Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Bertambah

on October 27, 2013

Well, tanpa bermaksud aneh-aneh dan mengarah ke ‘itu’ (yah walo sebenarnya iya juga sih hehe). Kemarin malam tiba2 mengalami suatu kerjadian yang menyadarkan saya tentang janji Allah, bahwa Allah akan mengkayakan pemudapemudi yang menikah, bila mereka belum kaya.

Sebelumnya saya definisikan kaya disini secara universal ya, kaya secara lahiriyah maupun batiniah.Nalarnya begini, ibarat sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh 2 orang dengan kemampuan sama maka pekerjaan itu cepat selesai. Kalau menikah, hal2 yang sebelumnya dikerjakan sendiri harusnya lebih meningkatkan kualitasnya setelah menikah. Itulah kenapa, ada seorang ustad yang berpesan: para macan kampus (aktivis) setelah jangan sampai jadi kucing! *nangkep?
Begitulah.. menikah adalah syariat Allah yang mulia, dan syariat itu dibuat dalam rangka memuliakan manusia (membuat manusia lebih baik). Betul?

Setelah menikah, akan ada yang secara legal sering mengingatkan kita untuk menggiatkan ibadah. Lalu, dari segi silaturahim (jaringan), akan jadi lebih luas karena sekarang si perempuan tambah kenal sama teman2 si laki-laki dan sebaliknya. Dan… silaturahim itu menambah rejeki bukan? Yap, selanjutnya.. tentang doa. Doa dua orang yang sejalan insyaAllah akan lebih didengar oleh Allah apalagi kalau keduanya sudah melaksanakan yang pertama: saling mengingatkan dalam ibadah. Pekerjaan-pekerjaan rumah yang lama kalau dikerjakan sendiri, akan lebih cepat selesai karena sekarang dikerjakan oleh dua orang, sehingga lebih banyak waktu produktif. Soal pahala.. solat berjamaah itu pahalanya berlipat2 dibanding solat sendirian. Nah, kalau sudah nikah bisa sering2 solat jamaah tuh. Bagi istri, ladang amal tergelar di dalam rumahnya dengan melayani segala kebutuhan keluarga dan bagi suami keluarnya dia dari rumah dalam rangka mencari nafkah akan menjadi jihad..pekerjaan dan mimpi yang kiranya sulit akan jadi lebih mudah karena dipikirkan oleh dua kepala, dilaksanakan oleh dua manusia.

Lalu, apakah berarti setelah menikah semuanya akan indah? Well, ndak bisa jawab juga sih, kan belum menikah hehe.. tapi menurut saya, bahagia atau indah tidaknya pernikahan tergantung kepada individu masing2, bagaimana mereka memaknai kebersamaan, janji, dan cita2 pernikahan mereka. Tapi…yang jelas Allah tidak mengatakan sama sekali dalam alquran bahwa menikah akan menimbulkan masalah. Malah yang ada itu lebih menjaga diri, menentramkan hati, mengayakan, dan menimbulkan kasih sayang. Kalaupun di dalam alquran ada kisah2 yang menceritakan tidak berkahnya pernikahan, itu karena salah satu atau keduanya kufur, tidak beriman kepada Allah.. seperti kisah istri Nuh as. Jadi, sebelum dan sesudah menikah.. tetapkan selalu keimanan dalam diri. Itu adalah kuncinya.

Bila Allah menyuruh dan mensyariatkan, maka Dia akan memampukan dan memenuhi janjiNya, bagi mereka yang yakin dan berikhtiar 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: