Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

LAMAS III

on July 10, 2013

LAMAS adalah sebuah seminar internsional di bidang linguistik yang diasakan oleh magister linguistik undip bekerjasama dengan balai bahasa jawa tengah. Saya dan teman2 gak mau ketinggalan. Mencoba mengirimkan hasil kajian kami yang sederhana sekali. Dan panitia meloloskan paper kami untuk dipresentasikan, alhamdulillah 🙂 dengan semangat 45 menyelesaikan paper dengan kilat (demi berangkat ke semarang) kami akhirnya bisa berhasil mengumpulkan beberapa sebelum berangkat. Sisanya? Kamipun berangkat bersama buku2 materi dan laptop, siap lembur sambil seminar 🙂

Diseminar itu kami bertemu dengan linguis2 keren tingkat nasional. Ada yang dari Hankuk University, Summer Institute of Linguistics, prof.mahsun, prof.artawa, prof.bambang kaswanti, prof.suharno, dan tidak ketinggalan kungfu master kami, prof.I dewa putu wijana, dedengkotnya linguistik di UGM 🙂

image

~setibanya di seminar~

Kami terpukau dengan orang yang datang. Ya ampun dilihat dari perawakan dan penampilan dan cara bicaranya mereka semua yang datang sepertinya sudah sangat berpengalaman. Ternyata seminar ini bukan seminar biasa, seminar yang beneran didatengin orang2 keren, linguis2 mantap dan kami pun melihat pada diri sendiri dengan wajah agak
putus asa huhu. Melihat kesana sini banyak yang sedang persiapan presentasi dan kami sedang mengerjakan paper ujian 😦 itulah persiapan kami ke seminar ini tidak semaksimal biasanya. Baik show must go on!

~waktu presentasi~
image

Saya mendapat kesempatan untuk presentasi di sore harinya bersama dosen UAD, universitas tidar magelang, dan guru bahasa dari banjar. Saya sendiri mahasiswa linguistik unyu2 yang lagi nyemplung ke lautan linguistik dan masih
megap2. Audience kami? Dosen2 dana mahasiswa linguistik. Jangan salah, mahasiswa linguistik yang datang kebanyakan dosen2 juga. Lengkaplah sudah penderitaan saya. Tanpe persiapan cukup dan harus menghadapi audience yang wow!!! Benar2 pengalaman yang wow!!!
Presentasi berjalan lancar dan alhamdulillah saya bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Tapi….belum selesai sampai disitu. Usai presentasi dan ketika semua peserta meninggalkan ruangan, seorang dosen UNNES mendekati dan dengan wajahnya yang ehem “sangar” berkata: “signifikansinya untuk sekarang apa?” Wow tanpa pendahuluan, tanpa perkenalan saya langsung ditembak begitu, kaget dan bingung 😦 lalu saya mencoba cool dan mengajak ngobrol. Akhirnya saya paham apa yang dimaksudkan. Ya, menjadi masukan untuk saya dan kamipun berkenalan. Ternyata emang ibunya keren banget. Dan…saya jadi tertekan sampai selesainya seminar setelah ngobrol dengan ibunya, alhamdulillah bisa belajar walau ehem agak mengenaskan. Sejatinya kritikan atau masukan itu adalah sesuatu yang membangun, entah disampaikan dengan menyenangkan atau kurang menyenangkan bagi kita. Yang jelas, kita selalu punya pilihan untuk menyikapinya. Terima kasih banyak 🙂 alhamdulillah…

Kesimpulannya, saya harus belajar keras untuk bisa menjadi linguis yang baik. Agar kajian saya lebih bermanfaat luas dan agar saya ‘pantas’ untuk bertukar pendapat dengan mereka yang sudah hebat 🙂 belajar..belajar…!!!

Terima kasih FIB telah membiayai kami untuk seminar yang luar biasa ini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: