Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Cemburu :)

on September 21, 2013

Ada yang bilang, cemburu itu tanda cinta. Apa iya? Hmm bisa jadi. Tapi jangan jadikan ‘tanda cinta’ itu menjadi ‘perusak cinta’. Sudah terlalu banyak korban cemburu yang merugi karena tidak bisa menyikapi ‘tanda cinta’ itu dengan benar.

Cemburu bisa ke apapun atau ke siapapun. Kepada orang lain, kepada buku, motor, mimpi, bahkan laptop misalnya hehe. Apa sih yg dimaui oleh orang yang cemburu? Perhatian penuh? Kecintaan penuh?

Baiklah, kita bicarakan cemburu yang universal ya..bisa melanda siapa saja dalam hal apa saja. Biasanya orang2 yg cemburu tiba2 menjadi labil dan alay, jadinya lebay dan tidak dapat berpikir jernih. Jadinya apa? Marah2 gak jelas, salah2 malah merusak hubungan (pertemanan atau pernikahan). Cemburu yg awalnya baik jadi berakibat buruk kan..

Jadi, gimana caranya memanajemen cemburu itu? Kalo saya pikir2, kira2 begini:

Pertama, utamakan ketenangan. Jangan terbawa suasana galau deh. Tenang ini penting banget. Cobalah berpikir jernih.

Kedua, jangan melihat dari sudut pandang kita. Tapi lihatlah dari sudut pandang dia. Kalau kita di posisi dia, akankah kita melakukan hal yang sama(yang membuat kita cemburu) atau sebaliknya? Mungkin, kita juga akan melakukan hal yang sama..

Ketiga, percaya padanya (konteks buat yang sudah menikah). Seseorang yang kamu pilih karena agamanya itu pasti lebih takut pada rabbNya.. akad yang sudah diucapkan itu bukan sekedar pemanis bibir, itu adalah perjanjian yang berat yang sudah bersedia dia tanggung. Serahkan penjagaannya pada Allah, melalui doa-doamu, melalui perhatianmu yang selalu penuh, melalui pelayananmu yang selalu prima, melalui akhlakmu yang tanpa cela, melaui ibadah-ibadahmu yang makin baik.. begitulah cara mengutkan ikatannya, bukan dengan banyak menuntut (poin ini menurut saya saja lho, soalnya belum menikah jadi belum mengalami hihi, semoga dihindarkan dari cemburu yang begituan syukur2 dihindarkan dari hal2 yg menyebabkan cemburu, aaamiiin…)

Keempat, bicarakan. Entah itu dengan teman atau pasangan. Keterbukaan dan komunikasi itu penting. Tapi dibicarakan disuasana dan tempat yang tepat ya. Tetap dengan kepada dingin dan dengan tujuan untuk mencari solusi. Biar sama-sama lega.. Bersedialah mengerti, bersedialah minta maaf kalau salah, bersedialah memaafkan juga..

Kelima, (buat yang udah nikah juga nih) “tetapkan selalu, janji awal kita bersatu, bahagia sampai ke surga.”

Keenam, mulailah lembaran baru. Lupakan hal2 yang membuat tidak nyaman. Mulailah lembaran baru, sebaru-barunya…

Ketujuh, tetaplah cemburu. Lho? Karena seperti yang dibilang di awal bahwa cemburu itu tanda cinta. Tapi jadikanlah cemburu itu untuk membangun cinta yang lebih kokoh. Bagaimana caranya? Dengan cemburu kita akan termotivasi untuk menjadi lebih baik.. lebih baik dari semua yang membuatmu cemburu itu.. 🙂

Sudah dulu ya membahas cemburunya. Ibunda Aisyah juga pencemburu, jadi itu manusiawi. Yang penting jadikanlah cemburu itu energi untuk membangun cinta yang lebih kokoh, bukan untuk menghancurkannya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: