Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Para Pemimpi

Aku bahagia pernah hidup bersama mereka. Orang-orang yang hidup dengan mimpi masing-masing. Bersama mereka aku melihat bahwa kehidupan ini terlalu tidak berharga dengan hanya menjadi biasa. Bersama mereka aku belajar memikirkan orang lain, memikirkan apa yang bisa kami lakukan dan berikan untuk orang lain, bersama mereka pula menyemai bibit-biti di masa depan yang kelak akan menjadi pohon rindang semoga. Disanalah kami akan kembali bertemu, mengenang masa-masa indah perjuangan saat ini. Kami saling belajar dari mimpi masing-masing, saling mengambil pelajaran, saling menguatkan dan mendukung..kami bersaing dan berjabat erat sekaligus. Kami berlomba dan saling menyokong disaat yang sama. Bersama mereka, dimana aku bisa bahagia dengan keberhasilan orang lain, dan kekalahanku disaat yang sama. Dengan mudah aku menganggap semua ini adil dan kemudian mengambil pelajaran untuk perbaikan di masa depan. Dengan ikhlas menjadi pendukung setia setelah kalah. Bersama mereka yang sering mengatakan, “ini adalah keberhasilan kita”.

Aku merasa hidup, merasa bergairah, merasa berguna, sekaligus merasa tidak ada apa-apanya. Hidup bersama para pemimpi adalah sebuah berkah. Bersama mereka kita lebih mudah mengoreksi diri dan saling belajar. Saat kami galau dan putus asa maka mereka adalah penyala semangat. Saat bingung dan gelisah mereka berebut memberikan solusi. Hidup bersama para pemimpi itu tidak akan terlupakan selamanya.
Namun, seperti biasa, kehidupan akan terus berganti. Sekarang aku sudah tidak lagi bersama mereka, kami menjalani kehidupan masing-masing. Tapi, mimpi-mimpi para pemimpi tidak pernah pergi sama sekali. Sudah terpatri dalam hati, mungkin juga akan terbawa sampai mati. Mimpi-mimpi yang akan terus kami tularkan kepada generasi penerus kelak.

Para pemimpi pula, yang mengingatkan untuk selalu dekat dengan Allah. Mereka yang selalu menjadi cambuk untuk tidak pernah lengah dalam beribadah, juga mengajari bahwa kehidupan yang baik akan datang pada mereka yang selalu menjaga kehidupannya bersama TuhanNya. Bahwa mimpi-mimpi itu tidak akan bisa sampai tanpa campur tangan Allah…maka terima kasih banyak Allah telah mengirimkan mereka untukku dan mengijinkan aku bersama mereka.

Bila kelak ada sekelompok orang yang saling menyapa dari berbagai belahan dunia hingga ke pelosok-pelosoknya, maka aku berharap kita ada diantara mereka.

Bila kelak ada sekelompok orang yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, maka aku berharap kita ada diantaranya.

Bila kelak ada sekelompok orang yang membawa perubahan bagi bangsa kin, maka aku berharap kita ada diantaranya.

Saling menitipkan mimpi. Untuk sahabatku Erny, sampaikan salamku pada bandara Frankfurt ya :).

Untuk para pemimpi dalam hidupku:
Erny Ratnawati_Siti Fathonah Wijayanti_Civita Patriana_Yuli Ardika Prihatama_Krisnawan Suko Raharjo_Reni Purnaningsih_Dinda Setyahati_An Nisa Nur Citra_

Leave a comment »

Indahnya Diam

Menikmati indahnya diam. Saat yang lain saling bercanda yang berlebihan, semua tertawa tapi mungkin ada hati yang diam-diam tersakiti. Diam itu indah, saat yang lain berusaha berkomentar sama-sama berebut menang dan kalah. Baik, komentar dan perdebatan itu sangat seru, tapi ada niat jahat kecil untuk menang dan mengalahkan yang lain. Setelah itu, mungkin tanpa kita tahu ada yang sakit hati juga karena malu dengan kekalahan. Walau tidak ditampakkan tapi pasti ada sedikit rasa itu, sayang sekali. Indahnya diam, saat yang lain membicarakan orang lain sementara kita berusaha sekuat tenaga untuk tidak berkomentar apapun.

Indahnya diam, saat kita tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik, saat kita menahan diri untuk tidak mengatakan sesuatu yang benar atau yang mengandung maksud pribadi yang tidak baik. Diam itu bisa jadi sangat indah 🙂

Leave a comment »

Hidup itu Berputar

Sedang ikut prihatin dengan kasus yang menderak PKS saat ini. Heh? Iya, saya memposisikan diri sebagai pengamat saja, karena saya tidak tahu apapun tentang politik praktis, takut salah berkomentar, apalagi menentukan yang salah dan yang benar. Cuma saya kasian yang suka berkomentar sana-sini. Ada yang mati-matian membela PKS, ada pula yang mati-matian mencari bukti untuk terus mempersalahkan PKS. Saya ingin membuat refleksi dalam kehidupan kita.

Hidup itu selalu berputar, sudah berkali-kali disampaikan. Pesannya, jangan sombong kalau sedang di atas dan jangan terlalu bersedih kalau sedang dibawah. Saya prihatin dengan pihak-pihak yang bahkan jauh diluar kasus ini ikut-ikutan berkomentar dengan pedasnya dan merasa paling tahu terhadap kasus ini, yang sekaligus menyudutkan kader-kader PKS yang lain. Hai, kita ini sama-sama orang Islam! Jangan mengorbankan persaudaraan dan silaturahim untuk mendapatkan kepuasan pribadi.

Nah, bagi teman-teman kader PKS juga semakin membela membabi buta. Pasalnya apa yang beredar di publik tidak sama dengan kenyataan. Mereka merasa terdholimi, merasa ada konspirasi, merasa sedang sengaja dijatuhkan. Lalu, mulailah menggebu-gebu membela jamaahnya. Hm,menurut saya okelah membela diri, tapi jangan sampai berlebihan. Jikalah memang ini sebauh konspirasi, maka bersabarlah dan jangan terjebak dengan ‘jebakan’ dan ‘konspirasi’ itu apalagi kalau tidak benar-benar mengetahui bagaimana benarnya. Tetap cool, tetap ngaj, tetap belajar, tetap amanah, tetap bersabar. Kebenaran itu akan terkuak, kalau bukan di dunia, maka yakinlah di akhirat pasti akan terkuak. Bukankah kita sangat mempercayai adanya kehidupan akhirat?

Maka, jangan sampai kasus ini menjadikan rusaknya iman, renggangnya persaudaraan dan persahabatan, berikut jalan masuknya kesombongan dan perkara-perkara keburukan yang lain.

So, mari tetap bersikap baik, yang PKS atau bukan tetap bergandeng tangan. Semoga yang memang salah mendapatkan balasan yang setimpal dan yang tidak salah selalu diberikan kekuatan dan kesabaran dalam keimanan. Nah, kita-kita ini yang gak berhubungan langsung sama kasusnya baiknya menahan diri dan mendoakan yang terbaik. Okay?!

Leave a comment »

Membuat Jejak

Horeee(065)“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.”

Apalah yang akan dikenang dari hidup kita kalau bukan nama kita dan hal-hal baik serta hal-hal jahat yang kita lakukan dan membekas bagi orang lain. Itulah jejak hidup kita. Jejak hidup itu, saya mengistilahkannya seperti amal jariyah. Kalau kita melakukan hal-hal yang baik di dunia maka pahala kebaikan kita akan terus mengalir hingga akhirat, sekalipun itu sebuah inspirasi, apalagi kalau meninggalkan ilmu, harta dijalan Allah, dan sebagainya. Itulah alasan mengapa kita tidak boleh memikirkan diri sendiri. Kata pembina UKM saya dulu,

“Kalau kalian tidak memikirkan orang lain, maka kalian akan dipikirkan oleh orang lain. Jadilah orang yang memikirkan orang lain, yang berbuat banyak untuk orang lain.”

Bagaimana cara kita membuat jejak. Ada cara yang tidak terbatas. Sebagian melakukannya dengan mengajar, mengadakan kegiatan pelayanan social, menulis buku, menginisiasi sebuah gerakan, bahkan membuat sensasi, hehe. Ada teman saya yang memilih jalan menghidupkan kegiatan-kegiatan keislaman di daerah terpencil. Ada yang memilih menjadi aktivis buku, aktivis budaya, ngajar anak-anak panti asuhan, ngajar TPA, menjadi aktivis, ada juga yang melakukannya dengan plesir ke luar negeri. Apa? Jalan-jalan? Bisa murni jalan-jalan, bisa juga karena misi yang lain. Bagaimana bisa? Dengan menginjakkan kaki di luar negeri, secara tidak langsung mereka menginspirasi banyak orang, bahwa luar negeri itu bukan sekedar impian, tapi sesuatu yang sangat bisa diraih. Saya punya mimpi menjelajah dunia juga berkat melihat video anak Indonesia yang hidup di luar negeri dan sukses disana.

Sekali berarti sudah itu mati, tapi setelah hidup itu masih ada kehidupan yang lebih abadi. Disana kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menjalani jejak-jejak yang sudah kita buat. Ya, menjalani jejak-jejak yang sudah kita buat.

Leave a comment »

Menunggu? Why not?!

Kebiasaan orang Indonesia nih yang zona waktunya WIB (gak tau kalo zona waktu yang lain^^), sekarang bukan lagi Waktu Indonesia Barat tetapi menjadi Waktu Insyallah Berubah, hehe. Bosen banget kalau harus menunggu orang lain, terlebih lagi kalau sudah disepakati ketemuannya jam berapa. Huhh… Dulu saya sebel banget kalau harus menunggu, tapi lama-lama ngapain harus sebel, toh yang kita sebelin juga gak berubah-berubah, tetep aja telat, rugi sendiri kan udah capek-capek menunggu, capek perasaan pula. Lama-lama saya sudah terbiasa menunggu dan menyiapkan berbagai jurus jitu agar kegiatan menunggu kita jadi bermanfaat. Satu yang perlu diingat, jangan sampai kebosanan kita menunggu membuat kita ikut-ikutan gak ontima. Berikut beberapa tips yang ingin saya bagi,

1. Ingatkan orang yang berjanji untuk tepat waktu. Perlu diingatkan sehari sebelumnya atau satu jam sebelumnya

2. Siapkan berbagai amunisi untuk menunggu khususnya kalau janjian sama orang-orang yang kemungkinan telatnya sudah tingkat akut. Amunisinya bisa berupa makanan, buku, hape, laptop atau apalah.

3. Apa saja yang bisa kita lakukan selagi menunggu? Yang pertama versi sholehah ni ya, baca qur’an. Bayangin aja kalau kita menunggu 30 menit sudah berapa lembar yang kita baca. Bisa jug abaca buku kuliah, Koran, atau majalah. Jadi selagi menunggu kita bisa menambah pengetahuan. Selanjutnya adalah telpun atau sms temen2 yang udah lama gak kontak. Saya suka iseng-iseng buka kontak, lihat nomor2 yang jarang dihubungi lalu saya sms. Lumayan kan sambil nunggu kita bisa mempererat atau menyambung silaturahim. Kemarin saya menunggu sambil mendengarkan ceramahnya Ustad Yusuf Mansur, jadi sambil menunggu kita jadi tambah ilmu. Bisa juga kenalan sama orang bar uterus ngobrol deh, kita jadi bisa tambah koneksi kan kalau begitu, hoho. Atau yang punya smartphona kan bisa browsing, cek imel, dan lain-lain pokoknya kalau bisa kita harus tetap produktif selama menunggu 🙂

4. Kadang kita harus tegas. Kalau 30 menit gak datang maka kita tinggal, atau janjian batal. Hal itu bagus dan penting untuk menjaga komitmen dan agar tidak ada pihak yang dirugikan

5. Ikhlaslah dalam menunggu karena insyallah menunggunya kita itu berpahala karena kita berusaha ontime dan menepati janji, jadi ikhlaskan saja ya!

Demikian tips-tips dari saya, semoga bermanfaat. Jangan mau kalah sama ‘menunggu’. Sekarang katakana: Menunggu? Why not!

2 Comments »

Pesan Cinta

Malam ini dapat sms dari teman S1 (cewek lho),

“I miss u, miss u my comrade.”

Itu bukan kata-kata gombal lho hehe. Kami sering mengucapkan cinta, rindu dan teman-temannya seperti yang dipesankan oleh Rasulullah. Mempunyai teman, sahabat, adalah rahmad Allah sangat perlu disyukuri dan dijaga. Benar, saya sering tiba-tiba dilanda rindu pada teman-teman, entah itu teman SMP, SMP, atau waktu kuliah. Terima kasih kepada Allah yang sudah menanamkan cinta dalam hati kami, cinta yang insyallah dilandasi cinta kepadaNya dan keinginan untuk berkumpul kembali kelak di akhirat karena cinta.

Saya tidak pernah tahu dan menyangka dengan siapa saya akan dipertemankan. Setiap kita pasti melewati masa-masa pergantian lingkungan, karena sekolah misalnya. Nah, disitu kita pasti bertemu dengan orang-orang baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Satu demi satu berkenalan, belajar bersama, ikut organisasi, mungkin punya masalah dengan yang lain, bekerja sama dalam suatu project sampai kegemaran yang sama pada akhirnya melabuhkan kita pada sublingkungan dimana kita merasa nyaman. Sebagian menyebutnya geng, kalau saya menyebutnya geng juga sih hehe, bisa juga lingkaran pertama. Saya sangat bersyukur selalu bersama orang-orang yang baik (menurut sudut pandang saya sih hehe) yang bersama mereka saya bisa mengembangkan diri dan juga memperbaiki diri. Kita tidak pernah mengaturnya karena Allah yang membolak-balikkan hati, yang mendekatkan hati ke hati, dan akhirnya menyatukan hati dan hati dan hati-hati yang lain.

Satu hal yang saya takuti adalah kehilangan teman bisa juga marahan sama teman atau punya masalah sama teman dan lain-lain. Mencari seorang teman itu lebih mudah daripada mencari seribu musuh ibaratnya begitu. Duya pernah secara tidak sengaja membuat teman saya tersinggung dengan berbisik-bisik pada teman yang lain (makanya rasulullah berpesan pada kita untuk tidak berbisik-bisik kalau ada orang ketiga). Hasilnya kami marahan seminggu lamanya, dan kerennya lagi (yang sampai sekarang membuat saya salut) adalah teman saya yag minta maaf lebih dulu, kebalik banget kan. Saya sangat terkesan dengan kelapangan hatinya. Setelah itu, kami menangis bersama dan saling memaafkan. Sejak saat itu saya tidak suka kalau ada yang bisik-bisik pas ada orang lain disitu, saya juga tidak suka kata-kata menyindir-nyindir.

Kata teman saya, “Friends are hand of God that touch and keep us!”

Teman-teman yang kita punya sekarang, harus kita sayangi dan kita jaga…semoga bisa terus bersama sampai akhirat nanti. Kan asik kalau nanti di akhirat bisa tetap bertetangga 🙂 *eh, ‘bersama’ disini maksudnya ikatan hati, bukan bersama-sama terus secara fisik lho ya, kan kita harus mengejar mimpi masing-masing, berkeluarga, dan kepentingan-kepentingan yang lain 🙂

Leave a comment »

Vonis

“Saya benar, tapi bisa jadi salah dan yang lain salah, tapi bisa jadi benar.” Saya lupa pernah baca itu dimana, tapi saya suka kata-katanya. Bahwa kebenaran sejati itu hanya milik Allah, manusia itu berikhtiar mencari dan mempercayai kebenaran.

kanji_a_day_02

Saya kadang merasa risih dengan orang-orang yang dengan gampangnya menyalah-nyalahkan orang lain. Padahal, semua pihak belum tentu tahu duduk permasalahan yang sebenarnya. Belum tentu semua pihak benar-benar tahu mana yang salah dan mana yang benar. Jadi, sebenarnya, saat kita berdebat tentang yang benar dan salah atau kita sedang berkoar-koar menyalahkan orang lain bisa jadi saat itu kita sedang ditertawai setan. Setan-setan sedang mengelilingi kita. Terlepas kita benar atau kita salah, tapi disaat yang sama, kita telah menyakiti saudara kita, kita telah berlaku sombong. Saya jadi ingat kata teman saya,

“sepertinya aku perlu angkat bicara juga deh.kemarin waktu kita kumpul dan sharing itu, disana kita sedang dikelilingi setan lho.pada gak sadar, masing2 terbawa oleh nafsu.”

Secara pribadi saya lebih menghargai mereka yang diam dalam menanggapi permasalahan yang masih abu-abu, yang belum diketahui benar dan salahnya. Salah-salah kita ingin berpendapat malah dosa. Ada orang-orang yang dengan ringannya mengolok-olok, mengejek, dan mempersalahkan orang lain atau kelompok lain dan (mungkin) merasa mereka yang paling benar, paling pintar, dan paling tau segalanya…lalu menciptkan opini bahwa hanya ada satu kebenaran, yaitu yang mereka percayai. Bila itu benar, maka semoga banyak pahala yang akan mengalir pada mereka sampai kapanpun. Tapi, bila itu salah, maka semoga orang-orang yang terdholimi memaafkannya.

Semoga kita menjadi orang yang lebih berhati-hati, aamiin…

Leave a comment »

Saatnya Bertransformasi!

405804_1799120273130_1693487776_966298_612743303_nUntuk para akhi dan ukhty yang aktif di kampus masing-masing, tetap semangat dengan aktivitas kalian ya! Apapun aktivitas kalian (asal bukan untuk kepentingan pribadi). Semoga kelak akan ada buah yang dapat dipetik dan kenikmatan yang dapat diraih, aamiin…

Tapi, seiring dengan bergeraknya waktu dan majunya jaman, ada baiknya kalian (kita) sedikit bertransformasi! Bagaimana maksudnya? Saya sedang memikirkan para aktivis kampus yang sampai sekarang (maaf) belum lulus entah dengan alasan apapun. Ada baiknya, segera diselesaikan karena tren masa kini adalah lulus cepat dengan nilai bagus dan jejak aktivisnya wow! Saya sendiri percaya, untuk yang memutuskan untuk belum mau lulus, pasti mereka punya alasan yang kuat, dan semoga itu keputusan terbaik. Ada teman saya yang bilang, ‘aku durung meh lulus yen durung iso nggawe adik-adik berprestasi’ iya baik, saya sangat salut karena saya belum bisa melakukan itu. Tapi dalam hati saya khawatir jangan-jangan semakin lama adik-adik tergantung pada satu sosok senior dan cenderung mengekor (ah, pasti hanya kekhawatiran tidak penting saya saja, maaf).

Transformasi yang kedua adalah soal penampilan. Nah, jilbab super besar oke! Celana cingkrang oke! Tapi ada baiknya kita tetap melihat keadaan sekitar, teman-teman disekitar kita. Termasuk gaya komunikasi kita, gaya islami bagus banget tapi tergantung juga dimana kita berkomunikasi. Jadi, ada baiknya juga mugkin akhi dan ukhty tampil lebih gaul, lebih modis, lebih fresh walaupun semalaman gak tidur nglembur apapun itu.

Transformasi selanjutnya adalah soal tren. Nah, kalau sekarang sedang jamannya Kpop atau apapun itu ada baiknya juga mengikuti supaya tidak kuper didepan teman-teman yang lain. Siapa tahu kalian bisa mencari celah poin-poin yang bisa dikaji, diteliti, atau bahkan dijadikan bahan belajar agama, mungkin lebih terbuka baik juga. Tapi jangan sampai karena transformasi ini jadi kocar kacir belajarnya. Ingat kata pak Rohmadi (Pembina UKM LSP), ‘aktivis itu harus bisa menjadi contoh bagi mahasiswa yang lain bahwa kalian mempunyai nilai positif.aktivis itu harus rapi, rajin, gak telatan, cerdas, kalau dikelas selalu berkontribusi, dan lain-lain’ intinya, jadi aktivis itu tidak menjadikan kita ‘punya banyak alasan’ untuk tidak melakukan hal-hal di atas.

Saya membayangkan para aktivs kampus yang kebanyak akhi2 dan ukhty2 adalah mereka yang selalu tampil ceria dan cerah, berwawasan luas, pintar, ramah, pandai bergaul, baik hati, up to date, dan tetap sholeh dan sholehah ^^

Maaf untuk yang tidak setuju, ini hanya unek-unek saya saja, peace!

Leave a comment »

The Qur’an

Speaking about closeness to Allah, I think it can be achieved by improving our relationship with Qur’an. I firmly believe, the more we interact with Qur’an, which means we spend more time together with Qur’an, is the closer we will be with Allah. On knowledge, I believe there is nothing more important than reading and thinking. These are two things which are repeated often by Allah. The first ayat (verse) revealed was the instruction to read and in many occasion in Qur’an, Allah always say “Afala ta’qilun or Afala tatafakkarun” which means don’t they think? or don’t they use their ‘aqal?
(Rully Prassetya)

Opened_Quran

Bener banget! setiap manusia pasti merindukan Tuhannya. Tempat dan waktu dimana dia merasa begitu damai, jauh dari kesedihan dan kekhawatiran. Sayangnya banyak yang mungkin belum tau bagaimana caranya ‘datang’ pada Allah. Seperti ketika hati kita dilanda galau tak bertepi, sebenarnya ada satu jalan yang insyallah pasti akan bisa meringankannya: membaca alqur’an. Quran adalah pesan cinta Allah pada kita yang akan sanggup mewakili kehadiranNya dengan lebih nyata. Membaca alqur’an bisa menjadi obat untuk kegalauan dan kebingunan kita. Tidak lain karena fitrah manusia yang akan selalu merindukan TuhanNya.

Sekarang saya mengerti kenapa orang-orang yang keren (setidaknya yang sering saya temui) selalu menjaga interaksinya dengan alqur’an. Dengan begitu, hidupnya menjadi tenang, kerjanya menjadi lebih fokus, lebih percaya diri, dan ada kekuatan maha dahsyat yang tidak terlihat. mungkin begitu…

Hal ini sangat bisa saya rasakan. Bukan hanya berkaitan dengan membaca qur’an tapi kehidupan ruhiyah secara umum. Kalau ruhiyah sedang bagus maka gak akan ada itu galau-galau atau sedih-sedih yang gak jelas, semua pekerjaan bisa terlaksana dengan baik bahkan disaat yang sangat sibuk sekalipun. Sebaliknya kalau ruhiyah sedang semaput, segala hal-hal gak penting akan datang berbondong-bondong dan bisanya pekerjaan juga belajar jadi kocar kacir.

Jadi, mari terus menjaga interaksi dengan Allah, salah satunya dengan membaca alqur’an 🙂

Leave a comment »

Sampai Menangis

Malam ini ketika sedang menggalau haha, saya ingat sesuatu bahwa kalau kita sedang galau, kita tidak boleh menikmati kegalauan tanpa tujuan. *ada lho menikmati galau yang baik, untuk menciptakan antobodi*. Tapi salah-salah antibodi tidak terbentuk malah semakin jatuh ke lubang kegalauan. Maka, mari segera cari jalan keluar. Jalan keluar yang paling asik adalah dengan kembali pada Allah, maksudnya sholat, baca qur’an etc. Malam ini saya punya extra treatment, apa itu? baca blog dan tulisan-tulisan orang hebat. Gak harus membaca tulisan orang-orang sekeren Mario Teguh dan teman-temannya yang jauh banget dari kita. Saya lebih suka membaca blog teman-teman saya yang sebaya, yang menginspirasi, dan bisa ditiru. Malam ini saya tergoda kembali untuk membuka blog ini:

http://rully02.wordpress.com/

Dalam blog itu saya bisa mengambil banyak hikmah. Saya bisa berkaca betapa saya masih jauh dari baik, dan harus segera serta terus berbenah. Kalau saya masih berteman dengan galau, maka saya harus bersiap untuk gak maju-maju alias jalan ditempat. Saya yakin orang-orang sukses model begitu gaka da waktu untuk galau, kalaupun ada, maka galaunya bermutu. Bukan sekedar urusan gak penting seperti yang saya rasakan sekarang.

Allah menciptakan orang yang galauan, orang yang berprestasi, orang yang sholeh, orang yang bingung semuanya punya tujuan. Kita saling belajar satu sama lain, saling mengambil hikmah. Sekarang saya sedang berperan sebagai orang galau, tapi besok pagi saya harus sudah berganti peran menjadi orang yang menginspirasi, aamiin…

*membacanya sampai menangis…

Leave a comment »