Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Ujian Tesis

4 Maret 2014

Baiklah, mari kita bercerita tentang ujian tesis.. hihi. Sengaja dicepetin karena dosen pembimbingnya sudah ngoyak2 segera ujian. Selain itu, kondisi tubuh yang makin sering teler menjadikan keinginan untuk segera lulus makin menggebu2 hehe.

Di UGM, ujian tesis serasa dimanjakan. Bagaimana bisa? Jadi kita tinggal daftar saja dan menyerahkan berkas ujian. Selanjutnya, admin dan jurusan yang akan menentukan siapa pengujinya, kapan jadwal ujiannya, dan dimana ruangannya. Soal snack penguji? Tenang.. sudah disediakan oleh kampus. Kita tinggal datang membawa diri dan hasil belajar 🙂 selain itu, pihak admin juga bisa dihubungi via sms 🙂 terima kasih admin pascasarjana UGM..

image

Dan hari yang dinanti pun datang. Kebetulan sang pendamping hidup belum datang dan baru akan menyusul.. tapi saya tetap bersemangat. Saking semangatnya, saya pasang sendiri semua perkap sebelum petugas datang…hehe.

Penguji saya terdiri dari dosen2 keren nan oke punya, uhukss..
1.  Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U, M.A
2. Prof. Dr. Soepomo Poedjosoedarmo
3. Dr. Suhandano, M.A
4. Dr. Aris Munandar, M.Hum

Nah, oleh keempat dosen inilah saya diuji hampir dua jam lamanya.. alhamdulillah dengan semakin menyadari betapa masih banyak kekurangan (dan masih harus banyak belajar) akhirnya saya diluluskan dengan predikat sangat memuaskan… walau tidak bisa memenuhi harapan bapak untuk kemelud (eh, cumlaude), saya bersyukur akhirnya bisa lulus juga… 🙂

Lewat ujian tersebut, saya makin menyadari bahwa dosen2 yang saya hadapi memang benar2 pintar-pintar (ya iyalah) dan saya sebagai juniooooooooooorrr masih sangat harus belajar 🙂

Semangaaaat!! Langkah selanjutnya adalah: belajar lagi!

Advertisements
1 Comment »

Menikah dan Tesis :)

Dulu sebelum menikah saya bercita-cita ingin memberikan persembahan cinta berupa tesis S2. Saya pun memaksa diri untuk bisa secepatnya mengerjakan tesis. Nalarnya semakin termotivasi untuk bisa segera selesai kan untuk ‘mahar’ balik ke suami..

Tapi ternyata sampai saya sah menjadi istri, tesis saya masih menggantung hehe. Anehnya, sejak saya menikah saya lebih fokus mengerjakan tesis dan taaaraaa tesis saya lebih progress dibanding sebelum menikah..

Mungkin, inilah cerita saya, betapa menikah memberi kita jalan dan menambah rejeki (dalam hal ini selesainya tesis). Ternyata menikah tidak menjadi penghalang bagi kita meraih cita-cita, melanjutkan sekolah, bahkan mengejar mimpi 🙂 jadi, yang beralasan menikah bisa membuat gak fokus dan molor2in studi, think again! 🙂

2 Comments »

Gendut, Biru, dan Gendis

Ah, ini postingan tidak penting sebenarnya hehe… tapi tak apa karena mereka adalah partner setia kami dalam mengarungi kehidupan *ecieee. Siapakah mereka? Mereka adalah motor2 yang menemani kami. Gendut adalah motor honda spacy yang bodinya lebar karena helm-in. Dulu sejak awal pernikahan, gendut setia menjadi teman saya kemana2, sampai akhirnya posisinya harus tergantikan ketika gendis pulang. Gendis itu motor supra 125 yang baru diambil dari jogja, jadilah skrg gendut pulang kampung ke sragen.. dan gendis dipake abi ke medan tugas. Lalu, siapa biru? Itu motornya abi yamaha vega baru yang skrg menjadi ‘milik’ saya, karena lebih ramah kepada wanita hehe…

Itulah, suami mengajarkan agar kami memperlakukan barang2 di rumah dengan baik… salah satunya dengan memberi nama, hehe. Oiya, di rumah itu ada lampu yang manja, maunya nyala kalo kita mencetnya agak lembut sambil bilang, ‘lampu nyala nggih..!’ Entah itu beneran ato karena kebiasaan kami saja, tapi beneran kalo nyalainnya itu kasar, lampunya gak mau nyala… 😀

Leave a comment »

Welcome back :)

Lama sekali tak posting di blog *gak ada yang nunggu2 juga sih :D.
Well, baiklah hidup kita ini -walau sudah kita rencanakan- tapi tetap saja ada banyaaaak sekali kejutan2nya. ‘Ala kulli hal, semoga semakin meneguhkan keimanan dan keistiqomahan kita, bukankah sudah begitu banyak nikmatNya yang kita terima? 🙂

Dulu, saya membayangkan kehidupan saya saat ini masih mbolang kemana2, nyatanya sekarang saya lebih banyak berdiam diri di rumah menunggu suami pulang.. tapi itu lebih nikmat dibanding mbolang *ecieee

Dulu, saya membayangkan setelah menikah, saya akan menghabiskan waktu2 bersama suami, pergi2 berdua, menemani suami belajar dll, ternyata Allah menakdirkan yang lain, ketika suami sibuk berjaga siang-malam, saya pun sibuk menjaga amanah yang diberikan kepada kami, yang terjaga kokoh di dalam rahim inshaaAllah… 🙂

Indah, walau yang saya bayangkan belum terwujud, tapi apa yang saya punya sekarang adalah jauuuuhh lebih baik inshaaAllah… 🙂

Leave a comment »