Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Saudaraku disana…

Allah…
Selemah-lemah imanku ini hingga hanya doa yang terangkum untuk mereka, saudara-saudaraku seiman yang sedang dianiaya

Di malam 21 ramadhan ini, saat kami sedang asyik bersua dengan akhir ramadhan, mereka sedang berjuang dan mempertaruhkan nyawa.. demi kebenaran yang sebentar lagi akan terbuka. Sebentar lagi..

Aku, tak bisa membayangkan, tilawah ditengah ancaman, bukan sekedar hinaan atau teriakan memekak. Mereka saudaraku..terancam kematian, pembantaian. Kata-kataku bahkan tak bisa lagi rapih. Pikirku kesana kemari..malu, bila sampai kalah berlomba dengan mereka. Iri, karena mereka insyallah terancam syahid, ancaman yang didamba setiap manusia. Takut, bila aku tidak cukup bersyukur selama ini. Bangga, bahwa kebenaran masih dipeluk pembela-pembelanya..

Allah, kuatkan..

Advertisements
1 Comment »

:(

miris. ketika Allah dan akidah ‘dijual’
dengan harga yang tidak seberapa.
sebegitu tidak berharganya kah
kampung akhirat yang dijanjikan
itu.ketika orang2 berlari mengejar
hidayah, sebagian melangkah
meninggalkanya demi secuil
kehidupan dunia yang menipu…
hidup cuma sekali, dan kampung
akhirat itu abadi. bisakah kita
membayangkan dimana ujung
‘keabadian’ itu? islam telah
membebaskan kita, kenapa masih
ada yang suka membelenggu diri dan
meragukan Allah, yang rahmatNya
selalu sempurna…

Leave a comment »

You’ve grown up.

image

Selamat ulang tahun kakak-kakakku, belum genap kebersamaan kita setahun, tidak terasa sudah begitu banyak yang kita alami. Kita saling belajar, saling bercermin.. kalian menasehatiku, menginspirasi, menyemangati.

Ingat kata-kata ini: udah…jangan galau lagi!

Juga ini: atin tetap semangat dan jaga kesehatan ya!

Kalian sosok-sosok dewasa (yah walo kadang ketahuan juga galaunya) yang menjadi guru, kakak, dan teman yang baik…mengisi hariku menuju dewasa, sama seperti teman-teman yang lain juga, ketika kita harus memasuki lingkungan yang sama sekali baru.

Semoga bertambahnya usia semakin memantapkan langkah kalian kedepan, semoga tetap istiqomah dan sukses dunia akhirat…semoga segera terbang ke korea dan belanda πŸ™‚ aamiin..

Leave a comment »

Arti

pertemuan singkat yang dalam…
entah kapan kita akan
dipertemukan kembali, hanya Allah
yang tahu. bila aku rindu, akan
kupandang langit… bahwa dirimu
juga sedang memandang langit
yang sama, tengah berbisik mesra
padaNya… dimanapun kita, semoga
selalu berjalan ke tujuan yang
sama… disana semoga kita semua
dipertemukan kembali. semoga
rabithah selalu ikatkan hati-hati
kita… meski ribuan kilometer
pisahkan kita, meski dunia dibalik
jendela kita sudah jauh berbeda,
meski musim-musim tak lagi sama… πŸ™‚

*edisi ditinggal murabbi ke jepang..

Leave a comment »

Tenang…

ketenangan itu penting sekali,
banyak yang salah bertindak,
berucap, berprasangka karena
reaktif, tergesa-gesa, dan tidak
sabar… saran andalan: tenang
dulu, pikirkan baik-baik 2-3 hari
kedepan dan minta saran
padaNya… kalau masih galau juga
baru kita ambil tindakan πŸ™‚

Leave a comment »

Amanah itu gak akan nyasar

Ingin memulai postingan ini dengan beberapa quotes:

*kalau kamu tidak ingin kotor oleh lumpur, jangan bermain-main di lumpur…karena sesunggugnya disana akan selalu ada amanah, akan selalu berlelah-lelah

*amanah itu datangnya dari Allah dan Allah pula yang akan memberikan kekuatan pada kita untuk mengembannya

*amanah itu bukan itu diterima atau ditolak, tapi untuk dijalankan atau tidak dijalankan

Okay, tentunya tidak ada orang yang meminta diembankan amanah kepada dirinya (eh tapi kalo sekarang banyak yang meminta amanah ding :).. ) karena mengemban amanah itu -menjadi pemimpin- amat berat tanggungjawabnya baik di dunia maupun di akhirat. Namun, sudah sunnatullah bahwa hidup kita akan senantiasa diembankan amanah padanya. Misalnya, hidup kita ini adalah amanah, berikut juga kesehatan, mata, telinga, keluarga, bahkan akidah karena nyatanya tidak semua orang diberikan hal itu. Konsekuensinya, semua amanah itu harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya dan kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Tentulah, setiap amanah yang dibebankan kepada kita itu telah diijinkan oleh Allah, artinya atas sepengetahuan dan kehendak Allah. Insyallah gak akan nyasar. Lha wong daun ya jatuh aja atas ijin dan sepengetahuan Allah, apalagi amanah yang diembankan kepada manusia. Bisa jadi, amanah itu diembankan kepada kita melalui perantara atasan atau qiyadah kita. Lalu bagaimana? Sami’na wa atha’na πŸ™‚ insyallah bila Allah yang menjadi niat awal dan tujuannya, Dia pulalah yang akan membimbing dan menjaga kita dalam mengembannya. Berbaik sangka pada Allah, bahwa amanah itu diembankan kepada seseorang (kita) tentunya sudah melewati pertimbangan panjang.

Bila amanah itu bukan untuk kita, maka tentulah Allah akan memilihkan jalannya untuk tidak (jadi) sampai kepada kita. Percaya bahwa amanah itu datangnya dri Allah dan dariNya lah kekuatan untuk mengembannya, bila kita orang2 yang berpasrah padaNya.

Wallahualam.

Leave a comment »

Treatment dari Allah :)

Pernah dengar kata-kata yang kurang lebihΒ  begini?

“Jangan minta diringankan amanah, tapi mintalah pundak yang lebih kuat untuk mengembannya”

Atau yang ini,

“Kita meminta agar menjadi orang yang sabar dan tabah, maka melalui ujian dan cobaanlah kita belajar menjadi sabar dan tabah”

Artinya apa? Artinya Allah tidak selalu memberikan sesuatu jreenggg sesuai dengan yang kita minta. Allah mengajari kita bagimana mendapatkan sesuatu. Lagian ya, kalau kita tidak pernah diuji atau diberi cobaan, bagaimana kita bisa mendefinisikan sabar itu coba? Ya, Allah memberikan kita sarana, memberi kail agar kita berusaha..dengan begitu kita akan mengerti lebih dalam, insyallah.

Sama halnya dengan analogi berikut ini. Saya orang yang teledor, maka saya minta supaya diberikan teman2 yang telaten supaya bisa saling melengkapi. Seringnya Allah mempertemukan saya dengan orang2 yang sama teledornya bahkan kadang lebih parah..karena ketemu orang2 yang teledor juga akhirnya saya belajar menjadi orang yang lebih teliti karena saya tidak bisa bergantung pada orang lain yang sama-sama teledor juga. Dan treatment ini berhasil. Kalau bersama orang2 yang teliti iya saya selamat, tapi saya jadi tidak belajar sebagaimana kalau saya bersama orang2 yg sama2 teledor. Contoh lain, saya orangnya perfeksionis sehingga saya tidak suka bekerjasama dengan orang2 yang santai-santai dalam bekerja. Kenyataannya saya sering juga berpartner dengan teman2 yang nyantai parah…lalu bagaimana? Tetap ada pelajaran yang bisa diambil, bagaimana kita menghargai orang lain, berkompromi dengan ritme orang lain dan menurunkan ego, memandang sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan lain-lain. Walaupun terkadang hasil kerja tidak sesuai keinginan, tapi setidaknya saya belajar sesuatu hal yang baru.

Dengan siapapun Allah mempertemukan kita, kapanpun dan dimanapun, semuanya mempunyai tujuan…tidak ada yang sia2. Kalau kita dipertemukan dengan orang2 yang sesuai keinginan kita maka bersyukur sekali, kalau kita dipertemukan dengan orang2 yang tidak sesuai keinginan maka berbaik sangkalah karena pasti ada hal2 ingin diajarkan Allah kepada kita, ada hikmah yang ingin disampaikan.

Wallaualam.

Leave a comment »

Teladan

Tindakan itu selalu lebih dari perkataan. Tidak selalu yang mampu dikatakan itu juga mampu dilakukan, tapi apa-apa yang sudah dilakukan cukuplah menjadi bukti.

Itulah yang dilakukan poros lingkaran kami, beliau sering sekali memberikan teladan2 tanpa perlu berkata lebih. Beliau selalu datang lebih awal dari kami, menunggu kami yang masih sibuk kesana kemari. Kalau ada yang ulang tahun, beliau yang lebih dulu mengucapkan selamat dan memberikan hadiah. Kalau ada teman kami yang tidak melingkar maka seringkali beliaulah yang mencari informasi sedangkan kami berhenti pada kata tidak tahu, tidak konfirmasi, tidak balas sms. Ketika bulan ramadhan tiba…beliau yang membawakan kami makanan untuk berbuka. Dengan sikap-sikap beliau itu, kami hanya bisa menghela nafas panjang…tertohok 😦

Kalau cuma mengatakan tentang urgensi menjaga waktu semua orang bisa, tapi kalau memberikan contoh nyata belum tentu. Kalau memberitahu kami tentang keutamaan saling memberi hadiah, maka kami hanya akan mengangguk-anggukkan kepala dan menjadikannya pengetahuan. Tapi, dengan memberikan contoh nyata kepada kami, bukan hanya kami mengangguk tapi menunduk dalam dan semakin termotivasi. Kalau menasehatkan untuk saling menjaga, mengingatkan, memberikan perhatian semua juga bisa, tapi dengan memberikan contohnya nyata, rasanya akan berbeda.

Indah. Ketika kita tidak hanya bisa mengatakan kebaikan, tapi juga melakukannya.

Tapi, poros lingkaran kami tentulah bukan sosok yang sempurna, pasti juga mempunyai kekurangan. Bagaimanapun kebaikan-kebaikan dan teladannya mengajari kami banyak hal. Terima kasih Allah telah mempertemukan kami dalam indahnya berproses mendekat padaMu πŸ™‚

Leave a comment »

Pilihan

Hidup itu selalu dipenuhi pilihan,
maka sebaiknya kita memilih yang
lebih mendekatkan kita padaNya,
yang lebih baik untuk dunia dan
akhirat kita..jangan lupa untuk
selalu melibatkan Allah, bila kita
memprioritaskan Allah, sungguh Dia
lebih tau bagaimana
memprioritaskan kita bila sudah
memilih, mari istiqomah…
bukan berarti yang sepertinya
ditinggalkan itu benar2 pergi, kelak
disuatu saat yang lebih tepat ia
akan kembali…

*memilih untuk melewatkan
kesempatan berharga dengan
senang hati, menjadi pemimpi tidak
harus terus berlari kencang πŸ™‚

Leave a comment »

Ibu rumah tangga vs wanita karir

Pilih jadi ibu rumah tangga atau wanita karir? Kalau saya pilih ibu rumah tangga, kalau bisa dan memungkinkan boleh lah berkarir πŸ™‚ kamu? Pilihan sebagai ibu rumah tangga menjadi pilihan utama bagi saya pribadi…lalu bagaimana dengan:

” Ya ampun ngapain sekolah tinggi2 kalo cuma mau jadi ibu rumah tangga? Sayang ijasahnya..”

Betul, banyak sekali anggapan seperti itu. Pertama, kembali ke niat awalnya dulu. Sekolah tinggi untuk apa? Untuk jadi dosen, atau peneliti, atau mau jadi diplomat, atau karena ingin belajar? Kalau saya melanjutkan S2 karena saya ingin belajar (insyallah niatnya begitu) kalo kemudian dapet beasiswa calon dosen itu bonus dari Allah, tanpa beasiswa pun saya akan tetap melanjutkan studi..karena kita masih muda saatnya belajar, bila ada kemauan dan kemampuan kenapa tidak? Semuanya bisa diusahakan insyallah πŸ™‚

Justru ibu rumah tangga perlu berpendidikan tinggi.kenapa? Karena dia menjadi sekolah pertama bagi anak2nya..kalau ibunya tidak pintar bagaimana bisa mendidik anak2 yang pintar? (Tapi gak ada yg mustahil juga ding, banyak juga kejadian anak2 genius yg lahir di keluarga yang kurang berpendidikan). Itu, ibu yang mempunyai bekal ilmu yang cukup, berwawasan luas dan cakap akan lebih tau bagaimana mendidik dan mengarahkan anak2nya nanti. Masa depan bangsa ada di pundak anak-anak kita, dan para ibu adalah guru pertamanya. Guru yang fokus dalam mendidik muridnya tentu hasilnya akn beda dengan yang hanya mengamati perkembangan muridnya..

Menjadi ibu rumah tangga juga bisa meluangkan lebih banyak waktu untuk suami, mengurusnya, dan mendukungnya secara penuh dalam karir. Dalam urusan karir suami, istri yang mengenyam pendidikan tinggi akan lebih tahu bagaimana-bagaimananya sehingga lebih nyambung ketika berdiskusi, lebih memahami keadaan suami juga, insyallah begitu..

Mengenai karir, sepanjang suami mengijinkan dan tidak mendholimi suami serta anak-anak menurut saya sah-sah saja.maka kita wanita harus pintar2 memilih pekerjaan, yang mewanitakan wanita. Sejak dulu saya diarahkan untuk menjadi guru, karena kata bapak dan ibu saya guru paling pas untuk wanita.

Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang memuliakan wanita. Tempat bekerjanya terjaga, pekerjaannya sangat ‘wanita’ dan tujuannya sangat jelas. Namun, ibu rumah tangga yang juga sukses berkarir akan lebih keren tentunya. Perlu kerja ekstra dan keluarga yang mendukung..semoga kita bisa. Berkarir kan juga baik, bisa mengktualisasikan diri kita, yang penting memilih pekerjaan dan lingkungan kerja yang tepat…

Saya dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga, saya merasakn perhatian dan pendampingan penuh dari ibu saya. Memang dengam hanya satu orang yang bekerja kehidupan perekonomian kami tidak langsung sebaik sekarang, perlu proses yang panjang… alhamdulillah πŸ™‚ sebagai ibu rumah tangga terkadang ibu saya malu, karena dipandang sebelah mata oleh rekan2nya… padahal menurut saya lagi untuk menjadi ibu rumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah bagi ibu saya, dia harus mengalahkan egonya dan mimpi2nya yang tinggi. Memendamnya demi patuh pada suami dan mengabdi pada anak2. Ibu saya punya banyak keterampilan dan pernah merintis karir, tapi kemudian memutuskan keluar dan meninggalkan semuanya. Memilih menjadi penjahit (salah satu keterampilannya) agar tetap bisa menjaga anak-anak dan tetap ada kesibukan.

Seja kecil sampai SMA saya terbiasa belajar ditemani suara mesin jahit. Ya, awalnya karena belajar harus ditemani ibu, lama-lama belajar sambil menemani ibu πŸ™‚ hampir setiap episode kehidupan saya diketahui oleh ibu saya, kalau bukan karena ibu saya memang tahu, karena saya menceritakan semuanya.. sampai sekarang juga saya paling lemah dalam hl bohong hehe karena akan langsung ketahuan (saking sudah hafal) alhamdulillah yah..

Leave a comment »