Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Inilah kita, saling mengingatkan!

Apakah selama ini kita merasa semua yang kita lakukan adalah jerih payah kita sendiri?
bukan, Allah yang memberi kekuatan.
Kalau kau takut lelah dan hendak berhenti berjuang, berhentilah maka Allah tidak akan memberimu tenaga untuk terus melangkah. Bila kau optimis dan berserah, sungguh Allah yang akan menguatkanmu , merahmati setiap langkah dan menganugerahkan ketenangan dalam hati.

Cukuplah Allah menjadi bekal dan tujuan.
Aku sering futur dan menyendiri dalam sudut kamar yang sepi. Maka hatiku pun akan jadi sepi dan tak henti mencari. Tahukah kau apa yang sebenarnya aku cari? Apa yang selama ini ingin aku tinggalkan. Semakin aku melangkah menjauh aku akan semaki hilang.karena bersamalah aku mampu menjadi manusia yang lebih bertanggungjawab, bercita-cita, mencintai, dan saling memahami.
Karena aku masih seringkali berfikir dengan cara manusia. Aku pertanyakan lagi keikhlasan hati ini dalam mengarungi perjuangan hidup yang kita jalani bersama. Adakah aku bukan hanya mnegharap ridho Allah semata?
Dari sinilah aku belajar tentang keikhlasan dan kepercayaan. Saat tidak ada hasil yang pasti, maka saat itu aku harus bersabar. Ketika sudah banyak yang dikorbankan dan kini dilanda kesusahan, maka daku belajar tentang keikhlasan sekaligus keyakinan. Bahwa segala yang kita berikan karena Allah akan dibalas oleh Allah dengan berlipat lipat. Ini bukan urusan harta…lebih dari itu.
Saat aku merasakan hariku padat, Allah menganugerahkan waktu yang full manfaat dan pekerjaan2 yang muntijah tanpa rasa lelah yang payah. Saat aku lega tanpa beban, maka urusan pun terlaksana sekenanya dan makin banyak waktu yang terbuang. Saat yang lain ragu dengan masa depannya Allah menganugerahkan keyakinan dan ilmu yang tidak didapat oleh yang lain. Semua karena kita mau berlelah-lelah, mau berusaha dan mau berkorban, untuk segala yang kita korbankan, ada balasan yang tidak diterima oleh mereka yang hanya diam dan menunggu.
Aku bersyukur berada disini, diantara mereka yang mengingatkanku saat aku tak lagi amanah, menguatkan saat aku mulai ragu dan menemani saat aku sendiri dan menawarkan dirinya untuk membantu dalan setiap kesusahanku.
Semoga Allah memuliakan mereka dan memberiku kekuatan untuk mencintai mereka, selalu.

Advertisements
Leave a comment »

UJIAN OH UJIAN

Ujian PPL sudah terlampaui dengan cukup mengecewakan. Namun tetap ada hikmah dibalik semua itu. Kali ini saya mau menggali hikmah yang saya dapatkan selama persiapan sampai selesai ujian PPL. PPL adalah mata kuliah yang mengharuskan kita praktek mengajar disekolah dan melaksanakan tugas kependidikan yang lain, seperti piket, membuat soal, jaga ujian dan tugas-tugas guru yang lain.
Ujian PPL saya dilaksanakan pada tanggal 19 November 2011 di kelas yang sangat saya cintai X.10 . Ujiannya bukan mengerjakan soal namun prkatek mengajar langsung. Maka dari itu saya perlu menyiapkan materi. Persiapan dimulai sore harinya saat saya menyiapkan semua materi, berupa 8 set worksheet untuk 8 kelompok. Semuanya saya susun di lantai kamar saya. Menjelang isya’ ada teman saya yang datang mau nebeng ngeprint, entah dengan cara apa dia berhasil masuk kamar saya. Saya agak kaget pas sampai di kost setelah membeli keperluan ujian yang lain. Saya langsung syok melihat kondisi kamar saya, materi saya hancur berantakan!!! Teman saya dengan semena-mena menggeser, mencampur aduk, menduduki, bahkan menumpahi materi saya dengan air. Saya langsung kalangkabut, bagaimana saya bisa membuat materi lagi nantinya sementara saya membuatnya satu siang utuh. Dengan muka tertekuk tekuk saya merapikan materi-materi yang sudah tidak berbentuk dan mengerjakan lagi dari awal. Selama beberapa saat saya mendiamkan teman saya, dia cuma cengar-cengir 
Cerita dilanjutkan saat saya mengambil laporan observasi yang sedang dijilid di fotocopyan langganan saya. Dengan senang dan bangga saya mengambil LO hasil karya beberapa hari belakangan. GLUDAK!!! Saya tercengang dengan apa yang saya lihat pada sampul LO saya yang sudah rapi dengan hardcover berwarna merah dan tinta emas. FKIP dari dulu kepanjangannya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. dengan PDnya, di LO saya tertulis besar-besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan. Memang sama-sama FKIP tapi ini kesalahan yang sangat fatal. Setelah saya cek ternyata memang pedomannya yang salah, tapi saya juga lebih salah lagi dengan tidak meneliti pedomannya. Jadinya siapa yang lebih salah?? Akhirnya dengan semangat putus asa saya nekat akan membawa LO salah sampul ini diujian saya. Alasannya karena waktunya sudha gak nyukup dan uang saya juga sudah gak nyukup,hehe
Pagi ahrinya saya sangat bersemangat berangkat ujian. Saya menyapa adik2 dengan ceria. Lalu memamerkan alat bantu remote presentasi. Adik-adik saya sudah terpukau olehnya, eng ing eng… setelah dicoba alatnya tidak berfungsi. Agak malu sih tapi sudha terlanjur muka tembok didepan adik-adik. dosen saya sudah datang dan ujian pun dimulai. Sampai pada scenario ini,” Okay, I’ll show you a video of a story”. Kontan wajah adik2 berubah, saya jadi heran sendiri. “Mbak, soundnya belum nyala.” bisik Zaki, salah satu siswa. Ngiiiiikkkkk… saya sedikit panic padahal untuk menyalakan sound itu harus naik kursi. Kembali lagi jurus muka tembok dilancarkan, “Hendru, would you please help me to turn on the speaker.” Hendru maju dan naik ke kursi untuk menyalakan sound, dalam hati pasti dia malu melakukan itu dihadapan guru dan dosan saya. Apalagi saya yang ujian . Okey, sound teratasi. Saya membuka video dan ngiiiiiiikkkkkk…..gak ada suaranya. Lagi Hendru maju dan berbisik, “mbak ini harus direset dulu…” katanya pelan…” APAAAAAAAAAA?????!!!!!!!!!!!!!” saya semakin terpukul dengan keadaan itu. Yasudahlah, karena takut membuang waktu dengan PDnya saya berkata, “Well, it doesn’t matter, I’ll tell you a narrative.” Masyaallah, suara cempreng dan tidka expressive ini harus mendongeng? **saya sendiri tidak percaya dengan keputusan saya waktu itu, saya hanya berfikir show muat go on** dan benar, akhirnya setelah kejadian2 aneh tadi saya bisa menghandel kelas dengan baik (agak bangga nih,hehe). Selesai ujian, di Adama mendekati saya. “miss, mana snacknya?” GUBRAK!
Finally, dengan modal PD dan kenekatan, mengajar saya dinilai 89 oleh dosen sedangkan RPP saya yang keren dinilai 95. Alhamdulillah, no too bad. At least sudha dapet A  (walau teman saya dapat nilai mengajar 97, hehe., jauhhhhhhh…. Karena dia mengajarnya gak pake salah)
Jadi ada beberapa hal yang bisa saya jadikan pelajaran:
1. Kunci pintu kamar anda dan bawa kuncinya kemanapun anda pergi
2. Selalu rencanakan plan B
3. Persiapkan semua alat dan bahan sebelum berperang
4. Tetaplah percaya diri di segala kondisi
5. Think smart dan quickly, nekat is okay selama gak dosa lakukan
6. Perhatikan hal-hal kecil dan hal-hal besar secara adil
7. Gagal di satu sisi maka sisi yang lain berpeluang untuk dieksplor dan mungkin menjanjikan keberhasilan

2 Comments »

Dari hati, mudah diterima oleh hati…

Ngomomg-ngomong soal timnas garuda, saya sebenarnya sudah lama ingin menulis artikel dengan judul ini. Sebuah refleksi yang saya rasakan di setiap pertandingan timnas dimanapun melawan siapapun. Saya melihat betapa rakyat Indonesia sangat antusias, larut dalam kegembiraan maunpunkesedihan bila gagal. Mereka mampu merasakannya. Berbeda dengan sikap rakyat terhadap pemimpin-pemimpin kita saat ini. Mengapa demikian? Saya melihat hal ini sebagai akibat dari motif kepemimpinan di Negara kita. Kenyataan yang seringkali muncul adalah seseorang menajdi pemimpin untuk berkuasa, bukan untuk melayani rakyatnya. Seakan-akan mereka tidak bekerja dari hati sehingga rakyat juga kurang bisa menerimanya dengan hati. Berbeda dengan kerja pemain timnas (saya sebut pemian timnas, karena saya agak ragu dengan pemimpin2 didalam organisasinya, hee), mereka terlihat bekerja secara natural dengan satu tujuan, kemenangan bagi bangsa Indonesia. Ketika satu gol tercipta, maka nusantara akan gemuruh oleh kebahagiaan, sedangkan saat presiden terpilih yang bersorai hanya orang-orang yang satu visi dengannya. Saat timnas kalah, maka Indonesia menangis, namun orang-orang malah beramai-ramai menuntut para pemimpin untuk mundur.
Di sinilah kita bisa melihat perbedaan semangat yang diawali untuk Indonesia akan diterima oleh Indonesia. Meskipun menang atau kalah, berhasil atau gagal akan tetap dicintai rakyatnya, karena mereka hanya memikirkan Indonesia. Kalau para pemimpin mampu memulai dengan niat lurus hanya untuk Indonesia dan benar-benar bekerja keras untuk Indonesia maka bukan tidak mungkin seluruh rakyat akan setia dan percaya dalam kondisi apapun. Kali ini saya belajar dari semangat para garuda untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia, lalu saya bertanya, apa yang bisa saya lakukan? Mungkin menjadi guru. Menjadi guru yang mengajar dari hati dengan murid-murid mampu lebih mudah menerima ilmu dan teladan. Apa yang lahir dari hati dan niat lurus akan mudah diterima oleh hati pula. Ya Allah, berikanlah kebahagiaan pada kami suatu hari di saat yang tepat saat kami mampu menerima nikmah berupa keberhasilan.

Leave a comment »

JIWA KSATRIA GARUDAKU, memoar final sea games 2011

Kalah lagi….(dengan wajah kecewa dan hampir menangis). Itulah yang mungkin kita lihat diwajah-wajah para supporter Indonesia. Memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut, memang sekali lagi kita harus mengakui kehebatan tetangga karib kita, Malaysia. Terlepas dari semua kebencian akibat ‘sikut-sikutan’ berkepanjangan, kita memang harus mengakui bahwa mereka labih hebat. Untuk itu saya sebagai supporter setia timnas garuda ingin membesarkan hati saya dan semoga juga pecinta tim garuda yang lain bahwa, seorang ksatria akan selalu mencari jalan untuk berhasil dan tidak mencari-cari alasan saat gagal. Gampangnya, kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk menang, bahkan sudah mencetak 3 gol (yang dua offside). Pemain-pemain kita juga sudah jatuh bangun dan basah kuyup oleh keringat. Singkatnya mereka sudah benar-benar berjuang, jadi tidak ada alasan untuk tidak tetap berdiri sebagai supporter setia. Selanjutnya, tidak perlu mencari-cari alasan perihal kekalahan, mengoreksi boleh. Misalnya kekalahan ini disebabkan karena Malaysia pakai jampi-jampi (hehe, ini guyonannya anak 2 kost, bukannya dukun Indonesia lebih keren ya..?). memang Malaysia bermain bagus dan punya skill sedikit di atas kita, maka sebenarnya kita tinggal memoles yang sedikit itu atau lebih untuk bisa mengalahkan Malaysia.
Saya melihat banyak supporter yang menangis dan kecewa. Sungguh, saya yakin para pemain sejuta kali lebih kecewa dan lebih berhak menangis dengan kekalahan ini. Kalau kita yang dirumah sport jantung, yang main bukan hanya sport jantung, tapi sport semuanya. Pelatihnya juga pasti stress gak karuan… sementara kita hanya bisa melihat dan berdo’a… maka tidak ada gunanya kita terlalu kecewa. Karena kita adalah supporter, tugas supporter adalah untuk menerikan dukungan. Bukan hanya di kala timnas Berjaya kita bersorai, tapi ketika timnas terpuruk kita harus bisa menjadi alsana bagi timnas untuk terus bangkit. Senyum kita, lagu-lagu penyemangat adalah tenaga penggerak para pemain. Kalau itu hilang, maka apa yang akan menggerakkan mereka?
Seorang ksatria tidak pernah lari dari kenyataan. Dia mengahadapinya dengan tenang dan tetap optimis dengan masa depan. Bukan setiap orang berhak atas kesuksesannya masing-masing?. Medali perak adalah yang terbaik untuk saat ini, agar kita tidak cepat puas dan terus berlatih. Mungkin keberhasilan itu tidak diturunkan sekarang, tapi nanti saat kita benar-benar pantas menjadi macam Asia Tenggara.
Nah, ngomong2 soal macan Asia Tenggara, jadi inget ini ‘ketika satu pintu tertutup, maka pada saat yang sama ribuan pintu terbuka’. Ini bisa dianalogikan meski kita kalah dengan Malaysia di sepak bola (dan bidang yang lain, heee) tapi kita masih punya banyaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkk sekali hal-hal yang membanggakan dan lebih baik, yang bahkan seringkali membuat Malaysia iri, hehe. Kita punya murid-murid yang genius yang merajai olimpiade tingkat dunia, robot2 yang keren, pemandangan yang indah dan budaya yang tidak ada duanya. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bangga pada Indonesia
Kita sudah diajarkan untuk berjiwa ksatria sejak di sekolah dasar, maka saat inilah kita harus mengaplikasikannya. Tetap tegar dan mengangkat kepala bahkan mengucapkan selamat kepada pemenang… itulah karakter mulia yang diajarkan nenek dan kakek moyang kita. Demikian juga, kita harus mampu menghargai setiap usaha, entah berhasil atau gagal, usaha harus tetap dihargai secara pantas. Dan untuk permainan timnas garuda muda, aku berdiri menyambut kalian! Para pejuang-pejuang yang tidak hanya berkata dan mampu memeberi senyum seluruh rakyat Indonesia.

Leave a comment »

Gara-gara menunda sholat!

Sholat adalah penggilan langsung dari Allah untuk kita agar kembali mendekatkan diri padaNya. Bisa dibayangkan kalau diluar sholat kita senantiasa dikelilingi setan, maka sholat adalah sarana untuk mempertebal proteksi. Ketika kita dilanda kesibukan yang menumpuk, maka sholat adalah saatnya istirahat untuk merenggangkan otot-otot dan merefresh pikiran dengan cahaya ilahi…
Sayangnya, terkadang kita tenggelam dalam kesibukan dan mengesampingkan sholat. Sholat akan membuat kita tak lebih cepat selesai. Tapi mari kita pikir kembali. Saat panggilan sholat datang secara naluriah manusia akan segera mendatanginya dan akan merasa gelisah bila menundanya. Hanya saja keegoisan manusia seringkali menutupi fitrah tersebut. ngerjakan ini dulu lah…nunggu iklan dulu lah…bentar 5 menit lagi… lagi telpun ini….dan lain sebagainya. Semakin kita menunda, maka waktu sholat kita semakin mepet ke akhir2nya. Ibarat Allah mengobral cinta dan ampunan pada waktu sholat kita tinggal kebagian sedikittttttttttt banget. Gak mau kan?
Terkadang pula, menunda sholat tidak membuat kita lebih cepat mengerjakan pekerjaan yang sedang kita lakukan. Itu mungkin karena kita gak fokus karena sejatinya kita pengen segera sholat, iya kan?
Saya beberapa kali mengalami hal ini, menunda sholat yang berakibat tidak baik. Meski gak sampai meninggalkan sholat tapi ada rasa penyesalan dalam diri. Allah yang begitu sayang dan baik memberi kita kehidupan ini hanya menyuruh kita berdiri 5 kali sehari saja. Itu harga yang sangat murah dibanding apa-apa yang diberikan oleh Allah. Detak jantung, hembusan nafas, aliran darah, kaki yang masih melangkah, dan baaaaaaaaaanyaaaaak lagi.
Nah, dulu saya pernah menunda sholat magrib karena sedang mengerjakan tugas. Bapak Ibu saya sudah sholat, dan beberapa kali mengingatkan saya,
“Dik, ayo gek ndang sholat, kuwi dilanjutke ngko meneh” *
Saya, “sekedap, kantun sekedik niki”**
oke, saya melanjutkan pekerjaan, tinggal ngeprint. sialnya tinta habis. Itu mungkin adalah peringatan dari Allah swt. Tapi saya tidak menyerah dengan keegoisan saya. Saya menyuntikkan tinta kedalam printer, tiba-tiba ccrroottt!!! entah bagaimana caranya tinta muncat dan mengotori seluruh muka dan baju saya. Astagfirullah, saya langsung mengehentikan pekrjaan saya dan melaksanakan sholat.
Selanjutnya, baru-baru ini saya pulang dari sekolah. Waktu dhuhur sudah lama berlalu, tapi saya pikir….hmm saya sholat dikost saja. Lalu, pulanglah saya. Kemudian saya pulang kerumah di Sragen, oh My God…gara-gara menunda sholat tadi (mungkin) Allah mengingatkan saya dengan sangat lembut. Sepeda motor saya bocor sampai 3 kali hanya dalam 1 perjalanan pulang. Akhirnya Solo-Sragen yang seharusnya bisa saya tempuh 1 jam jadi 2,5 jam… sangat membuang waktu! Di tengan kebingungan waktu yang akan terbuang, untung seorang kawan memberi saran untuk mendengarkan radio. Waktu itu bahasannya tentang hadist, Alhamdulillah… waktu saya cukup terselamatkan!
Jadi, sebenarnya sholat adalah waktu kita mengembalikan konsentrasi dan merecharge iman agar hidup kita lebih tenang dan damai. Kalau tenang dan damai, maka insyaallah urusan-urusan kita pun akan mudah. Tidak benar kalau sholat bisa membuat pekerjaan kita tertunda, justru dengan sholat Allah akan membantu kita untuk lebih optimal dalam bekerja.
Sholat adalah wujud syukur kita atas rahmat Allah yang tidak terhingga, kalau kita bersyukur kan Allah akan menambah nikmatNya untuk kita.
Jadi, mari segera sambut seruan cinta Allah, 5 kali saja dalam sehari 🙂

Leave a comment »

My Special Idul Adha

Selalu ada yang istimewa di idul adha…tahun ini apa ya?? Semakin memaknai idul adha… 
Pagi-pagi dapat sms dari rekan SKI FKIP, yang bunyinya
“Asslamualaikum, sedikit tausiyah dari ustad Hakim, tabiat kehidupan memang keras, butuh perjuangan dan pengorbanan. Namun pengorbanan akan antarkan orang pada kebesarannya, pengorbanan antarkan kaum pada kejayaannya. Belajar dari 2 putra Adam, siapakah yang diterima kurbannya? Yang terbaik. Belajar dari Ibrahim, apakah yang dia korbankan? Yang paling dicintai dan dinanti..,”
Subhanallah, rasanya mak jleb-jleb tiba-tiba langsung ingat juga tausiyah Ustad Hakim beberapa waktu yang lalu, “tanda keikhlasan seorang kader dakwah adalah saat dia dimintai pengorbanan”. Seketika juga teringat sms dari sekbid ketika di JN UKMI dulu mengenai beratnya jalan dakwah dan itu semua menuntut pengorbanan…
Aku mencintai Ibrahim yang hanif yang rela mengorbankan yang paling dicintai dan dinanti selama berpuluh-puluh tahun. Tapi aku belum mampu meneladaninya secara penuh. Teringat saa seruan rapat datang, “maaf mbak, saya ada tugas deadline besok.” Ada seruan mabit, “aduh, saya ada tugas kelompok di kost teman”, ada seruan munasoroh dan kajian, “saya ada jadwal kuliah, ada agenda lembaga…de el el”… Astagfirullah. Memang musuh terbesar dalam menjalani kehidupan dan menghambakan diri pada Allah ada dalam diri kita sendiri.
Pengorbanan. Adalah inti dari semua itu. Dan Allah akan membalas setiap pengorbanan yang dipersembahkan oleh hambaNya dalam bentuk apapun dan yang tidak pernah kita sangka-sangka. Namun terkadang sungguh kita lupa dengan janji Allah tersebut (maksudnya adalah diri saya sendiri**). Dengan dituntut adanya pengorbanan, maka akan tampaklah mana yang ikhlas, mana yang serius, mana yang totalitas, dan mana yang percaya dengan janji Allah. Semoga aku masuk dalam kategori tersebut…kuncinya, kembali memanagement waktu dan diri antara kepentingan pribadi, keluarga, lembaga, umat, dan yang paling penting kepentingan utama kita sebagai dai. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sebuh perbaikan. Bismillah, Idul Adha kali ini aku ingin berubah menjadi lebih baik. Semakin mencintai dan meneladani Ibrahim as dan Ismail as dengan mempersembahkan pengorbanan terbaik kepada Allah… Ya Allah, aku datang…. 
Idul adha ini pula, aku semakin mempercayai kekuatan mimpi dan besarnya rahmat Allah dan bahwa Allah akan mengabulkan mimpi-mimpi itu selama kita mau berusaha, berdoa, dan percaya! Beberapa tahun yang lalu Ayah saya qurban seekor kambing. Waktu itu saya berpikir…ya Allah aku ingin berkurban. Tapi apa bisa ya? Lalu saya mengambil sebuah blek bekas roti saya tulisi “Qurban 2012” rencanya saya mau berusaha supaya bisa qurban tahun 2012. Lalu saya berpikir ulang, “lama banget ya..” akhirnya tahun 2012 saya ganti dengan 2011. Bismillah…
Dan….tarraaa… Allah mengabulkan doa dan niat saya. Alhamdulillah tahun ini saya bisa mempersembahkan qurban. Semoga diterima oleh Allah…amin ya Rabb… saya semakin tidak ragu untuk bermimpi dan meminta padaNya bahkan menentukan waktunya, hehe… “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan.” Ya saya percaya dengan janji-janji Allah… Terima kasih ya Allah…

Leave a comment »

Allah never leave us!

“Dalam pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir”.

Ya, tanda-tanda kekuasaan Allah selalu bisa dirasakan apabila kita mau membuka mata dan merasakan setiap detik hidup kita dengan penuh ketundukan dan kesadaran bahwa alam semesta ini tidak lepas dari penguasaan dan pemeliharaan Allah swt… coba lihat semut yang sangat kecil, mereka telah dijamin rejekinya oleh Allah…pohon-pohon itu pun masih hijau dan tumbuh tanpa kita melihat bagaimana akar, batang, dan daunnya bekerja untuk tumbuh dan berkembang. Buah-buahan yang mulai berubah warna, siapakah yang mengecatnya? Terkadang mendung gelap menggelayut namun hujan tak datang… sementara di belahan bumi yang lain cuaca sangat dingin  bahkan sangat panas… Ngomong2 tentang semut, kita bisa belajar banyak hal darinya. Semut itu kalau bertemu saudaranya pasti menyapa, istilahnya salam2an atau  bahkan cipika cipiki dalam pergaulan manusia. Semut juga makhluk yang pekerja keras dan gotong royong… iya kan? Ayo kita melihat makhluk2 Allah lebih dekat…

Begitu pula dengan hikmah. Hikmah adalah harta setiap muslim yang hilang, dimanapun mereka menemukannya ambillah. Hanya saja terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan dunia sehingga tak punya sedikit waktu untuk merasakan kesyukuran dan mengambil hikmah dari setiap kejadian. Apapun yang terjadi dalam hidup kita, setiap cuil detik yang kita lalui mengandung hikmah. Apabila sampai saat ini kita masih bernafas, maka ini adalah kebesaran Allah yang menjaga organ-organ kita tetap berfungsi secara baik. Kalau saat ini kita masih berjalan maka itu adalah karunia Allah yang sangat besar disaat banyak orang yang tidak mampu lagi berjalan. Namun, bukan berarti mereka yang tidak lagi mendapatkan nikmat berjalan mereka tidak lagi dikasihani Allah. Justru, Allah lah yang paling tahu bagaimana cara menyayangi hambaNya… masalahnya hikmah ini kadang kurang bisa diterima dan dipahami…mungkin saja dengan tidak bisa berjalan membuat waktu kita bermunajat dengan Allah lebih banyak, waktu kita belajar dan berpikirpun lebih banyak… juga, kesempatan berbuat dosa dengan banyak jalan-jalan dan muter2 gak jelas jadi berkurang… kalau kita gagal, maka pintu kesempatan lain banyak yang terbuka, hanya saja terkadang kita terlalu fokus dengan kegagalan itu sendiri… Allah juga sedang mengajarkan kita arti sabar dan ikhlas, bukankah itu yang selalu kita minta dalam doa-doa kita selepas sholat…

Apapun yang terjadi dalam hidup ini, tidak lepas dari pengawasan Allah swt yang SELALU MENYAYANGI KITA DAN TAHU YANG TERBAIK DALAM HIDUP KITA.

Dan juga, ini yang penting, ILMU. Ilmu Allah itu terbentang di seluruh jagad raya, semakin kita tahu maka kita akan semakin menyadari bahwa lebih banyak hal yang belum kita tahu. Maka tidak ada alasan untuk berhenti belajar. Ilmu adalah kunci meraih mimpi-mimpi dna meraih keridhoan Allah swt… apakah harus ilmu agama? Saya rasa tidak. Saya belajar bahasa Inggris maka saya harus bisa membuat ilmu saya bermanfaat. Misalnya, dengan lancar berbahasa Inggris saya bisa lebih mudah berdakwah keluar. Apa ilmu yang Anda kuasai?pastikan itu bermanfaat! J

Leave a comment »

SELEMBAR SERTIFIKAT

Apalah arti selembar sertifikat? Mungkin itu yang terlintas dibenak kita. Tapi jangan salah, selembar sertifikat itu bisa bernilai sangat besar bagi mereka yang membutuhkan, misalnya mereka yang mau daftar jadi kerja, ato daftar jadi mawapres…selembar sertifikat sangat penting harganya, sebagai bukti kegiatan (maklum, disinikan bukti keaktifan dinilai dari banyaknya sertifikat yang didapat) namanya juga obsesi, hehe seminar dan kegiatan dimanapun dikejar! (ya memang harus begitu, mimpi itu butuh modal dan usaha keras). Yang perlu jadi catatan, kalau kita ikut organisasi ya jangan sampai niatnya karena pengen sertifikat doang, eman-eman… Kalau niat kita karena sertifikat maka ya kelelahan kita hanya sebatas sertifikat itu. Ada baiknya kita niatkan dengan sesuatu yang lebih bernilai, untuk belajar, berkarya, dan beribadah bisa kita bayangkan betapa banyak kebaikan yang bisa kita terima. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita dapat dengan berorganisasi kalau kita mau totalitas, seritifikat itu hanya hasil sampingan yang otomatis akan kita dapat…

Nah beda lagi kalau niatnya sertifikat. Kerja kita mungkin cuma asal-asalan, asal kerja, asak beres,a salah dapet sertifikat. Apalagi kalau gak aktif, minta sertifikat pula… *hmm no comment, hehe* (soalnya kalo komen pasti akan pedas, dan saya tidak mau yang pedas1)… intinya, jadikan setiap yang kita lakukan itu sebagai pelajaran, ibadah dan pembawa kemanfaatan, soal sertifikat, jabatan, terkenal itu hasil sampingan alias bonus supaya yang kita lakukan dengan berlelah-lelah dan berpenat-penat tidak sia-sia. Untuk para penggerak organisasi, mari membuat orang-orang yang ada bersama kita menjadi luar biasa. Berikan sertifikat pada yang berhak dan jangan menunda-nunda turunnya sertifikat. Sabda Rosulullah itu kan kita harus membayar upah pekerja kita sebelum keringatnya mongering… Untuk para pemburu sertifikat, jangan cuma memburu sertifikat tapi pastikan kita benar-benar mendapat dan melakukan apa yang tertera dalam sertifikat itu.. *karena semua kita perbuat akan dimintai pertanggungjawaban..

Leave a comment »