Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Pragmatis itu penting!

on July 18, 2013

image

Kasian sekali, seringnya pragmatik (pragmatis) diidentikkan dengan sesuatu yang negatif dan merugikan orang lain, padahal sebenarnya pragmatik itu bermanfaat sekali dalam kehidupan kita misalnya dalam menjaga hubungan antar manusia.

Dalam pragmatik dikenal namanya tindak tutur (perkataan yang mengandung tindakan). Soal tindak tutur ini bisa jadi masalah kalau kita gak bisa memakainya dengan baik. Misalnya nih kita mau pinjem pulpen. Pasti beda kan kalo kita pinjemnya ke adik, temen, ato pak menteri. Gak mungkin kita pinjem pulpen ke pak menteri dengan mengatakan, “sini pulpennya!” Wah pak menteri bisa pingsan nanti.

Terus lagi dalam pragmatik juga ada namanya implikatur. Ucapak itu bisa mengandung implikasi. Ini nih kita harus peka. Misal nih ya, kita mau ikut temen kita jalan’
“Eh aku boleh ikut gak?”
“Ehm boleh sih tapi nanti aku ngajak temen”
“Gak apa-apa”
“Tapi temenku gak suka kalau ada orang baru”
“Gak apa-apa”

Wua… gludak! Apakah implikasi dari percakapan di atas? Artinya gak boleh ikut! Kalo jawabannya masih “gak apa-apa” berarti kepekaan kita perlu diasah. Hal ini sering terjadi pada orang2 yang masih sangat lugu dan jujur dalam kehidupan 🙂 seringkali orang2 tidak menyatakan sesuatu secara langsung karena tidak mau mempermalukan orang lain atau membuat orang lain dirugikan. So, kita yang harus lebih peka.

Selanjutnya soal kesopanan (politeness), adalah wajar bagi orang jawa kalo kita lewat depan rumahnya dia bilang,
“Mampir”
Atau pas kita melihat orang lain membawa baranh berat lalu kita menawarkan bantuan,
“Mari saya bantu. Kelihatannya berat sekali”
“Ndak usah, ndak berat kog”
Atau pas lagi bertamu,
“Sudah makan?”
“Sudaaaahh”
Nah itu harus bisa dipahami secara kultural maksudnya hanya basa basi. Kalo kita disuruh mampir tidak selalu itu betulan (cuma dalam rangka mengapa saja), kalo mau bantuin bawa barang trus orangnya nolak yang dibantuin aja, jangan malah bilang “o yaudah hati2 ya, duluan” kalo kita menawari makan ya langsung saja disuguhkan soalnya si tamu juga bingung, ini cuma basa-basi apa beneran nawarin makan ya?hehe

Begitulah,hidup kita penuh dengan hal2 yang bersifat pragmatis jadi kita baiknya juga belajar memahaminya supaya bisa bergaul dengan wajar dan baik 🙂 tapi jangan digunakan untuk hal2 yang tidak baik ya! Pasalnya pragmatik juga bisa digunakan untuk kejahatan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: