Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Serunya 17an di kampung

on August 26, 2013

Dulu waktu saya kecil, momen2 17 Agustusan cukup dinanti, yaitu lomba2nya dan panggung gembiranya seru sekali semua warga tumplek bleg di lapangan ikut aneka lomba dan ada panggung gembira di rumah warga. Dulu saya suka ikut tampil juga lho, nari kelinci sama nyanyi *hehe, info tidak penting*. Tapi, itu dulu sekali waktu saya masih berani tampil begituan..waktu SD kayaknya..

Setelah beberapa tahun berlalu, melewati 17an (Agustus) dalam diam (gak ada rame2an), akhirnya tahun ini di kampung saya ada rame2an lagi, lomba2 yang seru antar RT. Ada pertandingan sepak bola ibu-ibu, terus bapak-bapak pake daster, terus buat yg remaja-remaja juga. Ada juga lomba aneh-aneh: merias wajah dengan mata tertutup, joget berpasangan, masukin pensil ke botol dan sejenisnya. Semuanya bahagia 🙂 *termasuk om saya karena dagangan di tokonya ludes buat hadiah lomba, alhamdulillah ya berkah 17an hehe..

image

image

image

image

Jarang melihat warga bisa berkumpul begini, tertawa bersama-sama, seru-seruan bareng dari mulai anak2, ibu2, bapak2, sampe embah2nya. Yang sedang suntuk jadi tertawa-tawa, yang sedang sedih jadi ikut bahagia juga..

image

Tapi, tapi, selain seru-seruan, tercipta kebersamaan dan kerjasama antarwarga ada juga sisi yang -menurut saya- cukup aneh. Ibu2 pada ikutan lomba sepak bola dan joget (dan itu dilihatin para warga) hm hm hm..gimana ya kasian..kenapa yang ikut lomba ndak anak2 sama remaja aja (dan yang cowok aja) hihi. Tapi inilah adanya, kehidupan masyarakat yang plural dengan pemahamannya.. istilahnya saat ini sedang ‘membangun kembali’ yang penting dibangun dulu kebersamaan, kepedulian, dan kerjasamanya, selanjutnya tinggal diarahkan kesana dan kesana insyallah…perjalanan masih panjang 🙂 *mulai memikirkan strategi*

Saat ini juga, belum bisa berbuat banyak termasuk membantu teknis panitia 😦 memang sebaiknya usia kita sudah berperan aktif di masyarakat supaya kelak lebih siap ketika benar2 ‘dihitung’ sbg anggota masyarakat (kalau sudah berkeluarga).

Alhamdulilah..semoga kebersamaan, kepedulian, dan kerjasama tetap terjaga dan bisa terus berjalan ke arah yang lebih baik, aamiin…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: