Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Pengingat itu…

13087770_10201761390233751_8301799706776961012_n

Namanya Wafa. Dialah yang Allah anugerahkan untuk kami, buah cinta kami, pengingat bagi kami, cahaya mata dan hati kami.

Saat ini Wafa sudah hampir 18 bulan. Tak terasa. Wafa yang dulu hanya bisa kedip-kedip sekarang sudah bisa berlari, acting jatuh, makan sendiri, dan lain-lain. Terkadang saya tidak sabar mengajarinya, tapi itulah anak kecil. Sesungguhnya dia mengajari kami banyak hal. Dia mengajari kami sabar dengan kesalahan-kesalahan yang dilakukannya (karena dia belum mengerti, atau belum sempurna melakukan sesuatu). Dia mengajari kami berbahagia. Sedih, lelah, dan cemas seketika hilang saat melihat senyumnya yang tulus. Wafa juga mengajari kami bangun pagi dengan tangisannya.

Ah, Wafa. Rasanya tidak sanggup saya menuliskan semua tentangnya.Dia adalah anugerah. Dan, dia adalah amanah. Kelak kami harus bertanggungjawab bagaimana kami mendidiknya.Kelak dimasa dimana wafa tumbuh besar pasti dunia sudah jauh berubah.Teknologi informasi entah sudah sejauh apa, pergaulan entah sudah sebebas apa. Aqidah, itulah yang harus kami kuatkan sejak sekarang.

Mendidik anak-anak yang shalih bukanlah pekerjaan semealam jadi. Ia jauh dimulai dari bagaimana orangtuanya mendidik dirinya sendiri. Allah akan menjaga anak keturunan dari orang shalih.Anak adalah peniru ulung, bila contoh yang ada dalam rumahnya baik, maka InsyaAllah baik pula dirinya.

Wafa adalah pengingat bagi kami. Untuk senantiasa memberinya pendidikan terbaik, untuk senantiasa menjadikan kami orangtua yang baik.

Semoga Allah menjaga kami dan keturunan kami, menjadikannya pembela agama Islam, memahamkannya dalam agama, dan selamat akidahnya. Aamiin

Advertisements
Leave a comment »

Live Your Life

Lama sekali tidak menulis 🙂

Banyak hal yang terjadi selama kurang lebih 2 tahun ini. And I just wrote two writings on this blog. So sad.

Allah knows everything best for me.I do believe it.Sungguh luar biasa kehidupan yang Allah berikan. Dan kabar baiknya lagi kita hanya akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita punya, apa yang kita lakukan.

Banyak orang ingin pekerjaan A, sehingga ketika itu tidak diraihnya dia sibuk mendengki dan tidak mensyukuri apa yang dimilikinya kini. Katakanlah dia menjadi seorang ibu rumah tangga. Kelak dia akan bertanggungjawab atas perannya sebagai ibu rumah tangga, bukan kenapa tidak mampu menjadi A, atau kesalahan orang-orang yang berprofesi sebagai A. Indahnya, bila memang Allah memilihkan jalan sebagai ibu rumah tangga, maka itulah jalan ke surga yang Allah pilihkan. Indahnya, mendidik wanita adalah sama dengan mendidik generasi. Maka lahirlah generasi-generasi yang kuat dari tangan para ibu yang ikhlas menjalani perannya.

Bila suatu ketika Allah mengijinkan kita menjadi A, sesuai yang kita inginkan. Maka selain sebagai ibu, kita pun akan dimintai pertanggungjawaban sebagai A. Namun, ladang amal kitapun menjadi lebih luas. Sangat bisa jadi, seseorang yang berprofesi sebagai A sangat merindukan indahnya kebersamaan dengan anaknya sepanjang hari, mendampingi setiap perkembangannya, dan mendidiknya sendiri. Dia pun rindu menjadi istri yang selalu ada untuk suaminya, ketika berangkat atau pulang bekerja.

Aduhai, peran apapun yang kita punya sekarang, bisa jadi itulah yang Allah pilihkan sebagai ladang amal kita.Hidupilah peran apapun sebaik-baiknya.

Alhamdulillah..

Leave a comment »