Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Hidayah

Copy-paste dari status facebook:
“Seperti rezeki, Allah memberikan
hidayah dari arah mana saja dengan
cara yang tidak disangka, dari
orang atau keadaan yang
seringkali tidak diduga
sebelumnya… dengan skenario
apapun, semuanya indah 🙂 ”

Hidayah itu sepenuhnya hak prerogatif Allah. Kita manusia hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk menjemput hidayah atau menjadi perantara hidayah bagi orang lain..kapan waktunya mendapatkan hidayah, dengan cara apa, dari siapa, dan dimana itu juga sudah diatur oleh Allah.. berarti kita santai2 aja dong, nanti juga datang sendiri (hehe, yaudah kalo gitu ga usah maka aja, kalo jatahnya dapet rejeki juga kenyang sendiri. Heeeyy..bahkan untuk kenyang pun perlu usaha, paling mudahnya mengunyah, menelan dll…). Intinya semua perlu usaha dan niatan dari kita. Dengan berusaha kita akan membuka tabir takdir kita, kalau gak usaha ya gitu2 aja, jadilah pula itu takdir kita. Sayang banget kalo hidup kita yang begitu banyak diberkahi Allah ini tidak diimbangi dengan penghambaan yang penuh. Malu.

Yakin Allah akan memberikan hidayah suatu saat dengan skenarioNya yang indah. Hidup ini esensinya hanya menghamba pada Allah, sampai kita mati, sampai dengan pertemuan kembali denganNya. Mengingat hidup ini banyak godaan, maka sudah sewajarnya kita terus berusaha agar bisa istiqomah…

Cerita tetang hidayah, kadang hidayah datang dengan sendirinya, kadang melalui usaha berdarah-darah. Kadang begitu dekat, kadang jauh sekali. Kadang kita berusaha sekuat tenaga kadang tiba2 di depan mata.

Saya orangnya males pake manset tangan karena menurut saya toh aman gak kebuka juga tangannya (walo tetep aja kadang kelihatan) huhu, tapi saya blm dapet hidayah hingga saya melihat adik tingkat, kerudungnya lebar rapi dan teduh wajahnya dan dia memakai manset! Sungguh tak terhitung saya melihat akhwat yang rajin pake manset, tapi baru kali ini saya tertampar2, entahlah perasaan itu muncul begitu saja dan saya langsung berazam untuk istiqomah insyallah…harus bisa! Cerita lain Reni, dia sekarang bekerja di ibnu abbas klaten! Tempat yang entah kenapa sering saya rindukan suasananya. Saya belum pernah kesana tapi sudah terbayang2 ada diantara murid2 penghafal quran..pasti teduh. Dan itu yang selalu diceritakan oleh reni setiap hari, dan saya iri sekali. Reni sering bercerita tentang betapa damai hidup disana. Ibnu abbas yang sudah lama saya rindukan, ternyata reni yang mendapatkan. Dan…yang lebih keren adalah waktu reni bilang: KAYAKNYA AKU HARUS NGELEBARIN JILBAB DEH, AKU MAU PAKE KERUDUNG YANG LEBIH TEBEL. Subhanallah saya sangat terharu, empat tahun bergaul dengannya tidak pernah sekalipun saya berani menyinggung tentang jilbabnya yang sebaiknya lebih panjang, ternyata Allah memberikan hidayah itu lewat jalan lain. Hidayah yang bertubi2 bagi reni dan saya. Kog saya ikut2an? Iya, mendengar reni yang berazam untuk perbaikan, saya jadi lebih termotivasi. Tahu reni terancam ikut2an menghafal quran, saya pun ikut termotivasi. Dan tahu reni sekarang memanjangkan jilbabnya, saya pun bertekad memperbaiki hijab saya. Begitulah…reni menjadi sarana hidayah bagi saya alhamdulillah..

Sekarang perbincangan kami lebih bermutu, bukan lagi soal luar negeri atau orkestar trio, tapi “eh, sudah adzan isyak ayo solat dulu.kita harus mendahulukan Allah sebelum yang lain.” atau begini, “gue lagi dijalan mau pulang, tapi udah mau masuk waktu solat jadi gue bhenti dulu di masjid”

Alhamdulillah, terima kasih tak terhingga pada Sang pemberi hidayah… tuntunlah kami menujuMu..

Leave a comment »

Khusnudzan

Waktu itu tertohok sekali pas baca buku yang ada kalimatnya kurang lebih begini, “ketika kita berdoa dengan sangat khusyuk, maka hati-hatilah, doa yang khusyuk itu bisa jadi karena keyakinanmu yang besar pada Allah, tapi disaat yang sama bisa jadi kamu sedang meragukan kebessaranNya, sehingga doamu begitu dalam, begitu takut…takut kalau sampai tidak dikabulkan.”

Rasanya langsung jleb!!! Tertampar-tampar betapa sering diri ini meragukan kekuasaanNya, meragukan apakah doa2 yang dipanjatkan akan dikabulkan, meragukan apakah hari esok akan berjalan dengan lancar… astagfirullah. Kurang terangkah janji Allah bahwa dia mengabulkan doa orang2 yang berdoa. Dan lagi, Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya.. kenapa kita masih sering ragu…bila masih ada ragu, maka lihat pada diri sendiri, sudah benarkah akidah kita, sudah benarkah ikhtiar kita, sudah luruskah niat kita?

Setan mengambil jalan yang bagus, seakan2 kita sedang dalam ketaatan yang dipuncak dengan ibadah2 khusyuk kita, tapi bisa jadi kita sedang ditipu oleh ketakukan2 tentang masa depan, tentang hari esok, dan lain-lain.

Semoga ibadah2 kita dan kekhusyukan yang kita usahakan itu semata2 hanya karena Allah, karena kecintaan kita pada Allah, karena kerinduan kita akan pertemuan termegah denganNya kelak.

Leave a comment »

Bersiap!

Untuk yang ingin jadi ibu rumah tangga, siapkan skillnya dari sekarang. Jadi ibu rumah tangga yang luar biasa. Menjadi ibu rumah tangga it sebuah kebanggaan, apalagi bila berhasil mendidik anak2nya dan mendampingi suami sampai sukses semuanya. Maka menjadi ibu rumah tangga bukan melulu soal bisa masak, mencuci piring atau baju, setrika dan bersih2 rumah (ibu rumah tangga bukan pembantu lho ya hihi) tapi menjadi ibu yang multitalented, ngatur rumah oke, melayani dan mendampingi suami oke, mendidik anak2 oke, dan pergaulan di masyarakat juga oke…jadi skill apa aja yang perlu disiapkan? Manajemen. Manajemen apa? Semuanya. Hehe…

Untuk yang mau berkarir, perlu disiapkan juga akan sampai jenjang apa mengejar karir?bagaimana step2nya, dan bagaimana menyesuaikan diri agar seiring sejalan dengan peran sebagai teladan bagi anak2 dan pengayom bagi suami. Jangan sampai karir gemilang tidak diikuti dengan anak2 yg gemilang pula. Bicara tentang anak2 yg gemilang, ini bukan soal nilai rapor yang selalu bagus dan kuliah di kampus bergengsi atau diluar negeri. Anak yang gemilang itu yang terbangun ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyahnya. Anak yang pintar secara intelektual, emosional, dan spiritual. Untuk itu tidak bisa pendidikan anak diserahkan ke lembaga pendidikan, pondasinya harus kuat dulu, yaitu dalam lembaga keluarga. Kebutuhan akan kasih sayang, perhatian, hingga guyonan2 tidak penting menjadi penting bagi anak2 kita kelak. Bila kelak dia ditanya siapa idolanya, setelah rasulullah semoga itu adalah sosok ayah dan bundanya!

Karena kata orang masa depan itu dimulai dari sekarang, maka mari kita siapkan diri sejak sekarang. Mau jadi ibu seperti apa kita kelak? Ingin seperti apa peran kita? Dan skill apa saja yang perlu kita asah mulai sekarang.

Apakah tidak terlalu cepat? Semoga tidak, karena jodoh itu ditangan Allah jadi siapa tau besok atau minggu depan atau bulan depan atau tahun depan jodoh kita datang…

Leave a comment »

Akan tiba saatnya!

Akan tiba saatnya ketika buah mangga sedap disantap, kalau sudah masak. Ada saatnya ketika kita bisa berkendara dengan nyaman, kalau sudah 17 tahun dan punya sim. Ada juga saat terbaik mengunjungi sikunir untuk melihat golden sunrise, ya pas musim kemarau. Kalau sekarang mangga depan rumah baru berbunga dan musim masih pancaroba, maka pilihannya adalah bersabar sampai saatnya tiba, saat terbaik untuk menikmatinya. Dalam masa menunggu itu gak mungkin kan kita diem aja dibawah pohon mangga ato ngecamp di sikunir, kita selalu punya banyak pilihan untuk menghasilkan kerja nyata sembari menunggu 🙂

Dulu saya bermimpi kuliah di UGM, ternyata Allah membawa saya ke UNS. Tapi akhirnya saya paham bahwa saat terbaik saya kuliah di UGM adalah ketika S2, bukan S1 dulu hehe. Juga banyak hal lain yang selalu membuat saya kagum betapa Allah mengatur waktu2 terbaik bagi hambaNya. Sekarang saya mulai dapat memahami kenapa, misalnya, saya dekat dengan dinda di akhir2 kuliah, kenapa diijinkan ke taiwan bulan april, kenapa kenal para seonsaengnim di S2, dan kenapa dipertemukan dan dipisahkan dengan orang2  pada waktu2 itu, dan kenapa2 yanh lain.

Selalu ada alasan untuk menunggu dengan sabar, karena insyallah saatnya (yang terbaik) akan tiba.

Yang terpenting akan tiba saatnya kelak kita berpisah dengan jasad, kembali kepada sang pencipta…saat itu pasti akan tiba, kita semua sedang menunggu. Tapi bukan menunggu dengan berpangku tangan. Kita sedang menggarap ladang masing2 dan kelak kita mati, saat itulah kita akan memanen hasil garapan kita. Kapan? Tidak ada yang tahu, maka tidak ada alasan untuk berhenti bekerja… semoga saatnya akan tiba, istirahat yang sebenarnya, ketika kaki melangkah ke jannah…aamiin…

Leave a comment »

They say love…

Suatu hari saya dapet wejangan dari kakak tingkat “atin, adikku, kelak kamu menikahlah dengan orang yang paling kamu cintai.”

Lalu saya menjawab,
“Saya akan mencintai dengan sepenuhnya orang yang menikah dengan saya.karena menikah itu bukan semata2 soal cinta, tapi soal komitmen. Perjanjian atas nama Allah untuk tidak hanya saling mencintai tapi juga menjaga, mengingatkan,  menguatkan, membahagiakan dan menyelamatkan dunia dan akhirat. Jadi dasarnya harusnya akidah. Saya ingin menikah dengan seseorang yang dipilihkan Allah untuk saya, kalo yang milihin Allah nanti Allah juga yang akan menumbuhkan cinta dan selanjutnya dan selanjutnya.”

Lalu dia berkomentar,
“Baiklah, terserah kamu saja kalau yakinmu begitu.”

Sampai sekarang pendapat saya itu masih banyak dianggap tabu, katanya “gak semudah itu nduk…” memang bisa jadi sulit dinalar dengan akal manusia, tapi tidak ada yang sulit bagi Allah.

Sebagai penutup, sebuah pesan dari kakak yang lain (yah..sebagai makhluk termuda di kelas jadi punya banyak kakak hehe), if we prioritize Allah then Allah will prioritize us for sure! Jadi, niatkan semuanya (termasuk cinta dan pernikahan) untuk Allah dan biarkan Allah yang mengatur semuanya 🙂 wallahu a’lam

Leave a comment »

Surat surat dari masa lalu

Pas lagi bersihin lemari nemu sebuah kotak ajaib. Kotak dimana saya menyimpan benda2 ‘berharga’ saya selama SMP. Ada perlengkapan pramuka, buku diary (waktu itu msh jaman banget buku diary hehe), dan surat2 dari teman2 lama… terbanglah angan2 saya ke jaman dulu.

Dulu belum ada handphone (udah ding tapi baru bapak yg punya), blm ada email apalagi facebook. Nah saya punya beberapa sahabat pena (perasaan jadul banget ya istilah itu hehe). Pas saya baca surat2 dari teman saya dan tulisan2 di diary jadi ngakak2 sendiri, gaya bahasa kami alay sekali, gaya2an pake bahasa inggris yang salah (bisa dijadikan bahan tesis mungkin), trus yang kami bicarakan itu msh innocent banget, soal ulang tahun, dapet rangking di kelas, ikutan kemah, naik kelas, main ke suatu tempat dan gak ketinggalan cerita soal gebetan…haha, ini nih yg kelihatan paling alay…gak penting banget anak SMP ngomongin cinta2an, tapi waktu itu berasa udah serius banget! Astagfirullah…alhamdulilah Allah kemudian memberi hidayah dan mengijinkan saya bergaul dgn teman2 yang baik sehingga tidak salah jalan, alhamdulillah…

Membaca surat2 dari masa lalu itu seperti membuka kembali sejarah hidup, mengambil pelajaran, dan bisa jadi refleksi seperti apa kita dulu dan seperti apa sekarang. Semoga yang ada hanya perbaikan, aamiin…

Teringat sahabat2 pena: ratna, renita, rias, nikent, anang, teguh, dewi…apa kabar ya mereka sekarang?hehe

Leave a comment »

On time mulai dari diri sendiri :)

Ingat salah satu muwashofat tentang menjaga waktu? Ini nih yang kadang atau seringkali diabaikan oleh kebanyakan orang termasuk mereka yang digelari kader dakwah. Kadang saya melihat kesengajaan untuk telat, atau tidak ada upaya serius untuk bisa tepat waktu. Kalo dalam acara malah sudah ada pemakluman bahwa acara akan molor. Maka semuanya sudah bisa memperkirakan saat terbaik untuk datang yaitu telat sekian menit atau sekian jam dari undangan. Baguslah kalau begitu maka cita2 menjaga waktu ternoda sudah. Ini kalo ada unsur kesengajaan lho ya…kalo emang ada halangan ya itu diluar kuasa kita manusia. Kasihan mereka yang suka onitme dan bersungguh2 menjaga waktunya, berarti secara tidak langsung kita sudah mendholimi orang lain mereka yang sengaja telat. Semuanya mulai dari diri sendiri.  Sudah selayaknya para kader dakwah menjadi teladan termasuk dalam waktu ini, maka mari mulai dari diri sendiri.

Sedikit curhat, orang2 yang menginspirasi saya untuk selalu ontime adalah para murabbi saya sejak dulu hingga sekarang. Mereka seringkali harus menunggu kami2 yang suka telat hihi…

Yuk berusaha menjaga waktu dengan ontime.pilihannya ada dua, kalo kita ontime maka kita kemungkinan akan didholimi, tapi kalo kita nelat kemungkinan akan mendholimi. Pilih mana? Kalau saya mending sama2 berusaha ontime supaya waktu kita semua lebih terjaga dan produktif.

Leave a comment »