Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Patah-patah

on November 11, 2013

Oke pagi ini kita bicara tentang patah hati… aaakk pagi2 ngomongin patah hati, gak enak banget! Eittss tunggu dulu… insyaAllah patah hati yg ini akan membuat kita makin paham dan semangat menjalani hidup!

Sebenarnya, kok bisa sih kita jadi patah hati? Karena kita merasa memiliki apa-apa yang bukan milik kita. Misalnya nih ya.. kita sedang berjuang meraih beasiswa. Semua sudah kita kerahkan, tapi ternyata yang dapet malah temen baik kita sendiri. Dan kita patah hati banget (apalagi kalo kita banyak bantuin si temen baik ini). Nah lho… Padahal, beasiswa itu belum jadi milik kita kan jadi kenapa harus sakit hati coba? Lalu karena sakit hati kita jadi suudzan, menyesali bantuan yg sudah kita berikan, ghibah disana sini… astagfirullah…habis sudah kebaikan yg kita tanam.

Terus lagi, yg ini agak lebih sensitif :). Soal nikah. Alkisah dulu ada seorang teman sya yang cantik, sholehah, aktif, santun, tegas pokoknya super deh…dan tiba2 dia dilamar seorang ikhwan. Lalu…patah hatilah ikhwan2 angkatan saya (uhuk, ini sy dpt ceritanya baru kemarin, pdhl nikahnya udh 2 thn yg lalu…sy gak terlalu ‘in’ soal berita3 begituan,hehe). Lalu, dimana masalahnya? Hey..kenapa juga harus patah hati? Toh si akhwat memang masih single dan sah2 aja kan kalo ada yg melamar. Kalau ada para ikhwan yg patah hati *maaf sebelumnya* mungkin karena teman2 ikhwan yang selama ini tidak bisa menjaga hati dan perasaannya, sehingga ketika kenyataan yang terjadi tidak sesuai harapan, mereka merasa sakiiiit… untuk hal2 yg tidak pernah kita punya kenapa harus sebegitu sakitnya ketika diambil oleh orang lain yg memang sudah ditakdirkan untuk memilikinya?

Tapi, sakit hati itu boleh, beneran boleh…tapi jgn lama2. Pasti ada banyak hikmah setelahnya! πŸ™‚ yang jelas, jangan sampai kita menghabiskan amal kebaikan gara2 sakit hati (misalnya jadi suka suudzan, jadi suka ghibah, jadi suka melakukan perbuatan yang tidak baik). Percayapada Allah πŸ™‚

Sekian.
Patah hatilah, tapi jangan lama2, setelahnya lahirlah hati baru yg lebih kuat.

Advertisements

2 responses to “Patah-patah

  1. niannisa says:

    eh eh ehh.. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: