Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kecewa

Dulu aku mengagumi mereka sebagai orang-orang salih yang mampu menjaga aku tetap dalam kebaikan. Hingga pada satu titik aku menemui mereka jauh dari apa yang aku sangka. Cara mereka berkata, cara mereka menyapa, bercanda, membuat aku benci. Cara mereka menertawakan sebuah kesalahan dan menganggap hukuman sebagai sesuatu yang pantas ditertawakan. Entah karena yakin akan diampuni atau karena memang sudah bosan dengan cara hidup yang selama ini kami jalani. Aku benci. Selama ini banyak pesan kebaikan yang mereka titipkan, tapi hari ini aku meragukan mereka. Aku ingin segera pergi dari mereka, ke kehidupan yang lebih tenang seperti seharusnya. Menyenangkan memang, tapi itu mencederai kepercayaan, prasangka positif, dan citra orang-orang yang selama ini aku jadikan teladan.

Hingga, pada akhirnya aku sadar: aku sedang berkaca pada diriku sendiri. Akupun seperti mereka. Akupun bersikap seperti mereka. Aku mempunyai sisi-sisi mereka yang baru saja aku bilang ‘benci’. Maka, ketika aku ingin menyalahkan orang lain, menganggap orang lain lebih buruk, ada baiknya aku berkaca pada diriku sendiri, bisa jadi aku lebih buruk dari yang lain. Maka, tidak ada kata lain yang lebih pantas bagiku selain perbaikan diri.

Seorang muslim adalah cermin bagi muslim yang lain, mungkin itulah yang dimaksudkan rosulullah. Seperti apapun, mereka adalah saudaraku, mereka adalah guru-guru dalam kehidupanku. Akupun pernah menikmati indahnya ukhuwah bersama mereka. Aku menulis sebagian lembar hidupku bersama mereka dan mereka mempunyai sebagian rekaman kehidupanku. Maka aku tidak boleh membenci, karena kami adalah satu tubuh. Bila aku mampu, maka sampaikan apa-apa yang aku anggap benar pada mereka walaupun kebenaran itu belum tentu sama untukku dan untuk mereka. “Jangan kalian saling membenci” sabda Rasulullah seperti dikisahkan Abu Hurairah dalam riwayat Bukhari. “Jangan saling menipu, janganlah kalian saling dengki, jangan saling memutuskan hubungan, dan janganlah sebagian menyerobot akad dagang sebagian yang lain”. “Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”, lanjutnya (HR. Muslim). Meski aku kecewa, pada diriku ataupun saudaraku, selalu ada waktu untuk perbaikan.

Leave a comment »

Hijabmu, Penjagamu

Saya tercengang dengan kalimat teman saya: wanita yang berkerudung lebar dan bercadar pun tidak menjamin baik iman dan akhlaknya. Mungkin imannya baik, tapi bisa jadi tidak dengan akhlaknya, karena dia tidak paham hakekat iman dan ilmu yang dipelajarinya. Kalau ada yang akhlaknya bagus, maka ada dua kemungkinan, dia munafik atau benar-benar beriman. Karena iman dan akhlak adalah dua hal yang satu.
Perkataan yang bagi saya sangat penting untuk direnungkan. Hijab atau jilbab memang tidak menjamin seseorang berakhlak atau beriman baik. Tapi bagi saya memakai hijab siapapun itu seperti apapun bentuk hijabnya adalah sebuah kesediaan untuk tunduk pada aturan Rabbani, lepas dari motivasi duniawinya. Bisa juga wanita yang belum berhijab namun berakhlak baik dipandang jauh lebih terhormat. Apa yang ingin saya garis bawahi disini?
Saya pribadi berpikir bahwa wanita khususnya yang telah berhijab dan umumnya bagi semua sama-sama mempunyai kewajiban untuk meningkatkan kualitas iman dan akhlaknya. Wanita adalah perhiasan dunia, madrasah bagi anak-anaknya dan masyarakat, bahkan bisa menjadi tiang negara dan agama. Maka dari itu dua hal itu sangat penting.
Kita perlu untuk kembali bermuhasabah, apakah hijab kita dan akhlak kita selama ini adalah buah dari iman yang mekar bersemi ataukah suatu bentuk kemunafikan atas nama pujian atau anggapan sebagai wanita yang salehah, astagfirullah.
Seharusnya hijab menjadi sebuah penjaga ketika iman kita tidak mampu menjaga kita dengan sempurna. Ia adalah kebanggaan dan tanggungjawab. Dengan hijab kita menyemerbakkan Islam di dunia. Maka sudah sepantasnya hijab dibarengi dengan kualitas diri mukmin yang baik. Shalat kita, tilawah kita, puasa kita, akhlak kita sudahkah selaras dengan cara hidup seorang mukmim?
Hijab yang kita kenakan adalah angin positif bagi lingkungan, kita lebih mudah mendapatkan kuznudhan dari banyak orang, tapi apakah benar kita sebaik itu? Semua berawal dari iman yang berakar kokoh dan tumbuh dengan akhlak yang kokoh pula.
“ihdinashiratalmustaqiim” setiap hari kita memohon agar ditunjukkan jalan yang lurus. Tapi kebanyakan kita memilih berbelok-belok. Karena jalan lurus itu dipenuhi hal-hal yang tidak menyenangkan. Setidakmenyenangkan apapun, jalan lurus itu menyelamatkan kita.

Leave a comment »

merlion is under renovation! :(

Bagian Singapore adalah bagian yang paling menyakitkan. Kami sampai di Singapore pukul 2 pagi dan diturunkan di sebuah jalan, Beach road. Pas kami datang, pas orang-orang keluar dari pub. Praktis kami disambut rok mini, bau alcohol, dan hal-hal yang baru pertama saya alami. Rencana kami langsung ke Changi, dan ternyata….masih jauh. Krik-krik… kami berjalan tanpa arah dan akhirnya, ada polisi. Dalam hati saya berharap semoga polisi-polisi mau mengantar kami ke Changi. Setelah bernegosiasi, kami hanya disarankan untuk mencari taksi. Baiklah…. Taksi di Singapore pada dini hari dikenakan cas dua kali lipat. No choice. Wuaaaaaaaaaa….uang kami harus hilang secepat ini 😦
Sampai di Changi, sepi… masih pukul set.3 dinihari, kami mencoba tidur, tapi dinginnya bukan main. Alhasil, ngobrol.
Menjelang pagi kami ganti kostum dan menitipkan barang. Tariff penitipan barang lumayan mahal 6 dolar per tas. Tapi tidak ada pilihan lain. then, kami menjelajah Singapore. Hari yang tidak terlalu indah, hujan gerimis dan kadangan lebat sepanjang hari. Banyak rencana yang gagal karena…hujan, dan faktor utamanya capek! Kami hanya mengunjungi KFC, Bugis street, esplanade theatre, marina bay, sentosa island, china town, dan melewati bangunan-bangunan kuno yang indah. Esplanade adalah titik terdekat dengan patung merlion, lambing supremasi pelancong di Singapore. Tapi sampai capek kami berputar-putar, tak kunjung terlihat si imut merlion.
Kami beranikan tanya ke petugas, dan dia pun menjawab:
“unfortunately, Merlion is under renovation.”
“Apa????”
Yasudah, agar tidak terlalu kecewa, kami meluncur ke Sentosa, disana ada patung merlion juga dan tentunya, UNIVERSAL STUDIO, haha, walau cuma di depannya, hehe…
Di Singapore ini kami agak kesulitan mencari makan, hingga pada akhirnya kami mampir ke restoran india, dan makan makanan india. Makanannya berwarna kuning dan rasanya aneh…kunyit semua…hehe
Sisanya, hanya kami habiskan di bandara menunggu pagi yang dingin. Di bandara changi, suhu di luar bandara lebih hangat daripada di dalam bandara. Teman2 memutuskan untuk tidur di McDonals, dan saya… di ruang tunggu. Akhirnya? Pagi-pagi badan pegal-pegal tapi semuanya terbayar karena akhirnya kami akan segera pulang, haha. Kami sangat merindukan rumah. Senyaman-nyamannya di luar negeri, tetap kampung halaman dan keluarga lebih nyaman.

Leave a comment »

O, ini tho Petronas!

Sengaja kami sisipkan dalam perjalanan pulang kami, mampir ke Kuala Lumpur lagi dan Singapore. Untuk apa? Poto di petronas dan Merlion. Itu adalah lambang supremasi para pelancong yang telah mengunjungi kedua negara tersebut. Kuala lumpur kotanya sempit dan mungkin bisa dikelilingi dengan jalan kaki (dalam kondisi sehat dan bugar). Sayangnya perjalanan kami di KL adalah sisa tenaga berhari-hari di Bangkok. Jadi, tahu apa yang kami lakukan?

Yang pertama mencari jalan bukit bintang, mau apa? Foto di jalan bukit bintang itu. Bukit bintang adalah jalan yang menjadi pusat turis-turis jalan-jalan. Ramainya kalau malam hari dan banyak toko di sepanjang jalan. Kami jalan kaki dari puduraya ke bukti bintang, lalu menuju ke menara kembar petronas. Ini adalah satu jalur. Perjalanan ke petronas dapat dikatakan nyaman, ada jembatannya atau lorong begitulah sampai di petronasnya, jadi gak perlu kepanasan.
Pada saat dimana kami seharusnya sudah sampai di petronas, kami bingung, dimana petronasnya, kog malah mall. Hm….agak lama, ada salah satu dari kami yang menengok ke atas, wuaaaaa….. ternyata dari tadi kami memang sudah di petronas, di dalam gedung. Dari dalam gedung kita bisa melihat menara tepat diatas kita. Lalu, kami menghambur keluar dan foto-foto 😀

Selesai foto-foto kami saling bertanya,
“udah ni?”
“iya”
“Cuma begini aja?”
“iya, mau ngapain lagi?”
“naik yuk!”
“80 Ringgit mau? (250ribu)”
“enggaaaakkk….!!”

Lalu, kami pun meluncur ke menara KL, jarak kedua menara ini cukup dekat. hampir sama dengan kesan di petronas, hehe (apalagi bayarnya juga mahal kalo mau naik, jadi ya foto-foto aja). Beginilah piknik ala mahasiswa agak kere, hehe.

Lalu, ngapain lagi. ke masjdi jamek, ada cerita inspiratif disini. Semua turis yang tidak berjilbab wajib mengenakan jubah kalau memasuki masjid. Karena kami penasaran, kami juga pakai jubahnya, hehe. Ada juga turis yang ditawari memakai jilbab. Subhanallah, melihat turis-turis yang memakai jilbab, cantiknya bukan main…benar-benar terlihat cantik. Dan petugas disana akan mulai memberi sedikit tausiiyah tentang jilbab pada para turis. Ide yang bagus!

Nah, para turis juga bebas mengambil banyak leaflet disana, semua leaflrt menjelaskan tentang islam dengan bahasa yang santun dan ringan. Diantara bahasannya adalah islam mencintai alam, penjelasan tentang yesus, keajaiban alquran dan lain-lain. ini adalah sarana dakwah yang baik menurut saya dengan menjadikan islam dan muslim orang-orang yang ramah dan welcome dengan non muslim dna dengan cara yang baik mengenalkan islam .

Sisa hari-hari kami di KL kami habiskan di KFC dan petaling street, hehe. KFC ada di depan puduraya, disana kami bisa makan dan internetan disana, hehe. Petaling street adalah pusat belanja murah turis-turis yang ada di dekat puduraya. Semacam kampong pecinan begitulah…
Sudah ya, KL menurut saya biasa saja, lebih indah Indonesia^^

Leave a comment »