Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mengalahkan diri sendiri

Hatiku tengah berbicara. Saudariku, apa yang membuatmu demikian risau dan tersalah. Ukhuwah yang terjalin kian lama itu kini berubah menjadi diam. Apa yang tengah terjadi. Saudariku, aku merasakan hatimu yang gelisah dan jauh. Boleh kamu merasa benar, tapi ingatlah kamu tidak bisa menjadi yang paling benar. Bilakah kamu melihatnya tersalah, ucapkanlah perkataan yang baik dan mendekatlah. Sudahkah hatimu yang dulu tegar menjadi kian rapuh. Sejak kapankah kekecewaan mampu membuatmu demikian lumpuh. Ingatkah kamu pada janji disebuah magrib yang penuh berkah, bahwa kamu takkan lagi pernah kalah dengan kekecewaan. Saat itu kamu telah berjanji untuk berdamai dengannya, menjadikannya kawan dalam membangun jiwa dan hatimu. Saudariku, sungguh aku mampu merasakan keinginanmu untuk kembali seperti dulu. Begitupun yang aku inginkan. Maka setiap aku bersikeras untuk melangkah, aku terhenti oleh sikapmu yang acuh dan lemah. Karena kamu tak mampu lagi menjaga benteng-benteng kekuatan hatimu.

Kamu tahu apa yang mesti dilakukan bukan? Lakukanlah saudariku. Sungguh aku menyayangkan senyum manismu itu menghilang bersama hilangnya pahala dan berkah yang Allah janjikan. Aku menyayangkan do’a-do’a yang tak terlantun ikhlas. Bila kamu benar saudariku, buatlah kamu semakin benar dengan sikap dan teladan dalam menghadapi resah gelisahmu. Benarlah dalam memberi do’a dan sapaanmu. Benarlah dalam menjadi sebaik-baik perhiasan dunia, yang baik agamanya dan indah akhlaknya.

Aku merindukan senyum manis dan do’a keselamatan itu melantun dengan penuh keikhlasan. Maka kuatkanlah hatimu untuk menjadi lebih sabar dan mengalah. Lepas dari benar salahnya dirimu, menyelamatkan sebuah persaudaraan lebih benar adanya. Saudariku, jangan mau dipermainkan nafsu, sungguh fitrah Allah telah tergambar jelas dalam hatimu. Kalahkanlah semua keraguan untuk mengalah dan membuka hati. Meski kau merasa tak adil dan tersakiti, itulah bagian yang akan memuliakanmu di hadapannya.

Ingatlah mimbar-mimbar cahaya yang dijanjikanNya bagimu bila kau mencintainya karena Allah. Begitupun Allah menciptakannya dengan kelebihan dan kekurangan, maka cintailah Allah dengan mencintai makhlukNya…

Untuk Saudariku yang aku cintai karena Allah,

hatimu ini tengah berbicara…


2 responses to “Mengalahkan diri sendiri

  1. Kayarum says:

    mbak, boleh usul ganti background blog …hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: