Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Segerakan Membayar Hutang Yuukk

Membayangkan semua orang mempunyai sikap yang sama dalam soal pinjam-meminjam. Oiya, jadi ingat entah hadist atau apa bahwa kita akan bisa mengetahui karakter seseorang bila sudah pernah melakukan transaksi pinjam-meminjam, uang termasuk di dalamnya… Kata Nabi, ada tiga hal di dunia ini yang perlu disegerakan, salah satunya adalah membayar hutang…yang dua yaitu menguburkan mayat dan menikahkan anak gadis yang sudah siap menikah…

Ngomong-ngomong soal uang nih ya, tidak semua orang punya sikap yang sama apabila terlibat dalam lingkaran pinjam meminjam, ada yang langsung mengembalikan, berusaha mengembalikan, suka kelupaan bahkan melupakan diri, kurang ajar banget nih yang tipe ketiga! Sayangnya juga tidak semua orang berani secara vulgar membicarakan ini (baca: menagih atau mengingatkan), dan hanya bisa harap-harap cemas dalam hati *curcol… bingung bagaimana ngomong (nagih)nya, kalau duaribu limaribu sih sudah biasa (kalau dikumpulin banyak juga sih haha), tapi malu mau menagih, padahal dalam hati itu, “ayo dong inget kamu punya utang, buruan dikembalikan….” Tapi cuma dalam hati, ya….sudahlah ya…

Ini bukan soal pelit lho ya, tapi soal kepedulian terhadap sesama. Kalau kita punya hutang, ibaratnya kita meminjam yang bukan hak kita, namanya meminjam ya harus dikembalikan. Gak usah nunggu ditagih kali, soalnya belum tentu yang meminjami kita itu berani menagih. Lalu, diapun jadi galau berkepanjangan hingga akhirnya dengan putus asa mengatakan, ya sudah saya ikhlaskan…wwwuuuuaaaa kata-kata ikhlas itu bisa jadi diucapkan, tapi dalam hati siapa tau, dan nanti diakhirat semua akan menentukan nasib kita…gak mau kan terkatung-katung antara surga dan neraka? *kalo masih sempat terkatung-katung. Jadi, mari mulai dengan kesadaran kita…coba kita ingat-ingat lagi hutang kita, di list deh. Kalau lupa ya ditanyakan ke yang bersangkutan…

Kita tidak tahu mungkin teman kita sedang membutuhkan uang, seratus dua ratus bisa bahaya kalau ternyata yang meminjami tidak mengikhlaskannya. Ini bukan soal pelit atau tidak tapi soal memenuhi hak orang lain. Gak mau kan kita diambil haknya??? Kalau kita belum bisa membayar ya bilang dan berilah ketenangan, “nanti aku bayar tanggal sekian ya” atau “aku transfer tanggal sekian ya…” atau “maaf aku belum bayar, insyallah tanggal ini deh” atau “whaa…maaf aku lupa kalo punya utang, jadinya berapa?” Mari memberi ketenangan pada sesama…

Leave a comment »

Giliran

Positive. Persistent. Pray

Ingat sekali kata-kata itu, di sebuah buku, Notes From Qatar, thanks Asaad for telling me those words. Malam ini aku ingin menyerah, tapi aku ingat P yang kedua, kita harus selalu bertahan. Untuk kesempatan yang sangat kecil ini, aku ingin tetap melihatnya sebagai kesempatan. Hmm… baiklah…Allah bersama orang yang bersungguh-sungguh.

Sudah 2 malam ini aku hampir tidak tidur. Ini pekerjaan kelompok, tapi kenapa rasanya hanya aku dan satu orang disana yang berkepentingan dan peduli dengan ini. Lainnya, mereka sibuk dengan hal-hal yang lebih penting, tidak sepenting yang aku lakukan malam ini, copy paste dan membaca dan mengerjakan bagian yang lain. Aku ingin mengeluh, tapi ingat mimpi itu harus diusahakan, maka semoga aku bisa bertahan. leherku sudah kaku ingin istirahat, tapi mataku belum mau terpejam sampai semua ini selesai.

Teringat kata mas danang, “Dewe yo ra ngerti kapan titi wancine dewe ki eneng alangan njur kepekso njagakne wong liyo…” kata-kata itu kembali menguatkan. kenapa aku malam ini harus bekerja sendirian? mungkin di masa-masa yang lalu inilah yang aku lakukan pada orang lain, membuat mereka bekerja hingga larut sedangkan aku sibuk memikirkan diriku sendiri 😦

Ini hanya soal giliran, bisa jadi kelak Allah akan melimpahkan rahmatNya dari arah yang tidak terduga-duga, amin… (seperti yang selama ini sering terjadi). Allahku yang baik, semoga aku bisa bertahan dengan ujian kecil ini dan Engkau selalu bersamaku ya… Aku masih memeluknya erat-erat, mimpi-mimpi.

Leave a comment »

Pengen Pamer ^^

Berita baik ini datang seiring dengan hilangnya kegalauan, tumbuhnya semangat dan kesadaran untuk terus berjuang…

*langsung di copy-paste deh!

Kepada Yth. Pemakalah (Presenter) Seminar Internasional Sang Guru 2012
Di Tempat

Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Negeri Surabaya ke 48 sekaligus memperingati Hari Guru
Indonesia yang bertepatan dengan hari ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) yaitu pada tanggal
25 November 2012, maka Universitas Negeri Surabaya bermaksud menerbitkan sebuah buku berjudul “SANG
GURU” sebagai salah satu bentuk penghargaan terhadap guru.
Buku yang diterbitkan rencananya berisi berbagai artikel dari berbagai pemangku kebijakan, akademisi, praktisi
pendidikan dan beberapa guru. Artikel-artikel tersebut akan dikemas dalam empat bagian utama, yaitu Filosofis
Historis Sang Guru, Tantangan dan Problem yang Dihadapi Sang Guru, Kebijakan tentang Sang Guru, dan Hasil
Pengembangan Inovatif Sang Guru.

Melalui surat ini, kami mohon kesediaan agar artikel Bapak/Ibu yang sudah diseminarkan dalam “SEMINAR
INTERNASIONAL SANG GURU” pada tanggal 8 September 2012 di UNESA dapat mewarnai buku “SANG GURU”
tersebut, karena artikel Bapak/Ibu masuk dalam nominasi berdasarkan seleksi.

Untuk itu, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk mengirimkan kembali kepada kami artikel tersebut paling
lambat tanggal 2 November 2012 dalam versi Bahasa Indonesia karena buku SANG GURU akan diterbitkan dalam
bahasa Indonesia. Artikel dapat dikirim kepada kami melalui email : muji_sriprastiwi@yahoo.com atau
yuni_srirahayu@yahoo.de dan untuk konfirmasi dapat menghubungi kami di nomor 081803190335 (Muji Sri
Pratiwi, M. Pd.) atau 081703673978 (Dr. Yuni Sri Rahayu).

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu, kami berterima kasih.

*malam ini lembur yang lain dulu ya, translatenya bisa kapan2 😀

saya sedang sangat bersemangat sekali !!!

Leave a comment »

Biasakan Jujur Yuk…

Agaknya sekarang kegiatan mencontek, bertukar jawaban dan sebagainya sudah mengalami pergeseran makna. Dulu waktu saya kecil saya dibilangi kalau nyontek itu berdosa, wuiih…mendengar kata berdosa rasanya ngeri, langsung ingat neraka. Tapi kemudian rasa itu sudah berganti…karena asas kebutuhan (baca: nilai bagus) akhirnya sudah tidak takut lagi untuk menyontek (tanya teman) -kalo buka buku itu sudah KETERLALUAN- apa daya, sudah terbiasa dapat nilai bagus *hahahaha* jadinya kalo gak bisa ngerjain malu, akhirnya tanya-tanya deh biar bisa dapat nilai bagus. Dan…. pucuk dicinta ulam pun tiba. Nampaknya memang semua siswa punya kepentingan yang sama, nilai bagus, jadi ya pada akhirnya tidak ada yang terdholimi…contek menyontek jadi simbiosis mutualisme yang sangat bermanfaat, menghemat waktu dan tenaga untuk belajar, yah…materi bisa dibagi-bagi, kamu belajar ini aku belajar itu, besok saling bantu ya….setia kawan sekali rasanya… *APA?????? ini namanya setia kawan dalam kesesatan, haha. Parahnya lagi guru-guru juga biasa aja dengan aktivitas ini, haaaaiiiii…..ada apa ini? bahkan saya pernah disuruh contek-contekan (oleh guru), hadeeehh….Indonesia maafkan kami ya!

Waktu itu dalam sebuah training, pembicara menawarkan buku bagus sebagai doorprize, saya sudah sangat bersemangat untuk menjawab pertanyaan atau melakukan aksi-aksi yang lain. Ternyata pembicara menanyakan, “Siapa di ruangan ini yang seumur hidup belum pernah menyontek?” semuanya tertawa…. eh,eh,eh tiba-tiba ada satu orang dari belakang yang maju dan mengambil buku itu. Semuanya heran…geleng-geleng…termasuk saya, “ternyata ada ya yang belum pernah nyontek”….haha, sejak kapan tidak menyontek jadi hal yang mengherankan??? Rsanya itu jleb-jleb T.T walau sudah belajar mati-matian dan ngerjakan dnegan serius (kalau masih tanya-tanya juga) itu artinya tetap berbohong, tidak jujur, nilai kita palsu (meski cuma tanya 1 soal). Wuuaaaaa….. jadi merasa bersalah, rasanya sudah menodai usaha keras yang dilakukan selama ini dengan sungguh-sungguh. Mendustai nikmat Allah berupa pikiran dan kesehatan, membohongi orang tua (walau hanya satu soal)

Lepas dari menyontek (tanya-tanya waktu ujian) itu benar atau salah dosa atau tidak. Nyatanya itu suatu kebutuhan dan kerjasama yang menguntungkan, bagi saya menyontek itu mengenaskan, sekalipun hanya satu atau dua soal. Hingga saat itu lepas dari semester 3 saya mendeklarasikan diri dan berjanji pada orangtua saya bahwa saya tidak akan tanya-tanya lagi kalau ujian. Dan, ternyata ini lebih menyenangkan. Ternyata saya tetap bisa mendapat nilai yang memuaskan (lebih memuaskan) hingga lulus. Ternyata kepercayaan diri dan usaha keras itu agaknya benar-benar mendatangkan ridho Allah, insyallah…

So, mari pikirkan kembali,

1. Kita sebagai calon guru (terutama guru untuk anak-anak kita) wajib mengajarkan kebaikan pada anak-anak kita, termasuk untuk berbuat jujur, termasuk untuk tidak menyontek, tapi kalau ternyata ayah bundanya juga jago nyontek, jangan salahkan anak kita nanti kalau jadi tukang contek yah! Jangan protes kalau nanti murid-murid atau mahasiswa kita juga rajin contekan, lha wong guru/ dosennya juga hobi nyontek pas ujian. Wah, bayangkan kita akan diseperti-itukan oleh anak-anak, murid-murid atau mahasiswa kita…

2. Mari menghargai kerja keras kita sendiri, ingat bagaimana perjuangan kita belajar setengah mati untuk ujian ini. Lha kok pas ujian malah nyontek, ngapain belajar???

3. Nilai itu bukan tujuan, tapi sebuah angka atau huruf yang pasti akan mengikuti pemahaman dan kapasitas kita! percayalah… ayo yang kesatria dong *dasa dharma 3: Patriot yang Sopan dan Kesatria

4. Hargailah orang lain. Tahukah kita saat kita menyontek, ada orang lain yang bekerja dengan jujur. Ini tidak adil bagi mereka dan juga diri kita sendiri (karena kita dengan sadar dan sengaja telah melakukan perbuatan yang kurang baik). Sebenarnya sih mereka yang mengerjakan sendiri gak masalah juga dengan mereka yang menyontek, justru mereka prihatin.

5. Keseringan juga ingat orang tua. Hmm dirumah bapak dan ibuk bekerja dan berdoa agar anaknya jadi anak pintar dan membanggakan, lha kok malah senengane tirunan pas ujian… T.T

Masih ingat kata-kata dosen saya, yang membuat saya menjadi egois ketika ujian. “DI KHS saya ada banya nilai C tapi saya tidak mengulang. Kenapa? karena saya sudah merasa memahami mata kuliah tersebut. Kalau saya mengulang berarti saya mengamini bahwa saya bodoh.” Waaaah…kata-kata yang bagi saya cool banget!

Tapi akan jadi beda kalau kita termasuk orang-orang yang menganggap menyontek hal yang biasa dan wajar. Maka jangan protes kalau banyak koruptor. Jangan protes kalau Indonesia akan jadi negara yang mendelep dan dipenuhi orang-orang yang kurang jujur. Mari berbenah…

Mari kembali memaknai belajar kita dengan penuh tanggungjawab dan kesadaran. Ini perintah Tuhan lho. Dalam aktivitas belajar kita juga ada harapan banyak orang, orang tua, masyarakat, masa depan indonesia, anak cucu kita.

*kalau PR dan kegiatan yang ‘melegalkan saling membantu’ it’s fine. tapi kalau sudah ada aturan closed book dan kerja masing-masing harusnya kita taat aturan, kan sudah sangat jelas perintahnya, jangan tiba-tiba jadi amnesia deh!

Tetap semangat selalu!

*Terinspirasi dari Bu Endang dan Pak Kristiandi

Leave a comment »

Fonologi: Sebuah Galauitas Berkepanjangan

Agaknya kemampuan kami (saya) dalam bidang linguistic masih sangat dipertanyakan. Hai…nanti kita dapat gelar MA lho sejajar sama dosen-dosen saya lulusan North Carolina University. Tapi buat analisis fonetik saja masih salah-salah terus…astagfirullah, mari tetap semangat dan tetap dikerjakan! Setiap minggu mengerjakan, setiap minggu merevisi, setiap minggu membaca buku yang sama, setiap minggu pula menggalaukan tugas ini. Perpanjangan tugas serasa perpanjangan masa berlaku kegalauan…hahaha

Agaknya, menggalau bukan kata yang tepat. Yang lebih tepat adalah belajar lagi, lagi, dan lagi. Ini baru satu bidang kajian linguistik paling awal sekali, masih membahas suara, belum sampai kata, kalimat, paragraf dan lain-lain, tapi perjuangan memahaminya sudah berdarah-darah begini (versi lebay). Selain berjuang memahami fonologi, agaknya tugas analisis fonologi ini lebih menekankan juga pada peran kita sebagai peneliti bahasa yang harus bisa berpikir sistematis, berangkat dari data, bukan berangkat dari kesimpulan yang sudah ada. Ya, yang penting adalah caranya… lulus dari sini sapat sebutan linguis, jadi harus mantap mulai dari unsur-unsur terkecilnya, suara, fonetik, fonologi…

Saya tidak mau mengeluh (lha ini ngapai???haha), terima kasih pak Tri Mastoyo yang telah meyadarkan kami (saya) betapa kami masih jauh dari mumpuni dan harus terus berbenah. Inilah namanya tumbuh dan berkembang, untuk bisa bertahan kita harus tumbuh dan berkembang. Untuk tumbuh dan berkembang kita perlu banyak asupan gizi, vitamin, mineral, dan zat besi. Layaknya asupan makanan dalam tubuh, agaknya membaca buku-buku fonologi dan melihat-lihat banyak referensi harus dibuat semenyenangkan makan makanan bergizi. Percayalah, ini enak, mengenyangkan dan menyenangkan! Terima kasih Allah telah menyampaikan kami (saya) pada keadaan ini, hingga kami terus menyadari betapa baru sangat sedikit yang kami mengerti.
Semangat kawan-kawan, semoga kelak Linguistik Umum dapat A semua…belajar belajar!!!

Leave a comment »

Lembur

Masih lembur ya?

Selamat…. 😀

Inilah alasan orang-orang yang sampai kerja lembur:
1. Terlalu rajin belajar
2. Terlalu malas kemarin-kemarin, giliran deadline kalang kabut
3. Terlalu perfeksionis, gak puas-puas sama hasil kerjanya
4. Terlalu sibuk, sampai gak ada waktu belajar atau mengerjakan tugas, waooo
5. Terlalu mudah dibodohi oleh dirinya sendiri dan orang lain
6. Terlalu rela berkorban untuk teman-temannya. apa?????
7. Terlalu peduli dengan kepentingan orang lain, sekali kali egois boleh lho…hehe
8. Terlalu santai, ah…mudah kok, sebentar juga selesai
9. Terlalu pasrah sampa berjam-jam melamun ngeblank di depan laptop nunggu tangan gerak sendiri
10. Keterlaluan!

Jadi, kita termasuk yang mana ya… memang yang namanya TERLALU itu tidak baik, bahkan terlalu baik pun juga jadinya tidak baik lho… mari menjadi manusia sederhana yang utuh. bagaimana ya itu? saya juga cuma nulis ini, haha… manusia yang hidup dengan seluruh dirinya, secara sederhana…tidak kurang dan tidak berlebihan.

Kata Bang Haji, begadang boleh saja, asal ada perlunya…tapi kalau begadang terus kan gak baik…24 jam itu lama, mungkin perlu dikurangi hahahihi maen-maen dan galau-galauan gak penting, supaya kita tidak mendholimi tubuh kita, kamar dan buku-buku kita (yang makin berantakan, haha), juga laptop kita perlu tidur juga….

*menjelang ujian LHK dan deadline tugas Fonologi. Semoga besok ada kabar baik dari saya ya….. tetap semangat selalu ya… :D, pasti bisa!

Leave a comment »

Hati-Hati

Aku tulis untuk mereka yang sedang galau…*eaaa, berasa berpengalaman banget sih ya…berdasarkan pengamatan dan perenungan mendalam.

Kebaikan-kebaikan yang diberikan kepadamu adalah kebaikan-kebaikan yang juga dia berikan pada orang-orang yang lain, tidak perlu merasa istimewa ataupun diistimewakan. dia ramah pada semua orang, dia menyapa semua orang dengan ramah, dan memberi tulus pada semua orang. dia mendefinisikan sikapnya sebagai hal yang biasa, sebagaimana sikap baik yang telah dia definisikan. senyum dan canda yang terlontar untukmu juga disampaikan ke orang-orang lain. jaga hati agar tidak mudah berbunga-bunga. galau itu adalah manifestasi dari bunga-bunga yang terus disiram dengan GR-GRan setiap waktunya, hahahaha

Lalu suatu saat dia berubah, karena memang dia manusia biasa. dia perlu zona nyamannya sendiri, dia perlu hidup dengan kehidupannya sendiri, bukan dengan menjadi terus menerus seperti apa yang kamu inginkan. dia juga manusia yang punya perasaan, punya mood, punya benci, punya malas, bahkan mungkin punya galau yang lebih hebat, dia sama seperti dirimu…sama. mungkin akan ada yang hilang, padahal sebenarnya tidak hilang, dia tetap ada…hanya kamu saja yang merasa kehilangan, padahal sebenarnya semua baik-baik saja, semua normal

Benar, galau itu proses. bukan untuk dihindari, tapi untuk diresapi, dihadapi, dan dikalahkan. diresapi agar kau paham inilah rasanya kegalauan, lalu kau belajar mendefinisikannya lalu membiarkan hati dan perasaanmu membentuk antobodi. Dihadapai, agar kegalauan tidak lantas meredupkanmu, hadapilah…kegalauan bukan untuk diratapi, tapi untuk dihadapi. lihatlah sekeliling, bagaimana orang-orang yang tidak galau telah lebih banyak berbuat, lebih banyak belajar, dan lebih banyak bermanfaat, sedangkan kamu membuang energi, waktu dan tenaga untuk menggalau, come on hidup kita bisa lebih berarti. lalu, setelah itu kalahkan kegalauan itu, bahwa ada yang jauh lebih penting dari galau, bahwa kamu bisa melakukan banyak hal tanpa galau, dan bahwa kamu lebih pantas membuat orang-orang galau (bukan sebaliknya, menjadi korban kegalauan). -salah satu pesan yang dinukil dari kakak guru ‘prok prok prok prok’ supri sekali-

Anggun dan gagahkanlah dirimu…bahwa hidupmu terlalu berharga untuk larut terlalu lama dalam kegalauan. Lihatlah mimpi, harapan, cita-cita yang ikut layu seiring dengan kegalauanmu…bangkitlah…temukan cinta yang lebih baik. cinta yang benar, yang jauh dari kegalauan. cinta yang benar itu damai, mendamaikan, membaikkan, meningkatkan.

*ingatlah sosok Spongebob yang tidak pernah terlalu lama menggalau, juga sinchan yang memandang hidup dengan sederhana (dan memang sederhana), atau jadilah seperti doraemon yang selalu punya inovasi. atau galaulah yang bermutu seperti kamen rider dan power rangers, galaunya memikirkan umat… 😀

Leave a comment »

Nilai A

Sedang mengingat-ngingat kembali darimana nilai-nilai A itu berasal. Di KHS banyaaak banget nilai A, bahkan untuk mata kuliah-mata kuliah yang tidak jelas *tidak benar-benar dipahami, huhu….terus darimana dong nilai A nya itu? haduuuh…sejak semester 4 saya gak pernah tanya-tanya lho kalo ujian, tapi 3 semester sebelumnya iya, hoho. Tapi ada satu hikmah, semenjak saya akhirnya sadar dan memilih untuk mengerjakan semuanya sendiri (baca: gak nanya kiri kanan pas ujian) nilai saya jadi bagus-bagus terus. Nah, kalau beruntung dapat A ya berarti saya bisa mengerjakan soal-soal dengan benar atau dosen-dosen saya percaya saya telah mengerjakannya dengan benar (hahaha…). Hmm.. sekarang saya jadi sadar, nilai A itu bukan cuma pemanis KHS lhooo… nilai itu sejatinya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan selama kita masih mengakui transkrip nilai kuliah kita adalah milik kita.

Ceritanya sekarang sedang kembali merenung…banyak mata kuliah yang sudah lupa, banyak yang dulu paham tapi sekarang sudah hilang entah kemana, padahal nilai A yang kita dapat itu berlalu seumur hidup yang implikasinya ilmu yang kita dapat juga berlaku seumur hidup. Kalau kita dapat nilai A di suatu makul lalu kita ditanya perihal makul tersebut dan ternyata tidak bisa…hmm, selamat yaa…bisa jadi banyak yang suudzan…

Saya pernah diberitahu oleh kakak tingkat, “Dik. nilai cumlaude kuwi bahaya lho…nek kowe ra pinter tenan malah ngisin-ngisini, mending koyo aku nilaine biasa-biasa wae…”, waktu itu saya hanya tersenyum….dalam hati ingin mengeluarkan senjata (haha, daripada nilaine elek ra pinter sisan, gek ngopo sekolah…), tapi saya tahan karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan mungkin. Tapi saya menyadari betul apa yang dikatakan mas itu memang benar, nilai yang kita dapat itu ibarat pedang, bisa menolong sekaligus menjatuhkan kita…jadi bagaimana? solusinya sekarang adalah…mari kembali memaknai aktivitas belajar kita dengan benar. bahwa belajar bukan soal nilai apa yang akan kita dapat, namun ilmu apa yang kita kuasa

Jadi agak menyesal dulu sering mbolos kuliah, sms-an pas kuliah, jam kosong maen-maen dan hahahihi, padahal banyak banget buku di perpus yang belum dibaca. Jadi semangat kalo akhir kuliah gak ada yang tanya padahal hal hati saya (apalagi temen-teman yang lain, hahaha *peace!) masih sangat bertanya-tanya….

Nilai bukan segalanya, ilmulah intinya… kalau nilainya selangit tapi amnesia dan gak paham apa kata dunia? (bahkan akhirat pun juga akan mempertanyakan mungkin). Mari lebih semangat belajar! Belajar untuk dapat ilmunya, bukan untuk dapat nilainya ya! Nilai itu bonus dari manusia, mending mengejar pahala yang lebih kekal dan adil pembagiannya.

Belum terlambat untuk berbenah, bagi yang sudah bergelar S.Pd English Department FKIP UNS ada baiknya kita belajar lagi deh phonology, morphology, semantics, sociolinguistics, syntax, discourse analysis, SFL, pragmatics, dan tentunya ilmu-ilmu language teaching!

Semangat!!!!!

2 Comments »

Nasehat

“Nduk tak kandhani, suk mben kabeh cita-citamu bakalan kelakon soale kowe ki wis nduwe pondasi sing apik, tegese wis sering gagal, sering isin, suk mben kari penake…opo sing mbok karepke biso kelakon. Sing penting ki sabar…Gusti Allah ki ngerti, nek cita-citamu saiki during kelakon ki amargo mengko enek sing luwih apik, penting tetep sabar tetep usaha.”

“Nak, sini bapak beri nasehat, kelak semua cita-citamu akan tercapai karena kamu sudah punya pondasi yang bagus, maksudnya sudah sering gagal, sering malu, nanti tinggal dapat enak-enaknya…apa yang kamu harapkan bisa tercapai. Yang penting adalah sabar…Allah itu tahu, kalau cita-citamu sekarang belum tercapai itu karena nanti akan ada yang lebih baik, yang penting tetap sabar dan tetap berusaha” (dan tetap semangat selalu! *versinya kakak guru)

*Ahhh…bapak yang selalu bersemangat dan mendukung mimpi-mimpi saya, tidak pernah menganggapnya aneh. Pukul 10 malam mengantar ke sragen kota untuk mengirim berkas IELSP, ingat sekali waktu itu masih hujan…punya anak teledor yang suka bikin gara-gara di saat yang tidak tepat. Bapak juga yang selalu membela saya waktu saya melakukan hal-hal bodoh (jatuh dari motor berkali-kali, ngilangin laptop dan lain-lain). Bapak juga yang merelakan semua gaji ke-13 nya saya pinjam untuk berangkat ke Thailand. Bapak yang setiap saya pulang selalu memberi motivasi (yang seringkali seolah-olah saya dengarkan, huhuhu). Bolos kerja untuk mengantar saya mendaftar ke universitas. Bapak saya pernah saya buat menangis waktu saya main sampai magrib dan tidak meminta ijin, juga waktu saya sadar setelah berjam-jam pingsan setelah kecelakaan. Bapak tidak pernah menganggap saya sebagai pembuat onar (begitu juga keluarga saya yang lainnya), maka saya harus bersemangat, karena bisa jadi bapak saya, ibu saya, dan kakak saya punya semangat yang lebih besar dalam mendukung mimpi-mimpi saya…I love my family so much. Bahkan om dan bulik saya pun ikut-ikutan antusias kalau saya gagal atau berhasil dan sering membersamai saya dalam masa-masa sulit (akibat keteledoran saya), aaahh…Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah…

Keluarga om dan bulik yang selalu memaklumi keinginan-keinginan keponakannya yang aneh, haha

*disampaikan setelah saya cerita bagaimana teman-teman saya menginjakkan kaki di benua lain.

Leave a comment »

Passion

“Akhirnya aku menemukan kembali passion dalam hidupku. Tentang mimpi-mimpi, tentang belajar, tentang keinginan untuk melakukan yang terbaik. Kegalauan kemarin adalah pelajaran berharga”

Pekan lalu saya membaca notenya Arif Darmawan, baiklah…dia sudah di Istanbul, dapat beasiswa di Marmara University… Baru kemarin saya buka-buka fb.nya Civita Patriana, baiklah…dia sedang di Kuala Lumpur sekarang sampai pebruari, dengan profile picture dan cover photo suatu tempat di Eropa entah dimana… Civita adalah pengejar mimpi sejati, begitu juga dengan Arif Darmawan. Hmmm…sedikit flashback Civita adalah teman saya di UNS selama 1 tahun setelah itu di memilih mengejar mimpinya ke UI. Saya ingat betul hari itu, tapi lupa hari apa, pengumuman SIMAK UI…kebetulan beberapa waktu sebelumnya vita sudah bilang kalau ikut simak UI…
“Civita diterima di UI?”
“Enggak..”

Ah, saya lega…akhirnya dia tidak jadi meninggalkan saya, eman-eman kalau harus ditinggalkan sabahat sekeren dia..hoho.
Semuanya berubah saat di dalam kelas, kami duduk bersampingan, lalu dia berbisik.
“Maaf ya Atin, aku diterima.. “

Wwwuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaa…..saat itu di kelas waktu kuliah saya langsung MENANGIS, tangis saya pecah. Civita jadi kebingungan sendiri waktu itu, haha. Saya menangis entah kenapa saya bahagia akhirnya dia bisa kesana, tapi saya bersedih karena akan kehilangan dia…sahabat yang selalu bermimpi besar, bercerita tentang hal-hal yang besar, dan bertekad besar. Entah waktu itu saya menangis kenapa, tapi saya merasa terluka… lepas dari itu Civita sepertinya benar-benar menemukan habitatnya disana, bersama orang-orang keren. Lalu, muncullah cerita itu…tentang eropa… ya dia yang pertama kali menginjakkan kaki di Eropa. Saya kapan ya? Suatu saat nanti saya pun akan kesana. Ini dia orangnya…

—-
Malam ini saya dapat sms dari seorang teman,
“Atin si YAP (nama disamarkan dulu ya…) mau ke Jerman lho sebulan akhir November nanti, dapat tugas belajar dari prodi.”

Biasanya saya selalu nyesek dan tidak terima kalau ada kabar-kabar begituan, tapi entah kenapa mala mini saya jadi sangat bahagia…ya bahagia untuk keberhasilan teman-teman saya. Allah itu super keren sehingga nikmat apapun yang dibagi kepada hambaNya tidak akan ada yang tertukar. Saya yakin teman saya itu telah melakukan banyak hal lain yang tidak saya lalukan, maka dia dapat nikmat super keren ini dari yang maha keren. Selamat dan semangat ya kawan! Aku disini akan selalu bersemangat!

“Akhirnya aku menemukan kembali passion dalam hidupku. Tentang mimpi-mimpi, tentang belajar, tentang keinginan untuk melakukan yang terbaik. Kegalauan kemarin adalah pelajaran berharga”

*terima kasih galau, karenamu aku menyadari telah kehilangan salah satu ruh dalam hidupku…galau, kamu istirahat dulu ya jangan ganggu aku dulu.

6 Comments »