Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tujuh Belas

on October 31, 2013

Biarlah yang jauh itu hanya dimata, tapi hati kita tetap menatap pada arah yang sama. Sulit dipercaya bahwa kita begitu saling percaya, meski tak pernah aku mendengarmu berdoa, dan tak pernah kamu melihatku berdoa. Bagiku, tak penting apakah aku ada dalam doamu atau tidak, sepanjang aku bisa terus menjagamu dalam doaku. Itulah yang selalu bisa aku beri, sebuah doa.. mungkin hanya itu.

Dialah Allah, kepadanya aku pernah berkata untuk selalu mendoakanmu. Sebuah janji. Janjiku akan keinginanku untuk bersamamu kelak di mimbar-mimbar cahaya yang dijanjikanNya.

“Kita saling mengenal di usia 17 dan semoga akan terus baik bahkan lebih baik hingga kita berusia 71 bahkan lebih” -my friend, rp-

Terima kasih untuk tahun2 penuh petualangan bersamamu, penuh cita dan cinta.

2 purnama lagi, kawan.. 🙂
Meski keadaan berubah, kamu akan tetap mengisi lantunan doaku..
—–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: