Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mengabdi

on August 26, 2013

Akhir2 ini sedang heboh dengan kata “mengabdi”. Teman2 penerima beasiswa unggulan sedang heboh setelah pengumuman penempatan, dan…jauh-jauh euy. Saya? Bismillah, sekarang fokus kuliah, menyelesaikan kuliah, dan mengurus pengabdian. Mengurus? Insyallah, bismillah saya optimis bisa kembali ke solo. Solo? Iya solo, tidak harus UNS juga. Bismillah, semoga Allah memudahkan, aamiin 🙂

Bicara tentang pengabdian, memang Indonesia sedang membutuhkan orang2 yang mau mengabdi, demi pemerataan pembangunan. Banyak program yang dicanangkan dalam hal ini, misalnya Indonesia Mengajar, Sekolah Guru Indonesia, dan tentunya beasiswa unggulan. Ada lagi, SM3T, sarjana mengajar di daerah terdepan, terluar, tertinggal (kalo ndak salah semacam itulah). Tahun lalu, salah satu teman saya, Diaz Hasan Hutomo, dikirim ke Gayo Lues di Aceh sana untuk mengabdi selama setahun. Kalo melihat ceritanya disana sepertinya menyenangkan sekali, mengajar anak2 di pedalaman, ke sekolah harus lewat sungai2, dan waktu itu dia ngasih lihat foto di atas jembatan kayu yang ‘indah’, model2 jadul begitulah.. menyatu dengan alam, melihat mimpi2 anak2 indonesia dari dekat. Tapi susahnya kalo dihubungi jangan harap seminggu dua minggu dibalas, krn ndak ada sinyal apapun katanya, jadi harus ke ‘kota’. Saya tidak bisa membayangkan kotanya seperti apa ya?hehe. Yang pasti, pengabdian itu kalo kata pak anies baswedan: setahun mengabdi, selamanya menginspirasi. Wah, amal jariyah… 🙂

Ternyata program SM3T ini menarik banyak peminat. Salah satunya teman saya, Wahdatun Nikmah, yang sudah lolos seleksi dan siap berangkat bulan depan, heuheu.. tapi dia belum tau dimana akan ditempatkan, antara Aceh, Flores, Kalimantan, atau Papua. Semoga lancar dan berkah ya ukhty :). Sebelum diasingkan kesana, kemarin pas ketemu sempat foto dulu…

Nikmah adalah salah satu sahabat saya yang telah melewati suka duka galau bersama. Yg paling membekas adalah waktu saya ‘memarahi’ nikmah di kosnya. Setelah dijelaskan, ternyata saya yang alay dan tidak mencerna informasi dengan baik. Malu sendiri, dan akhirya minta maaflah saya dengan malunya.. benar2 pelajaran berharga untuk tidak reaktif, tapi proaktif.

Ternyata virus mengabdi untuk Indonesia juga menjangkiti mereka yang belum lulus. Salah satunya adik saya Sudarwati yang sejak sekarang sudah ancang2 untuk mengikuti jejak mbaknya, mbak nikmah, hehe.. semoga semakin banyak lahan dakwah dan menuliskan jejak di masa depan, dengan cara masing2, salah satunya dengan mengabdi. Insyallah. Bakalan kangen juga sama adik ini, yang kalo ketemu minta dipeluk, yang sering saya suruh2 dan saya buat bingung hehe, suka cemberut tapi sangat peduli.. semoga skripsinya lancar dan segera menyapa Indonesia lebih dekat..aamiin..

Aaaaa..dimanapun semoga kita bisa menjalankan peran dengan baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: