Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Menjaga Amanah

on August 30, 2013

Dulu waktu masih undergraduate (berasa tua banget ya hihi, trust me I’m still young, 22!) suka pengen tau ini itu, kepo banget pengen tahu sampe dalem2nya. Dan seringkali berakhir dengan ketidakpuasan karena jawaban dari senior (yang diharapkan bisa menyembuhkan tanda tanya) adalah:

“Adikku, tidak semua hal perlu kamu tau skrg. Nanti kamu akan tau kalau sudah saatnya. Jalankan saja, percaya sama mas2 dan mbak2nya, insyallah kelak kamu akan paham.”

Yah…lalu biasanya saya (dan beberapa teman) akan tetap menjalankannya walau dengan cemberut dan tanda tanya yang belum terjawab.

Ini tentang kepercayaan dan kesabaran. Pertanyaan2 yang dulu sya pertanyakan pada akhirnya terjawab seiring dengan proses yang dijalani. Mungkin kalau dijelaskan saat itu saya akan gagal paham, namun ketika benar2 menjalaninya akhirnya saya bahagia dulu sempat bersabar dan tsiqoh pada pemimpin. Maka pilihlah pemimpin yang baik, yang amanah sehingga kita pun menjalankan tugas kita dengan tenang. Pada akhirnya pun ketika junior bertanya ini itu, saya balik menjawab dengan jawaban yang sama,

“Adikku, tidak semua hal perlu kamu tau skrg. Nanti kamu akan tau kalau sudah saatnya. Jalankan saja, percaya sama mas2 dan mbak2nya, insyallah kelak kamu akan paham.”

Ada hal2 yang sengaja dirahasiakan pada kita, bukan tanpa alasan tentunya, namun pasti punya tujuan. Seseorang yang kita tanyai itu sudah diamanahkan untuk menjaga rahasia itu, hal2 yang belum saatnya kita tau. kalau kita paham bahwa amanah itu harus dijaga, maka ada baiknya kita tidak banyak bertanya. Dengan begitu kita sudah membantu orang lain menjga amanahnya..

Sama seperti misalnya kita kepo banget pengen tau rahasia orang lalu kita berjuang mati2an untuk mendapatkan informasi, sampai mungkin memaksa informan untuk memberikan informasi.. di satu sisi kita membantu si informan untuk tidak amanah menjaga informasi.. jadi kalau informan mengatakan ‘tidak tau’ atau ‘gak pengen cerita’ yasudah menyerahlah, kita sudah menyelamatkan 3 ‘nyawa’ yaitu kita sendiri, informan, dan orang yang kita kepoin..

Kalau masih penasaran juga? Carilah kegiatan yang lebih penting dr kepo mengkepo hihi.. si informan pasti sdh punya pertimbangan juga untuk bilang atau tidak ke kita. Kalau dia pikir ada manfaatnya kita tau insyallah akan dikasih tau. Kalau gak ada manfaatnya ya mending kita mundur saja asal selamat. Belum tentu kita bisa amanah kan… 🙂

Mari saling membantu dalam menjaga amanah, salah satunya dengan tidak mengorek2 informasi dari informan bila dia memang diamanahi untuk merahasiakannya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: