketakutan ini,
Agar aku kembali mendekat dan bermanja denganNya…
Kewajiban kita tidak akan berkurang bahkan jauh lebih banyak dari waktu yang kita punya,
Kita adalah raja dari tubuh, waktu, tenaga, dan pikiran masing-masing,
Dari sumber dari segala kekuatan memimpin dan yang kita pimpin itulah yang utama
Dahulukan Dia sebelum yang lain,
Jangan menyuruh Dia menunggu…
Dia…
Yang masih memberi udara dan denyut nadi walau kita pasti lupa mensyukurinya
Yang masih memaafkan kita dengan segala dosa
Yang masih merahmati kita meski kita selalu berbuat aniaya
Yang tidak pernah dhalim meski tiap waktu kita menyakitinya dan membuatNya menunggu…
Tiba-tiba aku rindu untuk kembali,
Setelah lelah berkelana ke kehidupan lain yang jauh dari kenyamanan dan pengingatan padaNya
Terjunlah, dan mengalirlah
Tapi jangan hanyut apalagi tenggelam…

1 Comment »

Ku Kejar Thailand sampai ke Donohudan

Kontingen Thailand benar-benar menghipnotis teman2 panitia dan volunteer di APG, termasuk saya. Awalnya saya biasa saja namun menjelang perpisahan (penutupan APG) saya merasakan kehilangan. Bukan saja kehilangan atlet Thailand yang saya idolakan , tapi juga semua atlet dari semue Negara. Selama 4 hari ini selalu bertemu mereka dan sekarang saya harus kembali ke dunia nyata, seolah tidak pernah bertemu mereka, kembali menjadi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris yang jauh dari Olah Raga 😀

Ceritanya, saya dan Reni merasa akan sangat kehilangan, lalu kami berdua mencari souvenir untuk kenang-kenangan atlet Thailand yang akan kamu berikan di penutupan nanti. Reni bertekad memberikan kenangan pada mas Arun (idolanya anak2) dan mr.smiley katanya… dan saya entah kenapa jadi terhipnotis juga, saya ingin bertemu dengan mas pikun (saya lupa namanya, hanya saja dia atlet yang pikun jadi ya saya panggil saya mas pikun). Oke, souvenir sudah di tangan dan siap diberikan. Dibelakangnya saya beri email saya kalau saja ada yang mau berkawan dengan saya setelah APG *ngarep***

Untungnya, persis di dekat pintu masuk kami bertemu mister smiley nya reni…dia senang bukan main, walau ketinggalan ternyata Allah memberi kemudahan

HUJAN. Penutupan APG diwarnai hujan agak lebat, tapi saya dan reni tetap bertekad ke Manahan. Sampai di Manahan, para kontingen sudah bersiap masuk ke stadion. Telat untuk mencegat mereka di jalur masuk. Lalu, ya sudahlah, kami ikut masuk dan menyaksikan penutupan…

Beberapa saat kemudian kami melihat para kontingen Thailand sudah beranjak dari tempat duduk, dan..
Reni : “kita mau pulang kapan?”
Saya : “bentar ren, nanggung, ntar kalo udah sampe tengah-tengah ya..”

Kamipun keluar dari stadion. dan… BERSIH. hampir semua kontingen sudah pulang ke wisma… lalu dimana atlet thailand? saya sms adik tingkat saya yang jadi LO Thailand,
Penny : “udah balik mbak, ni menuju Donohudan…”
😦 😦 😦

saya belum ketemu mas pikun, dan haruskah saya menyerah…. TIDAK. saya harus ke Donohudan, saya harus menemuinya untuk yang terakhir kalinya,,,

Reni : “lha piye?”
Saya : “ke donohudan berani gak ren?”
Reni : “kamu tahu arahnya?”
Saya : “gak ren…”
Reni :” EDAN”

akhirnya reni pun bersedia mengantar saya ke Donohudan dengan bekal semangat dan arahan dari pak polisi…

Sungguh, Allah mendengar doa hambanya yang bersungguh-sungguh. Diantara ribuan manusia yang ada di wisma altet Donohudan, saya melihat mas pikun dan beberapa temannya ada di depan gerbang,,,, *nikmat apa ini ya Allah… 🙂 🙂 🙂

Akhirnya saya berhasil memberikan kenang-kenangan pada kontingen Thailand dan mengucapkan selamat tinggal, alhamdulillah yah… 🙂

malam ini saya belajar bahwa kalau kita berusaha maksimal dengan melakukan usaha yang lebih dari orang lain maka Allah pasti memebri jalan 🙂

selamat jalan kontingen Thailand, we’ll miss you….
thanks for all the things 🙂

Leave a comment »

EMPAT LIMA…

Ini bukan tentang semangat membara ibarat perjuangan di masa perebutan kemerdekaan dahulu. Ini adalah nilai terbaik saya selama menjadi mahasiswa!

Bagaimana bisa? Saya juga tidak tahu pasti, yang jelas saya kurang belajar. Capek di Paragames dan merasa kuliah ini mudah, jawabannya bisa dinalar dengan mengarang indah. TERNYATA. Jawabannya adalah short essay hanya dengan satu atau dua kata dan hanya ada dua skor untuk setiap nomer, 1 atau nol.

alhasil saya hanya mendapat 45. sungguh pengalaman yang pahit 😦
dulu saya sering mengerjakan soal-soal seperti itu dan selali sukses dapat nilai tertinggi, tapi sekarang??

hmm…memang sepertinya kurang belajar. Tapi bukan juga karena paragames yang saya ikuti. Tapi karena memang saya kurang berkomitmen dalam belajar dan menganggap enteng ujian, astagfirullah…

Jadi intinya, jangan buruk rupa cermin dibelah….kalau ada yang jelek dari dalam diri kita baiknya memang kita akui. Bahwa kita kurang belajar, kira meremehkan, kita menunda-nunda, jangan balik mneyalahkan keadaan atau orang lain, karena sumbernya ada dalam diri kita sendiri.Dengan begitu semoga kita bisa terus memperbaiki diri dan mengendalikan keadaan…

NO more 45. I want 100.

Leave a comment »

Asean Para Games

 

Leave a comment »

FROM APG WITH LOVE

Alhamdulillah, tugas di ASEAN paragames telah usai…rencananya mau nulis tiap hari tentang pengalaman di APG, tapi apa daya…bangun dini hari, berangkat, menunggu nina dan serdar, kerja di manahan, pulang dan tidur karena kecapean, alhasil nulisnya tertunda… anyway, berikut beberapa hal yang saya ingat dari 3 hari terakhir di APG. check this out!

1. Hari kedua Reni dipindah ke callroom 1, GILA. saya benar-benar ada di sarang penyamun bersama mas-mas POK, whaaaa….. *tapi untung saya penyamunnya baik-baik dan sopan2

2. Selama APG, rekan2 jadi lancar berbahasa Inggris, walau agak kacau, namanya juga kepepet 🙂
Yang penting pihak-pihak yang terlibat bisa saling memahami, hehe *Negara-negara asia tenggara kan bahasa Inggrisnya juga gak bagus-bagus amat…

3. waktu itu saya memanggil atlet T11, saya mempersilakan seorang atlet dari Indonesia,
“duduk dulu mas”
dijawabnya, “kursinya dimana ya mbak?”
dalam hati, ” aduh masnya ini aneh2 aja, paling cuma becanda. masak tinggal duduk aja manja”
lalu saya berjalan dan menyapa atlet yang lain, setelah itu saya mendekatinya lagi dan kembali menyuruhnya duduk,
“ayo duduk aja mas”
“kursinya mana mbak?”
lalu. seorang runner guide datang dan menggandenganya ke kursi.
Astagfirullah T11 adalah kategori BUTA TOTAL.
“maafkan saya mas…:( ”

3. Saya asyik mengobrol dengan atlet dari Brunai bersama mas awal. Dia ( si atlet itu) mengatakan bahwa dia mampu menolak peluru 25 m. motornya ada 78 dan mobilnya 46. Wow!!! keren…pasti ni atlit keren abis! Mas Awal yang orang POK pun terkagum2…
setelah si atlet pergi saya tanya.
“mas awal, itu tadi atletnya cacatnya apa?”
(mas awal kembali membuka catatan starting list, dan mengatakan….”
“pikun”
“APA???”

4. Saya :”What do you think of Solo?”
Mereka:
“HOT”
“Great”
“I love Solo… I wont back to Cambodia. I wanna live here, I will save my money and live here….I love Solo people..”
“I love it”
“terima kasih..”
“matur nuwun..”

5. Setiap ada atlet Indonesia saya biasanya menanyai dari mana asalnya, ternyata jawabnya adalah..
“tangen..”
“plupuh..”
“slogohimo…”
“matesih..”
ternyata orang-orang hebat ada di sekitar kita… atau jangan-jangan ada di dalam diri kita sendiri 😀

6. ESTAFET. saya pusing, disalahkan sana sini. banyak atlet dan semrawut. saya bisa membanyangkan betapa jeleknya wajah saya kala itu….panik dan marah2…
lalu, setelah itu mas ius datang,
“santai wae tin…tenang, tetap senyum…” (dengan memperlihatkan senyumnya yang dewasa, eeeaaaa)
*iya mas….hehe, tapi emang tadi keadaan gak kondusif banget! kurang orang pula

7. Nina, teman saya jatuh cinta dengan seorang runner guide Thailand. sampai-sampai saya diajak melewati ruang istirahat atlet berkali-kali hanya untuk melihat wajah masnya yang katanya cuakep (emang bener sih, hehe) , malunya…… dan hari ini (hari terakhir) Nina sampai menangis karena tidak akan melihat masnya lagi (alaydotcom…hehe)

8. Hunting pin. Saya dari awal tidak minat minta pin ke para kontingen, sampai pada akhirnya di hari terakhir ini….
sekonyong2 mas ius datang,
“dik, ayo temenin aku minta pin negara2..”
“emoh mas”
“ayo……kan kowe pinter basa Inggris”
“isin mas…..”
lalu, segerombolan teman2 POK datang dan memaksa ya…hyaaa…. *terpaksa jadi ujung tombak ke tenda-tenda kontingan negara-negara ASEAN, malu……

9. Hunting foto. HERAN melihat teman2 pilih2 banget fotonya, sama yang cakep2 tok….bukan sama atletnya tapi sama pelatih atau guidenya, padahal kan artisnya para atlet yang difabel itu, aduh…..dasar, sindrom wanita! lalu apa yang terjadi pada saya? sama saja, hehe…..tapi tetap saya tidak pilih kasih dalam foto, menghormati semua….mereka semua luar biasa! *soalnya agak gengsi sih kalo mau minta foto sama yang cakep, antri!!! Yang penting kan kenang-kenangannya bersama orang-orang difabel yang luar biasa

10. Timor leste mengirimkan atlet paling sedikit dan sangat tidak siap. saya menangis kalau melihat orang-orang timor leste, seakan sudah tidak ada harapan bagi mereka untuk menang, tapi mereka tetap datang dan bertanding, saya salut.

11. Tahu maskotnya APG? iya benar, si Modo dan Midi, ternyata bulu matanya Midi itu sepeti bulu matanya syahrini (anti badai, hehe) *refers to Midi yang ada di lobi utama stadion mahanan

12. Kami hanya mendapatkan satu buah kaos untuk dipakai selama empat hari, hehe…

13. Oiya, saya juga punya teman-teman baru disini (maaf kalau semuanya laki-laki, karena seperti saya bilang, saya ada di sarang penyamun yang baik hati dan suka membimbing ) antara lain: mas awal, mas ius, dik husein dan dik adip “marshall”, pak agustinus, pak atmojo, mas ridwan, mas andi, pak sinung, fandi, toni, mas kirno, modo-midi (saya gak tahu nama aslinya), dan satu orang bapak yang sampai sekarang saya lupa namanya (maaf ya Pak…)

14. Waktu itu saya berfoto dengan idolanya Nina, mas runner guide Thailand. Setelah foto, entah dengan maksud apa masnya bilang, “…as always..” *^#%@$!&*!^%@^!

15. Thailand adalah Negara dengan jumlah medali terbanyak di atletik, atletnya paling banyak, dan cakep-cakep, cantik-cantik, keren-keren…

itulah sejauh ini yang saya ingat (namanya juga pelupa..) tapi saya ingin mengatakan beberapa hal penting berkaitan dengan pengalaman sata di atas:

1. Tuhan itu maha adil. Dia memberikan kekurangan pada fisik atau IQ mereka, tapi mereka mampu berprestasi. maka bersyukurlah

2. Orang-orang hebat itu ada di sekitar kita bahkan dalam diri kita sendiri, hanya saja kita terlalu sering melihat negatifnya dulu, padahal kebaikan manusia itu pasti lebih banyak

3. Jangan melihat orang dari fisiknya saja!

4. Jadilah orang yang selalu memotivasi. saya salut dengan para pelatih, guide, dan para atlet mereka berusaha keras dan sangat menginspirasi…

Leave a comment »

DAY 1 ASEAN PARAGAMES

“…..besok wajib datang pukul 04.00 di kantor KONI Manahan, parkir di JPOK UNS…”

Penggalan sebuah sms dari koordinator panpel atletik. Apa? jam 4 pagi???? dalam hati saya berpikir, jangan-jangan nanti kita akan sholat berjamaah di lapangan, hehe….tapi komitmen tetaplah komitmen, siap menembus pagi menuju stadion manahan tercinta 🙂

malam sebelumnya, saya dan Reni mengikuti prosesi pembukaan APG yang berlangsung meriah dengan banyak kembang api dan tarian-tarian, pokoknya Solo banget…. ngomong-ngomong tentang pembukaan saya sangat terharu kala itu karena yang menyalakan obor APG adalah orang-orang luar biasa yang super. Mereka tidak sesempurna kita, tapi mereka telah mengharumkan nama bangsa dan mempersembahkan senyum serta inspirasi bagi banyak orang. Salah satunya adalah seorang tuna daksa yang, maaf, berkaki satu namun dengan keadaannya itu dia sudah mempersembahkan emas bagi Indonesia dan sudah menaklukkan gunung-gunung tertinggi di dunia. Saat itu, saya tidak kuasa untuk memberikan applaus terbaik saya bagi mereka… *muncul juga pertanyaan, saya kapan ya bisa seperti itu???

Kembali ke pengalaman hari pertama. Dengan semanagt membara saya berangkat ke Stadion Manahan pukul 03.45… ternyata sudah banyak orang disana. dan kekhawatiran saya tidak terwujud, nyatanya saya bisa dengan tenang sholat berjamaah di kampus JPOK Manahan…. pertempuran siap dimulai!

Callroom memegang peranan penting dalam jalannya cabang lomba atletik. Dan untuk tugas pertama saya ini, saya langsung disemprot senior karena saya melarikan daftar pemain ke Callroom 1 tanpa konfirmasi ke rekan di Callroom 1. Karena memang saya masih bingung waktu itu. Kacau. Untunglah saya hanya didamprat senior dengan gaya POKnya, sementara teman saya Reni didamprat technical delegate dari Malaysia gara-gara ulahg saya… *Maaf ya Reni…
Oke, saya belajar satu hal…

Agak siang, saya mengantar atlet ke lintasan balap kursi roda, awalnya, saya mengantar 9 atlet. namun, sesampainya di track atlet saya tinggal 8 orang. yang satu kemana? Sampai berakhirnya lomba, saya tidak mengetahui dimana atlet saya yang satunya. Setelah selesai briefing saya baru menyadari kalau ternyata atlet yang hilang tadi itu mengundurkan diri, tapi tidka konfirmasi ke Callroom… So??? Callroom 2 dipersalahkan, dan lagi-lagi saya peyebabnya… haduh….semoga besok lebih baik…Amin…

However, saya senang dengan apa yang saya dapat hari ini. Saya bertemu dengan orang-orang luar biasa dari berbagai negara dengan bahasa yang berbeda-beda. Mereka semua tampak bahagia selalu.

Dan satu lagi, awalnya tim Callroom 2 hanya saya dan reni yang mau dan bisa mengangani kompain ataupu pertanyaan dalam bahasa Inggris, lama-lama rekan-rekan yang lain mulai berani untuk bicara entah dengan nada dan logat seadanya….peningkatan yang sangat bagus…namanya juga the power of kepepet!

Besok saya dan tim akan bertuga seharian penuh, semoga saya bisa melaksanakan tugas lebih baik 🙂

Leave a comment »

MENUJU ASEAN PARA GAMES 2011

Paragames membuat hidup saya bergejolak. Dimulai dengan kepanitiaan yang tidak jelas. Saya rajin datang rapat tapi nama saya berkali-kali tidak muncul sebagai panitia. Syukurlah dengan modal pantang menyerah dan muka tembok nama saya sudah fix menjadi salah satu panitia ajang internasional yang akan diselenggarakan di Solo, 12-22 Desember mendatang.

Sebuah kejutan lagi datang. Seorang panitia dari UNS lebih tepatnya kakak tingkat saya dengan santainya mendaftar jadi LO dan meninggalkan kepanitiaan Asean Para Games (APG) ini. Saya sebagai seseorang yang saat itu dekat dengan coordinator callroom (dekat dalam arti memang posisinya paling dekat) diminta untuk mencari pengganti hari itu juga. Tanpa pikir panjang saya mengajukan teman terbaik saya Reni Purnaningsih. Walau sedikit bermasalah dengan berat badan, hehe ^^V tapi saya yakin dia sanggup melaksanakan tugas dengan baik. Lagipula, dia dan saya kan dulunya bermimpi bersama-sama untuk menjadi panitia APG dan ternyata Tuhan mengabulkan mimpi itu, terima kasih ya Allah… *dalam hati saya berpikir emang rejekinya Reni, tanpa perlu bersusah payah bisa jadi panitia APG, hehe…tapi ya sudahlah, saya bahagia.

Latihan-latihan selanjutnya berlangsung menyenangkan. Saya diantara teman-teman POK berasa asing baik dari segi komunikasi maupun penampilan. Mereka semua berpakaian lapangan rapi, sementara saya memakai kaos, rok panjang, dan kerudung yang lumayan besar. Kontras memang, tapi untunglah mereka tidak mempermasalahkan itu. Justru saya merasa nyaman dengan mereka. Karakter orang-orang POK yang saya sukai adalah mereka tegas dan tepat waktu. Selain itu mereka juga menghargai orang lain, mudah bergaul dan yang paling saya suka mereka tidak ribet.

Mereka berpikir simple tapi solutif, setia kawan juga, tapi ya itu… satu hal yang saya harus mulai menyesuaikan diri. Cara bicara dan bahasa yang digunakan.

Saya bertugas di bagian callroom. Bagian penyiapan atlet sebelum masuk arena pertandingan. Tugas saya hanya ‘menyiapkan’ atlet, mengecek perlengkapan, dan mengantar mereka ke arena. Untungnya, kami yang putrid tidak diminta mengantar atlet, kami hanya mengecek di callroom saja. Nikmatnya…saat yang lain berpanas-panasan di stadion saya diruangan berAC sepanjang hari,

Alhamdulillah….jadi ingat penggalan surat Arrohman kalau kayak gini, “maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustaka”.

Dibagian ini saya bersama dengan 2 orang teman bahasa Inggris dan beberapa teman POK yang Alhamdulillah sudha berkenalan, ada Hendrik, mas Rudi, mas Andi, dan komandan kami Pak

Agustinus. Semoga bisa menambah saudara dan link kalau-kalau nanti butuh bantuan dibidang keolahgaraan:D

Semoga APG berjalan lancar dan saya mendapatkan banyak pengalaman di dalamnya. Satu lagi, semoga saya bisa menjalankan tugas dengan baik dan membawa nama baik Indonesia. Aminn…

Leave a comment »