Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tumbuh

image

Lagi seneng lihat mbak nyiapin perlengkapan untuk si mungil yang masih di perut. Sudah 37 minggu, menghitung hari menuju kelahirannya. Insyallah, semoga lahir dengan selamat dan sehat ibu dan anaknya..aamiin..

Pas ngeliat bajunya, masyallah kecil banget. Gak ngebayangin dulu baju saya juga sekecil itu 🙂 sekarang sudah berkali2 lipat besarnya! Alhamdulillah yah, saya tumbuh normal karena baju saya makin besar dan makin besar.

Allah memang super keren. Dari yang kecil mungil 3 kg, tumbuh dengan ijinNya menjadi 57 kg sekarang melalui proses entah apa di dalam tubuh sana ada enzim hormon sel kelenjar dan teman2nya, terlalu rumit untuk dipikirkan oleh orang bahasa seperti saya 🙂 ya jelas, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa dengan begitu pasnya tanpa korslet sedikitpun..Allahu akbar!!

Terima kasih ibu dan bapak yang sudah memelihara anakmu ini sampai sebesar ini, semoga membalas bakti di dunia dan akhirat, aamiin..

Advertisements
Leave a comment »

Menjaga Amanah

Dulu waktu masih undergraduate (berasa tua banget ya hihi, trust me I’m still young, 22!) suka pengen tau ini itu, kepo banget pengen tahu sampe dalem2nya. Dan seringkali berakhir dengan ketidakpuasan karena jawaban dari senior (yang diharapkan bisa menyembuhkan tanda tanya) adalah:

“Adikku, tidak semua hal perlu kamu tau skrg. Nanti kamu akan tau kalau sudah saatnya. Jalankan saja, percaya sama mas2 dan mbak2nya, insyallah kelak kamu akan paham.”

Yah…lalu biasanya saya (dan beberapa teman) akan tetap menjalankannya walau dengan cemberut dan tanda tanya yang belum terjawab.

Ini tentang kepercayaan dan kesabaran. Pertanyaan2 yang dulu sya pertanyakan pada akhirnya terjawab seiring dengan proses yang dijalani. Mungkin kalau dijelaskan saat itu saya akan gagal paham, namun ketika benar2 menjalaninya akhirnya saya bahagia dulu sempat bersabar dan tsiqoh pada pemimpin. Maka pilihlah pemimpin yang baik, yang amanah sehingga kita pun menjalankan tugas kita dengan tenang. Pada akhirnya pun ketika junior bertanya ini itu, saya balik menjawab dengan jawaban yang sama,

“Adikku, tidak semua hal perlu kamu tau skrg. Nanti kamu akan tau kalau sudah saatnya. Jalankan saja, percaya sama mas2 dan mbak2nya, insyallah kelak kamu akan paham.”

Ada hal2 yang sengaja dirahasiakan pada kita, bukan tanpa alasan tentunya, namun pasti punya tujuan. Seseorang yang kita tanyai itu sudah diamanahkan untuk menjaga rahasia itu, hal2 yang belum saatnya kita tau. kalau kita paham bahwa amanah itu harus dijaga, maka ada baiknya kita tidak banyak bertanya. Dengan begitu kita sudah membantu orang lain menjga amanahnya..

Sama seperti misalnya kita kepo banget pengen tau rahasia orang lalu kita berjuang mati2an untuk mendapatkan informasi, sampai mungkin memaksa informan untuk memberikan informasi.. di satu sisi kita membantu si informan untuk tidak amanah menjaga informasi.. jadi kalau informan mengatakan ‘tidak tau’ atau ‘gak pengen cerita’ yasudah menyerahlah, kita sudah menyelamatkan 3 ‘nyawa’ yaitu kita sendiri, informan, dan orang yang kita kepoin..

Kalau masih penasaran juga? Carilah kegiatan yang lebih penting dr kepo mengkepo hihi.. si informan pasti sdh punya pertimbangan juga untuk bilang atau tidak ke kita. Kalau dia pikir ada manfaatnya kita tau insyallah akan dikasih tau. Kalau gak ada manfaatnya ya mending kita mundur saja asal selamat. Belum tentu kita bisa amanah kan… 🙂

Mari saling membantu dalam menjaga amanah, salah satunya dengan tidak mengorek2 informasi dari informan bila dia memang diamanahi untuk merahasiakannya!

Leave a comment »

Menjaga

Semoga Allah menjaga kita, dan kita saling menjaga..

Semoga Allah menguatkan kita, dan kita saling menguatkan..

Semoga Allah memantaskan kita, dan kita terus berbenah memantaskan diri..

Semoga Allah menghebatkan kita, dan kita terus berusaha menjadi lebih hebat..

Semoga Allah memberkahii kita, dan kita terus berjalan kepada ridhoNya..

Cukuplah bagi kita rahmat dan cintaNya..

Bukan hanya setengahnya, bersamamu aku ingin menggenapkan seluruhnya.. mewujudkan cinta dan cita-cita tertinggi, tentangNya..

Kamu. Iya kamu.
Yang ditakdirkan akan membersamai langkah ini, disuatu masa yang telah digariskanNya.

Leave a comment »

When I Love You

Sungguh, selalu tidak kutemukan kata terbaik termegah terhebat untuk memujiNya..
Dia yang sering aku pertanyakan karena kebodohanku. Tapi Dia tetap mendekapku erat hingga akhirnya aku paham, bahwa sebenarnya Dia mengabulkan setiap permintaanku sama persis seperti yang aku minta, disaat yang terbaik, dengan cara yang terbaik. Lebih baik, jauh jauh jauh lebih baik dari yang aku bayangkan..

Dia yang tidak pernah meleset janjiNya, meski kadang aku tak sabar dan banyak mengeluh.. itu karena kurang usahaku, karena retak-retak imanku, karena cacat ibadahku.. dan benar, selangkah saja aku berjalan ke arahnya, seakan hatiku langsung didekapnya makin erat dengan ketenangan, dengan keyakinan.. bersamanya tidak ada gundah. Dia yang selalu sempurna memenuhi janjiNya..

Dia juga pemilik waktu dan takdir yang sempurna, sangat sangat sempurna hingga tak bisa aku menggambarkannya. Dia mempertemukan dan memisahkan, dia memberikan bahagia dan mengujikan sedikit kesedihan dan kesakitan, yang setelahnya selalu diikuti dengan kemudahan-kemudahan. Sungguh, tidak ada yang lebih baik dari Dia..

Ketika aku mencintaiNya,
Aku adalah orang paling paling paling bahagia, damai, dan bersyukur di dunia ini 🙂

Ketika aku mencintaiNya,
Aku menemukan diriku, hidupku, dan matiku..

Leave a comment »

Rabithah kita

Sesungguhnya Engkau tau
Bahwa hati ini tlah berpadu
Berhimpun dalam naungan cintaMu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syariat dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahyaMu
Yang tiada pernah padam
Ya Rabbi, bimbinglah kami..
Lapangkanlah dada kami
Dengan karunia iman
Dan indahnya tawakal padaMu
Hidupkan dengan makrifatMu
Matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Allah,
Sebaik-baik penjaga
Tempat kita berpasrah
Yang akan menyampaikan kita pada mimpi2.. disuatu waktu yang telah ditetapkanNya.

Leave a comment »

Serunya 17an di kampung

Dulu waktu saya kecil, momen2 17 Agustusan cukup dinanti, yaitu lomba2nya dan panggung gembiranya seru sekali semua warga tumplek bleg di lapangan ikut aneka lomba dan ada panggung gembira di rumah warga. Dulu saya suka ikut tampil juga lho, nari kelinci sama nyanyi *hehe, info tidak penting*. Tapi, itu dulu sekali waktu saya masih berani tampil begituan..waktu SD kayaknya..

Setelah beberapa tahun berlalu, melewati 17an (Agustus) dalam diam (gak ada rame2an), akhirnya tahun ini di kampung saya ada rame2an lagi, lomba2 yang seru antar RT. Ada pertandingan sepak bola ibu-ibu, terus bapak-bapak pake daster, terus buat yg remaja-remaja juga. Ada juga lomba aneh-aneh: merias wajah dengan mata tertutup, joget berpasangan, masukin pensil ke botol dan sejenisnya. Semuanya bahagia 🙂 *termasuk om saya karena dagangan di tokonya ludes buat hadiah lomba, alhamdulillah ya berkah 17an hehe..

image

image

image

image

Jarang melihat warga bisa berkumpul begini, tertawa bersama-sama, seru-seruan bareng dari mulai anak2, ibu2, bapak2, sampe embah2nya. Yang sedang suntuk jadi tertawa-tawa, yang sedang sedih jadi ikut bahagia juga..

image

Tapi, tapi, selain seru-seruan, tercipta kebersamaan dan kerjasama antarwarga ada juga sisi yang -menurut saya- cukup aneh. Ibu2 pada ikutan lomba sepak bola dan joget (dan itu dilihatin para warga) hm hm hm..gimana ya kasian..kenapa yang ikut lomba ndak anak2 sama remaja aja (dan yang cowok aja) hihi. Tapi inilah adanya, kehidupan masyarakat yang plural dengan pemahamannya.. istilahnya saat ini sedang ‘membangun kembali’ yang penting dibangun dulu kebersamaan, kepedulian, dan kerjasamanya, selanjutnya tinggal diarahkan kesana dan kesana insyallah…perjalanan masih panjang 🙂 *mulai memikirkan strategi*

Saat ini juga, belum bisa berbuat banyak termasuk membantu teknis panitia 😦 memang sebaiknya usia kita sudah berperan aktif di masyarakat supaya kelak lebih siap ketika benar2 ‘dihitung’ sbg anggota masyarakat (kalau sudah berkeluarga).

Alhamdulilah..semoga kebersamaan, kepedulian, dan kerjasama tetap terjaga dan bisa terus berjalan ke arah yang lebih baik, aamiin…

Leave a comment »

Mengabdi

Akhir2 ini sedang heboh dengan kata “mengabdi”. Teman2 penerima beasiswa unggulan sedang heboh setelah pengumuman penempatan, dan…jauh-jauh euy. Saya? Bismillah, sekarang fokus kuliah, menyelesaikan kuliah, dan mengurus pengabdian. Mengurus? Insyallah, bismillah saya optimis bisa kembali ke solo. Solo? Iya solo, tidak harus UNS juga. Bismillah, semoga Allah memudahkan, aamiin 🙂

Bicara tentang pengabdian, memang Indonesia sedang membutuhkan orang2 yang mau mengabdi, demi pemerataan pembangunan. Banyak program yang dicanangkan dalam hal ini, misalnya Indonesia Mengajar, Sekolah Guru Indonesia, dan tentunya beasiswa unggulan. Ada lagi, SM3T, sarjana mengajar di daerah terdepan, terluar, tertinggal (kalo ndak salah semacam itulah). Tahun lalu, salah satu teman saya, Diaz Hasan Hutomo, dikirim ke Gayo Lues di Aceh sana untuk mengabdi selama setahun. Kalo melihat ceritanya disana sepertinya menyenangkan sekali, mengajar anak2 di pedalaman, ke sekolah harus lewat sungai2, dan waktu itu dia ngasih lihat foto di atas jembatan kayu yang ‘indah’, model2 jadul begitulah.. menyatu dengan alam, melihat mimpi2 anak2 indonesia dari dekat. Tapi susahnya kalo dihubungi jangan harap seminggu dua minggu dibalas, krn ndak ada sinyal apapun katanya, jadi harus ke ‘kota’. Saya tidak bisa membayangkan kotanya seperti apa ya?hehe. Yang pasti, pengabdian itu kalo kata pak anies baswedan: setahun mengabdi, selamanya menginspirasi. Wah, amal jariyah… 🙂

Ternyata program SM3T ini menarik banyak peminat. Salah satunya teman saya, Wahdatun Nikmah, yang sudah lolos seleksi dan siap berangkat bulan depan, heuheu.. tapi dia belum tau dimana akan ditempatkan, antara Aceh, Flores, Kalimantan, atau Papua. Semoga lancar dan berkah ya ukhty :). Sebelum diasingkan kesana, kemarin pas ketemu sempat foto dulu…

Nikmah adalah salah satu sahabat saya yang telah melewati suka duka galau bersama. Yg paling membekas adalah waktu saya ‘memarahi’ nikmah di kosnya. Setelah dijelaskan, ternyata saya yang alay dan tidak mencerna informasi dengan baik. Malu sendiri, dan akhirya minta maaflah saya dengan malunya.. benar2 pelajaran berharga untuk tidak reaktif, tapi proaktif.

Ternyata virus mengabdi untuk Indonesia juga menjangkiti mereka yang belum lulus. Salah satunya adik saya Sudarwati yang sejak sekarang sudah ancang2 untuk mengikuti jejak mbaknya, mbak nikmah, hehe.. semoga semakin banyak lahan dakwah dan menuliskan jejak di masa depan, dengan cara masing2, salah satunya dengan mengabdi. Insyallah. Bakalan kangen juga sama adik ini, yang kalo ketemu minta dipeluk, yang sering saya suruh2 dan saya buat bingung hehe, suka cemberut tapi sangat peduli.. semoga skripsinya lancar dan segera menyapa Indonesia lebih dekat..aamiin..

Aaaaa..dimanapun semoga kita bisa menjalankan peran dengan baik.

Leave a comment »

Ruhiyah

Ketika hati gundah dan gelisah,  jangan perpanjang kegalauan…jawaban dari gundah dan gelisah itu akan tetap sama: ruhiyah.
Bersama Allah tidak ada gundah, gelisah 🙂

image

Leave a comment »

Hujan, pagi, dan mimpi

Aku jatuh cinta pada hujan, lama sekali sejak saat itu hingga sekarang. hujan itu berkah, lalu doa-doa terlantun menuju ke langit. Hujan itu mesra, rintiknya membawa cerita.

Aku jatuh cinta pada pagi. Ketika matahari belum bangun, ketika hening memenuhi bumi. Saat itu, banyak doa-doa teruntai ke langit. Orang-orang bermunajat. Pagi itu, sulit didefinisikan…tenang, damai, penuh cinta.

Aku jatuh cinta pada mimpi. Bagaimana semangatnya memampukan banyak manusia melebihi yang dikira. Dia juga mendekatkan pada Sang Penentu, melalui kepasarahannya.

Dan kelak aku akan jatuh cinta padanya, utuh. Dia. Yang selalu diceritakan oleh hujan, yang terangkai dalam doa-doaku, sejak lama sekali, bahkan meskipun aku belum mengenalnya, belum tau siapa yang kelak akan menjadi dirinya. Dia adalah pagi, yang tenang, damai dan penuh cinta. Dan dia adalah mimpi itu. Sudah, kehabisan kata. Semoga kami memanjatkan doa yang sama setiap hujan turun, setiap pagi menyapa, setiap pikiran tentang mimpi memenuhi kepala. Semoga tetap bisa terjaga sampai saatnya tiba..

image

Leave a comment »

Hadist arbain yang pertama

Ingat tidak? Kurang lebih begini,

Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat seperti yang dia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan rasulNya maka baginya Allah dan rasulNya. Dan barangsiapa berhijrah karena harta atau wanita yang ingin dinikahinya, maka baginya apa yang dia niatkan.

Itulah…besarnya pengaruh niat dalam perbuatan kita. Mari ditata lagi. Jangan sampai hijrahnya kita (baca: upaya menjadi lebih baik) karena motif2 dunia, ingin kekayaan atau ingin menikah dengan seseorang misalnya. Setiap yang kita niatkan untuk selain Allah akan berakhir kecewa. Dalam urusan menikah misalnya, bukan masalah kita akan menikah dengan siapa, urusan kita adalah berusaha menjadi baik bagi siapapun yang kelak ditakdirkan untuk kita. Dalam urusan kekayaan misalnya, bukan masalah kita akan jadi sekaya apa, urusan kita adalah berusaha mengkayakan diri dengan usaha-usaha yang halal dan diridhoi. Selain itu, perubahan yang tidak diniati untuk Allah bisa jadi tidak akan tahan lama..

Ada sebuah cerita dari teman baru saya yang sangat welcome untuk berbagi kisah hidupnya,

“Dulu pas masih sama dia (baca: ‘calon’ suaminya) aku gak pernah pake kerudung segini (menunjuk kerudungnya) dan selalu pake manset.”
“Lah dulu seberapa?”
“Minimal segini (menunjuk posisi yang lebih panjang dari kerudung yang dipakai sekarang)”
“Terus kenapa bisa jadi segitu sekarang?”
“Haha, itulah nduk, kalo berubah itu jangan karena manusia, tapi karena Allah.”
“Hyyyaahh…berarti dulu berubahnya karena dia dong?”
“Hehe… sudahlah. Sekarang kakak, lagi menata hati lagi, pengen bener2 berubah, mendekat pada Allah, gak mau lagi melakukan kesalahan yang sama. Termasuk memperbaiki hijab lagi, pengen bener2 murni dari hati”
“Okay… semangat kak!”
“Untung segera sadar. Setelah menyesal sekarang cuma pengen memperbaiki diri terus saja, tapi aku juga bersyukur setidaknya selama sama dia aku jadi belajar banyak tentang agama, jadi membiasakan diri melakukan ibadah2 sunnah…pokoknya tetep alhamdulillah deh… ”

Jadi, pelajaran apa yang bisa diambil?
Pertama, kalau niatnya bukan karena Allah maka seiring dengan hilangnya yang kita niati bisa jadi kita juga meninggalkan perbaikan diri.
Kedua, dalam setiap peristiwa selalu ada hikmah yang bisa diambil
Ketiga, setiap orang bisa berubah..setiap orang bisa melakukan kesalahan namun juga sangat bisa melakukan perbaikan. Kadang ada orang yang susah menerima masa lalu orang lain, namun bagi saya yang penting adalah masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu bagaimanapun sudah berlalu, tapi masa sekarang dan masa depan masih sangat bisa diperbaiki.. jangan hanya bisa menjadi orang yang mengutuki masa lalu orang lain (atau juga masa lalu sendiri) namun gandenglah agar bisa bersama2 terus dalam keistiqomahan…supaya tidak terulang lagi kesalahan.

Sudah ya, damai…damai…
Mari memperbaiki niat kembali 🙂

Leave a comment »