Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Hadist arbain yang pertama

on August 9, 2013

Ingat tidak? Kurang lebih begini,

Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapat seperti yang dia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan rasulNya maka baginya Allah dan rasulNya. Dan barangsiapa berhijrah karena harta atau wanita yang ingin dinikahinya, maka baginya apa yang dia niatkan.

Itulah…besarnya pengaruh niat dalam perbuatan kita. Mari ditata lagi. Jangan sampai hijrahnya kita (baca: upaya menjadi lebih baik) karena motif2 dunia, ingin kekayaan atau ingin menikah dengan seseorang misalnya. Setiap yang kita niatkan untuk selain Allah akan berakhir kecewa. Dalam urusan menikah misalnya, bukan masalah kita akan menikah dengan siapa, urusan kita adalah berusaha menjadi baik bagi siapapun yang kelak ditakdirkan untuk kita. Dalam urusan kekayaan misalnya, bukan masalah kita akan jadi sekaya apa, urusan kita adalah berusaha mengkayakan diri dengan usaha-usaha yang halal dan diridhoi. Selain itu, perubahan yang tidak diniati untuk Allah bisa jadi tidak akan tahan lama..

Ada sebuah cerita dari teman baru saya yang sangat welcome untuk berbagi kisah hidupnya,

“Dulu pas masih sama dia (baca: ‘calon’ suaminya) aku gak pernah pake kerudung segini (menunjuk kerudungnya) dan selalu pake manset.”
“Lah dulu seberapa?”
“Minimal segini (menunjuk posisi yang lebih panjang dari kerudung yang dipakai sekarang)”
“Terus kenapa bisa jadi segitu sekarang?”
“Haha, itulah nduk, kalo berubah itu jangan karena manusia, tapi karena Allah.”
“Hyyyaahh…berarti dulu berubahnya karena dia dong?”
“Hehe… sudahlah. Sekarang kakak, lagi menata hati lagi, pengen bener2 berubah, mendekat pada Allah, gak mau lagi melakukan kesalahan yang sama. Termasuk memperbaiki hijab lagi, pengen bener2 murni dari hati”
“Okay… semangat kak!”
“Untung segera sadar. Setelah menyesal sekarang cuma pengen memperbaiki diri terus saja, tapi aku juga bersyukur setidaknya selama sama dia aku jadi belajar banyak tentang agama, jadi membiasakan diri melakukan ibadah2 sunnah…pokoknya tetep alhamdulillah deh… ”

Jadi, pelajaran apa yang bisa diambil?
Pertama, kalau niatnya bukan karena Allah maka seiring dengan hilangnya yang kita niati bisa jadi kita juga meninggalkan perbaikan diri.
Kedua, dalam setiap peristiwa selalu ada hikmah yang bisa diambil
Ketiga, setiap orang bisa berubah..setiap orang bisa melakukan kesalahan namun juga sangat bisa melakukan perbaikan. Kadang ada orang yang susah menerima masa lalu orang lain, namun bagi saya yang penting adalah masa sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu bagaimanapun sudah berlalu, tapi masa sekarang dan masa depan masih sangat bisa diperbaiki.. jangan hanya bisa menjadi orang yang mengutuki masa lalu orang lain (atau juga masa lalu sendiri) namun gandenglah agar bisa bersama2 terus dalam keistiqomahan…supaya tidak terulang lagi kesalahan.

Sudah ya, damai…damai…
Mari memperbaiki niat kembali 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: