Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Bersyukurlah dan berbahagialah :)

on July 9, 2013

Salam ramadhan 🙂 menyenangkan sekali bisa bertemu kembali dengan bulan penuh berkah 🙂 alhamdulillah… pengen berbagi kebahagiaan…

Bahagia itu ada dalam diri kita sendiri. Sering kita mencari bahagia itu diberbagai tempat, diberbagai waktu, di berbagai kesempatan. Padahal (jikalau boleh saya katakan) bahagia itu ada di dalam diri kita sendiri, saat ini, selalu setiap saat.

Kita tidak bisa memilih terlahir sebagai laki-laki atau perempuan, di keluarga mana, di daerah mana, dalam keadaan seperti apa. Tapi yang pasti kita selalu bisa memilih dalam menyikapinya. Apa-apa yang diciptakan Allah untuk kita sudah sangat terbaik. Tinggal kita mau menyadarinya atau tidak, mensyukurinya atau tidak.

Ketika muncul keinginan untuk memiliki ini dan itu, melihat ini dan itu, membeli ini dan itu, atau membuat ini dan itu, lalu Allah tidak berkenan dan tidak mengabulkannya. Mungkin ada diantara kita yang lantas mengutuki takdir, mengutuki diri sendiri dan secara tidak langsung mungkin mengutuki sang pencipta takdir (naudzubillah..). Padahal berdamai dengan keadaan dan menerima dengan lapang dada itu lebih menyenangkan, lebih mendekatkan kita padaNya, lebih memahamkan kita. Jikalau belum bisa memiliki ini dan itu, tetaplah bersyukur karena masih banyak yang dalam hidupnya bahkan tidak berani menginginkannya lalu hitung berapa banyak hal yang sudah kita miliki..gampang saja, lihat dalam diri kita, dalam tubuh kita. Jikalau tak bisa kita melihat ini dan itu, ingat masih banyak orang yang tidak bisa melihat sama sekali. Kalau kita masih bisa melihat indah pelangi, ada banyk orang yang bahkan tidak tau seperti apa itu hijau, kuning…jikalau kita tidak bisa membeli ini dan itu, maka ingat banyak orang yang tidak punya sepeserpun untuk membeli apapun. bila kita dilahirkan dalam keluarga yang tidak sesuai harapan, maka sungguh ada banyak anak yang bahkan tidak tau bagaimana rasanya punya ayah dan ibu. Saat keinginan kita banyak dikekang, tetap surga itu ditelapak kaki ibu…tetap orangtua adalah tiket kita ke surga, dan kepada kedua orang tua itulah amal kita terkirim, dan tetap kedua orang tua itulah yang sudah membanting tulang membesarkan kita sampai sekarang ini, dari keringat, darah, dan airmata merekalah kita tumbuh. Bila ternyata kita berbeda, tetap tidak ada orangtua yang tidak ingin anak-anaknya bahagia… terima, syukuri, dan kita akan bahagia… bersabarlah bersama kesulitan ada kemudahan.

Saat kamu rasa hidup tidak adil,
Saat kamu rasa ingin menjadi angin,
Saat kamu rasa hidup selalu sendiri,
Coba pikirkan kembali…menjadi angin itu tidak enak, dia tidak punya orangtua, dia tidak punya teman2, tidak bisa bicara.

Jadi,mari bersyukur dengan apapun pemberian Allah, ketika itu belum sesuai harapan tandanya harus lebih keras dan sungguh2 dalam berusaha…jangan sampai mengutuki yang tidak perlu. Bahagia itu ada dalam diri kita, saat ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: