Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Anak-anak

image

Pagi ini pas kajian di masjid jami kecamatan, ada banyaaaak banget anak-anak, yang putra yang putri lucu2. Ada yang jalan2 dan ada yang ‘glendotan’ sama ibunya. Yg sudah agak besar duduk manis disamping ibu atau bapaknya.. nyenengin banget deh.

Apa yang membuatnya indah?
Pertama, melihat anak-anak yang sehat ceria dan enerjik (yah walo agak gaduh juga hihi, tapi gapapa kan msh belajar). Yang putri pake jilbab lucu-lucu, yg putra juga pake kaos/kemeja rapih.. 🙂

Kedua, melihat bapak dan ibu yg semangat tholabul ilmy. Minggu2 begini ke masjid, plus mengajak anak-anaknya.. keluarga islami, sip deh. Asik banget kalo lihat bapak-ibu kompakan begini..

Ketiga, bagi saya melihat anak-anak itu sesuatu banget. Rasanya seperti melihat masa depan yang masih suci, masa depan yang cerah insyaAllah.. bagi anak-anak itu, asa depan mereka ada ‘di tangan” kedua orangtuanya. Bagaimana sejak kecil anak-anak dididik oleh orangtuanya akan berperan penting pada perkembangannya nanti.

Anak-anak adalah masa depan. Mereka harus dididik dengan benar, dengan sebaik-baiknya. Supaya agama, bangsa, dan negara ini kelak maju di tangan mereka.

Anak-anak adalah investasi akhirat. Doa anak-anak soleh adalah amal jariyah bagi orangtuanya.. maka mereka harus dididik dengan akidah yang lurus, agar mereka bisa hidup dengan hatinya.

Anak-anak adalah pelipur hati. Maka mereka harus dididik dengan cinta dan kasih sayang..

Anak-anak adalah amanah. Maka sebagai orang tua, harus memberikan yang terbaik, memberikan penjagaan terbaik, memberikan bekal kehidupan yang terbaik..

Semoga Allah karuniakan akidah yang lurus, fisik yang sehat, dan kemampuan untu melahirkan dan mendidikan generasi unggul di masa depan…

Advertisements
Leave a comment »

More than (just) learning

Bicara tentang kuliah.. kuliah itu tidak melulu kita belajar, menghabiskan banyak waktu di perpustakaan dan melahap buku-buku materi kuliah. Kalau begitu keadaannya, maka tidak heran kalau nantinya akan terbentuk manusia-manusia pintar yang lurus. Ya, benar2 lurus.. mungkin tanpa memandang sekitarnya, tanpa banyak menyapa, tanpa melihat ke kanan dan kekirinya..

Bagi saya, kuliah bukan sekedar belajar.. meski itu adalah yang utama.

Kuliah adalah proses mengenal. Ada banyak hal yang bisa kita kenal dalam dunia perkuliahan. Di UGM teman2 saya hampir berasal dari seluruh indonesia. Disinilah saya mengenal banyak bahasa, budaya, hobi, hingga pemahaman dalam agama.. suatu hal yang harus dibayar mahal apabila saya harus mengunjungi satu per satu di daerah asalnya. Maka sembari kuliah, kamipun menyemai ukhuwah..

Kuliah ada proses belajar dari manusia-manusia dewasa. Siapa? Dosen2 kita. Betapa sering kita memuji dosen2 kita dan juga mungkin tidak memuji yang lainnya, karena beberapa faktor. Yah, itu manusiawi.. maka ketika ada yang hebat dari dosen, baiknya kita kembangkan diri kita seperti itu dan bila ada yang kurang disuka, setidaknya kita juga menghindari sifat tersebut. Kelak kita akan (dianggap) mempunyai khasanah keilmuan yang luas, disaat itulah kita punya tanggung jawab lebih.. memelihara, menyampaikan, dan menjaga kemanfaatannya.

Kuliah adalah tempat dimana dakwah bersemi indah. Di perkuliahan saya kian mengerti dan menyelami dakwah (walo gak dalem2), hingga saya sangat bersyukur ada dalam barisan ini. Saat ini saya ingin, jikalau tidak bisa memberikan banyak manfaat, setidaknya saya tidak menjadi orang yang merobohkannya.

Kuliah adalah momen pengembangan diri. Ketika masih kuliah, banyak sekali kesempatan tercipta bagi kita untuk mengasah kemampuan, untuk menajamkan pikiran, membuka cakrawala. Kita cenderung msh mempunyai cukup waktu luang untuk berorganisasi, berbagi, mencoba hal2 baru, dll..

Kuliah adalah saat lebih mengenal diri sendiri dan mengukuhkan jati diri. Saatnya tidak malu dan tidak takut mengatakan ‘inilah saya’ dan disaat yang sama juga tidak ragu untuk membantu yang lain, untuk bertoleransi..

Bila kuliah hanya sekedar belajar pelajaran, tak perlulah kampus2 itu didirikan, tak perlulah mereka datang dari berbagai pelosok negeri, karena kuliah itu belajar tentang kehidupan..

Cheers.

Leave a comment »

Cerita UGM

Salah satu cerita menyenangkan di UGM adalah pegawai2nya yang ramah, sabar, murah senyum, bersahabat, sangat ingin membantu… dan tidak ragu untuk meminta maaf.

Jadinya ayem, gak berani ‘nggrundel’ diluar juga 🙂

Leave a comment »

Di hatiku

Tak perlu pergi jauh,
Tak perlu habiskan banyak waktu mencari dan menunggu,
Tak perlu berkorban terlalu banyak harta,
Tak perlu berlama-lama menggalau..

Hanya perlu melihat ke dalam hatiku..

Leave a comment »

Nilai

Well, mari berbincang (lagi) soal nilai dan kompetensi.

Pilihannya ada 2:
1. Kalau sudah mendapat nilai bagus, maka kita harus amanah dengan nilai tersebut. Nilai bagus yang benar2 mewakili kompetensi itu mendamaikan, nilai bagus karena dosennya baik itu mendamaikan dan sedikit mengancam.. apa iya saya sebaik itu? Maka tidak ada kata terlambat untuk terus belajar.

2. Kalau sudah terlanjur mendapat nilai kurang bagus, maka pengetahuan dan kemampuan kita tidak boleh ikut2an ‘kurang bagus’. Apa iya saya sebodoh itu? Cukuplah nilai saja yang menangis, tidak ada kata terlambat untuk belajar..

Kesimpulan: mau nilai bagus atau kurang bagus, akhirnya tetep sama: never ending learning..

Leave a comment »

Izin Allah..

Satu kalimat intinya adalah “tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang terjadi tanpa seijin Allah. Dan apa2 yang sudah diijinkan oleh Allah terjadi atas kita adalah yang terbaik.”

Memahami kembali kejadian kemarin. Niatnya bercanda, tapi ternyata ada yang kurang berkenan dengan candaan saya. Saya tipe orang yang cukup mudah tersinggung, tapi saya juga tidak suka menyinggung-nyinggung orang lain (kan tau kalau tersinggung itu nggak enak). Tapi, apalah daya, kita tidak bisa mengetahui perasaan dan suasana hati orang lain. Bisa jadi obrolan dan candaan kecil yang biasa saja menjadi tidak biasa pas lagi badmood, bisa jadi kan. Itulah..

Salah satu hal yang membuat galau itu adalah ketika ada orang yang kita sakiti (entah sengaja atau tidak). Bisa jadi kesalahan itu menjadi penghalang meningkatnya amalan kita atau bahkan menjadi penghalang masuk surga, karena ada hati yg belum ikhlas.. bisa jadi itu terhapus dengan kata maaf, tapi namanya luka tidak selalu bisa sembuh sempurna, terkadang pula meninggalkan bekas yang tidak pernah hilang..

Akhirnya, saya mencoba berpikir positif (setelah minta maaf tentunya..). Bahwa pertama, kejadian kemarin terjadi atas izin Allah dan pasti Dia mempunyai rencana yang indah untuk saya (dan orang lain tentunya). Kami bertemu juga ats izinNya. Kedua, setelah melakukan kesalahan (sekalipun tanpa maksud sengaja), yang bisa kita lakukan adalah meminta maaf dan kerelaan dari yang tersakiti. Karena kata yang terucap tidak bisa ditarik lagi. Ketiga, mengambil pelajaran. Bahwa Allah sedang mengajari saya untuk lebih peka terhadap kondisi orang lain, agar lebih hati2 memilih kata, agar lebih santun dalam bercanda. Allah ingin saya belajar langsung dr pengalaman sendiri. Dan, bagi orang lain yang merasa tersinggung, semoga ‘kesalahan’ saya menjadikan pahala kebaikan baginya.. dengan begitu, kedepan kami bisa lebih mengenal dan mengerti satu sama lain.. Dan terakhir, setelah itu harus ada niat dan aksi nyata untuk berubah, memperbaiki kesalahan dengan akhlak yang lebih baik..

Bila Allah sudah mengijinkannya terjadi, apakah masih berani kita mengeluhkannya berlebihan. Pasti ada maksudNya yang indah.. bila dengan memberikan ‘masalah’ Allah ingin saya mendapatkan hikmah dan pelajaran, apakah masih berani saya protes.. bila dengan memberikan rasa takut dan was-was Allah hendak menggugurkan dosa, apakah masih pantas saya meragukan kebaikan takdirNya..

Semoga Allah melapangkan hati-hati kita untuk menerima hikmah dariNya. Semoga Allah menguatkan persaudaraan kita. Semoga setelah ini kita lebih memahami, lebih terbuka dalam rangka saling mengingatkan, lebih baik dari sebelumnya..

Leave a comment »

Tempat terindah

Bagiku…
Tempat terindah itu bukan dimana aku bisa melihat daun kuning berguguran. Bukan dimana aku merasakan siang yang lebih panjang. Bukan dimana aku bisa merasakn dinginnya salju yang menusuk. Bukan dimana aku bisa melihat jutaan bunga-bunga indah bermekaran.

Bagiku…
Setiap tempat bersamamu adalah tempat terindah. Bersamamu aku menggenggam semesta, memiliki semua keindahannya…

Bagiku…
Mimpi terindah itu bukan lagi tentang menyapa dunia. Mimpi itu adalah (kelak) bisa menjadi yang terbaik bagimu dan mendampingimu, selamanya…hanya itu.

Leave a comment »

Bilangan Usia

Pernah mendapat pelajaran tentang cross culture understanding bahwa budaya barat tidak mengijinkan kita menanyakan tentang usia. Asking bout age is irritating! Mungkin beda dengan budaya kita dimana kita ingin lebih menghargai orang yang lebih tua sehingga terkadang kita menanyakan soal usia…

Sebenarnya, apalah artinya bilangan usia.. kalau untuk ukuran pergaulan teman2 seangkatan misalnya, kami semua adalah satu keluarga-satu angkatan- tidak peduli ada yg sudah senior atau sangat junior.. sebagian orang merasa tidak suka bila mereka dianggap ‘tua’ (termasuk saya, yah walau saya memang muka-muka tua). Sayangnya, ketidaksukaan disebut tua itu malah membuat saya merasa ‘bangga’ menjadi makhluk ‘muda’.. apalah artinya bilangan usai dihadapan Allah. Bukankah ketika melihat mereka yang lebih tua kita diajak introspeksi bahwa bisa jadi dia lebih baik dari kita karena dia lebih lama berima pada Allah dan berbuat baik. Ketika bertemu dengan yang lebih muda, kita pun diajari untuk introspeksi bisa jadi dia lebih baik dari kita karena dia belum banyak bermaksiat..

Alih2 kita merasa muda, di sisi lain bisa jadi kita menyinggung orang lain yg lebih senior.. dan tersinggung itu sesuatu banget! Kita tidak pernah tau luka apa yang kita goreskan di hati orang lain. Bisa jadi dia ikut tertawa, namun dalam hati siapa tau…

Bersama berjalannya waktu, akhirnya saya pun belajar…sedikit demi sedikit mengumpulkan puing2 hikmah yang mewarnai setiap perjalanan hari saya.

Hari ini saya belajar, tidak perlu merasa bangga menjadi ‘muda’ dan tidak perlu risih dianggap ‘tua’ karenaitu tidak menjadi ukuran kita dihadapan Allah..karena maut tidak melihat tua atau muda..

Sekian.
Semoga menjadi pelajaran berharga.
🙂

Leave a comment »

Bersama: aku dan kamu.

**untuk mereka yang menemukan cintanya di jalan dakwah, barakallahu laka wabaraka alaika wajamaa bainakuma fii khoir**

Tribute to: mbak nunik dan mas rohmad, mas pebri dan mbak defi, mbak indras dan suami, dan untukku yg semoga segera menyusul, haha

Untukmu nanti, akan selalu ada waktuku, akan selalu ada tempat kosong untuk untuk disinggahi, akan selalu ada bahu yang siap menjadi sandaranmu..

Untukmu nanti, akan selalu ada kata mengalah, mengerti, dan percaya. Hatiku terlalu sempit untuk merasakan cemburu selain cemburuku kepadaNya..

Bahwa nanti, ikatan kita bukanlah antara dua hati yang jatuh cinta. Ikatan kita adalah dua hati yang saling membangun cinta..kita bersama membangunnya menjulang tinggi..kita bersama mencapai Dia yang mahatinggi..

Ya, karena nanti ikatan kita bukan semata2 percayaku padamu dan percayamu padaku. Ikatan kita adalah kepercayaan kepadaNya, penghambaan kepadaNya, rasa takut kita padaNya..

Bila nanti kita merasa ternyata belum mengenal, bukankah kita sudah merelakan diri untuk saling mengenal seumur hidup kita. Bila nanti semakin banyak kekuranganku yang kamu tau dan sebaliknya semoga kita diberi kesabaran yang tidak berujung. Bila nanti aku mulai berubah, luruskanlah…dan bila nanti kau mulai berubah ijinkan aku meluruskanmu..

Bahwa kita, bukan hanya sedang membangun kebahagiaan di dunia. Disana, kita harus bahagia sampai di kampung akhirat kelak..dan di dunia, kita bersama semoga bisa mulai merasakannya. Bersama, aku dan kamu, menciptakan surga kita sebelum surga yang sebenarnya..

Bahwa cinta dan rahmatNya lah yang mempertemukan kita, dan dengan cinta dan rahmatNya lah kita akan menjalani hari-hari kedepan bersama, disisa hidupmu dan disisa hidupku. Juga, kepada cinta dan rahmatNya lah yang kita tuju..

Semoga Allah limpahkan banyak cinta kepada kita, yang denganNya kita menjadi lebih kuat dan lebih taat..

Leave a comment »

Dalam

Dalam diamku
Dalam doaku
Dalam harapku
Dalam hamparan sajadahku
Dalam hati yang terus belajar
Dalam pengertian yang terus kubangun
Dalam upaya meluruskan kembali yang bengkok
Dalam usaha merekatkan kembali yang retak dan pecah
Setiap waktu menyadarinya, betapa diri ini masih tipis imannya, belum lagi kokoh akhlaknya, belum sempurna kepasrahannya
Hingga setiap coba adalah pelurus dan perekat
Setiap kesalahan yang disadari adalah pengokoh akhlak, penebal iman, dan penyempurna kepasrahan..

Bersama kalian, melewati bahagia, hati yang luka, jerih payah, saling curiga, semuanya semoga dalam rangka mendewasakan kita semua. Untuk kisah2 yang telah terukir sekian lama, semoga tidak berakhir oleh satu kalimat yang terucap tanpa maksud mencela, sebuah kalimat bernada canda yang mungkin ditafsirkan berbeda..

Bahwa aku mencintai kalian karena Allah… 🙂

Semoga persahabatan tetap terjaga…

Leave a comment »