Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kawah Gadjah Mada

on September 20, 2013

Ceritanya saya sedang merasa…apa ya, bukan bahagia juga, bukan lega juga…seperti: akhirnya mereka merasakan yang saya rasakan. Bukan berarti saya bahagia lhoo ya, ikut prihatin juga, tapi ya inilah yang harus dijalani… cerita tentang gadjah mada.

UGM adalah impian saya sejak dulu, alhamdulillah bisa merasakannya di S2 ini. Perpindahan dari UNS ke UGM bisa dibilang menimbulkan efek yang cukup drastis. Dulu saya sering dilanda galau.

Pertama, karena saya agak nyasar dari pendidikan ke ilmu linguistik murni, otomatis bekal keilmuan tidak sama dengan teman2 yang lain. Setress banget dulu lihat temen2 yang sudah pinter2, banyak baca buku, dan berteori…saat itu hanya bisa menatap pasrah, mencatat kosakata istilah2 yang saya belum paham, lalu searching sesampainya di kos. Begitu terus sampai beberapa waktu.. diskusi dan membaca buku adalah makanan sehari2 yang dulu jarang saya lakukan -_-

Kedua, tentang teman-teman. Di kampus yang dulu, teman2 semuanya berbahasa Jawa dan berasal dari satu regional. Sekarang teman2 saya dari seluruh indonesia dan saya harus berbahasa indonesia. Awal2 di jogja rasanya senang sekali menemukan teman yang berbahasa jawa.

Ketiga, soal penampilan. Tidak dapat dipungkiri dari penampilan saya orang2 sudah bisa menebak siapa saya. Dan indahnya lagi banyak yang belum familiar dengan ‘identitas’ saya sehingga harus bisa pintar2 bersikap…

Keempat, karena saya single fighter. Maksudnya? Menjadi mahasiswa termuda di kelas, dengan ‘keanehan’ penampilan, dengan bekal yang masih minim, dan keterbatasan yang lain.

Seiring berjalannya waktu, saya sangat bersyukur… lepas dari semua keluhan yang pernah saya katakan dulu, sekarang saya memahami bahwa inilah takdirNya yang terindah.

Dulu saya menceritakan ini kepada teman2, entah mereka percaya atau tidak…hehe. yang jelas, sekarang mereka sedang merasakannya, memasuki kawah gadjah mada. Mereka bercerita tentang belajar hingga larut malam, setumpuk buku yang harus dibaca, teman2 di kelas yang pintar dan kritis, sampai ‘sakit’ setelah 2 minggu di jogja..

Prihatin? Tentu… tapi inilah yang harus dihadapi. Dengan keluar dari zona nyaman kita sedang tumbuh… kalau selamanya kita di zona nyaman itu, selamanya kita hanya akan tau yang itu2 saja, dan mungkin selamanya juga kita merasa bahwa kita sudah bisa…padahal kita sedang jauh tertinggal, tanpa menyadariny.

Mari berjuang adik2 tingkat 🙂 #temen2 seangkatan ding hihi

FIGHTING!!! Badai pasti berlalu, setelah melewatinya kita akan telah menjadi jiwa yang baru.. insyaAllah… Aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: