Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

13 Tahun, Menyetir Mobil, Mengantar Pacar

on September 8, 2013

Gludak!!!
Heran sekali pas sekilas membaca itu dalam status facebook, lalu disusul dengan diskusi bersama teman2 yang pada akhirnya dihentikan *karena menjurus2 ke ghibah hehe*

Well, korbannya ada 5 atau 6 (kata teman saya), tapi bukan soal korban, yang saya sayangkan adalah..

Pertama 13 tahun, menurut saya untuk diperbolehkan menyetir itu bukan cuma soal sudah bisa menyetir atau belum tapi juga soal kedewasaan. Ya, menyetir juga perlu kedewasaan… supaya tepat perhitungannya, supaya tenang menyetirnya, supaya selamat diri dan orang lain.

Kedua mengantar pacar. Apa?? 13 tahun, mengantar pacar? 13 itu pantesnya masih diantar jemput sama orang tuanya ke sekolah, diantar les dsb, kalo yg lebih mandiri ya ke sekolah sendiri, main sama temen2nya, ngaji atau ikut kegiatan eskul apa gitu, terus belajar dirumah, atau main sama orang tuanya atau kakak dan adiknya.. haduuuh semakin mengkhawatirkan ini pengaruh dunia luar. Bahkan mereka pun sepertinya belum paham definisi pacar, yg mereka tau ya sebatas yg mereka lihat, dan parahnya yang dilihat itu yang begitu2.. astagfirullah..

Baiklah, para calon orang tua (diri kita sendiri maksudnya), mari menyiapkan diri sejak sekarang untuk mendidik anak2 kita kelak.. dari kacamata saya yang belum mulai membaca buku parenting, mungkin ada beberapa hal yang perlu kita siapkan untuk anak2 kita kelak..

Pertama, carilah ayah atau ibu terbaik bagi anak-anak kita. Kedua, orangtua adalah teladan pertama, maka bekal kesholihan orangtua harus disiapkan dari sekarang. Ketiga, menyiapkan lingkungan yang baik untuk anak-anak kita. Keempat, menyiapkan media belajar yang tepat, tidak harus mahal.. ayah dan ibu yang baik selalu punya cara cerdas untuk mengajari anak-anaknya. Kelima, mengajari anak untuk bersabar, tidak selalu setiap keinginan anak harus dipenuhi segera, ajarilah bersabar ajarilah berjuang. Keenam, memberikan cinta yang penuh, maksudnya supaya anak2 tidak mencari2 cinta dan perhatian diluar karena itu sudah bisa ditemukan dan dipenuhi didalam rumahnya. Ketujuh, ini paling penting…menanamkan aqidah islami sampai menancap kuat. Kedelapan, menjadi teman bagi anak yaitu orang tua selain menjadi sosok yg lebih tua perlu juga menjadi sosok teman tempat anak berbagi dan bercerita. Kesembilan, memahami psikologi anak, bukan hanya orangtua yg bisa stress anak2 juga bisa, maka tidak selalu orangtua harus dimengerti tapi kita juga harus mengerti anak kita. Setiap anak mempunyai bakat serta perkembangan psikologi yg berbeda, maka penting untuk bisa mengerti dan mendidik anak-anak sesuai dengan karakternya. Kesepuluh, membangun kepekaan sosial anak-anak, yaitu mengajarinya bergaul secara baik, mengajarinya suka memberi dan menolong dll agar dia bisa mandiri bermasyarakat sejak kecil.

Masih ada lagi kah? Silakan ditambah sendiri ya, dan selamat belajar 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: