Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Hidayah

on June 23, 2013

Copy-paste dari status facebook:
“Seperti rezeki, Allah memberikan
hidayah dari arah mana saja dengan
cara yang tidak disangka, dari
orang atau keadaan yang
seringkali tidak diduga
sebelumnya… dengan skenario
apapun, semuanya indah 🙂 ”

Hidayah itu sepenuhnya hak prerogatif Allah. Kita manusia hanya bisa berusaha sekuat tenaga untuk menjemput hidayah atau menjadi perantara hidayah bagi orang lain..kapan waktunya mendapatkan hidayah, dengan cara apa, dari siapa, dan dimana itu juga sudah diatur oleh Allah.. berarti kita santai2 aja dong, nanti juga datang sendiri (hehe, yaudah kalo gitu ga usah maka aja, kalo jatahnya dapet rejeki juga kenyang sendiri. Heeeyy..bahkan untuk kenyang pun perlu usaha, paling mudahnya mengunyah, menelan dll…). Intinya semua perlu usaha dan niatan dari kita. Dengan berusaha kita akan membuka tabir takdir kita, kalau gak usaha ya gitu2 aja, jadilah pula itu takdir kita. Sayang banget kalo hidup kita yang begitu banyak diberkahi Allah ini tidak diimbangi dengan penghambaan yang penuh. Malu.

Yakin Allah akan memberikan hidayah suatu saat dengan skenarioNya yang indah. Hidup ini esensinya hanya menghamba pada Allah, sampai kita mati, sampai dengan pertemuan kembali denganNya. Mengingat hidup ini banyak godaan, maka sudah sewajarnya kita terus berusaha agar bisa istiqomah…

Cerita tetang hidayah, kadang hidayah datang dengan sendirinya, kadang melalui usaha berdarah-darah. Kadang begitu dekat, kadang jauh sekali. Kadang kita berusaha sekuat tenaga kadang tiba2 di depan mata.

Saya orangnya males pake manset tangan karena menurut saya toh aman gak kebuka juga tangannya (walo tetep aja kadang kelihatan) huhu, tapi saya blm dapet hidayah hingga saya melihat adik tingkat, kerudungnya lebar rapi dan teduh wajahnya dan dia memakai manset! Sungguh tak terhitung saya melihat akhwat yang rajin pake manset, tapi baru kali ini saya tertampar2, entahlah perasaan itu muncul begitu saja dan saya langsung berazam untuk istiqomah insyallah…harus bisa! Cerita lain Reni, dia sekarang bekerja di ibnu abbas klaten! Tempat yang entah kenapa sering saya rindukan suasananya. Saya belum pernah kesana tapi sudah terbayang2 ada diantara murid2 penghafal quran..pasti teduh. Dan itu yang selalu diceritakan oleh reni setiap hari, dan saya iri sekali. Reni sering bercerita tentang betapa damai hidup disana. Ibnu abbas yang sudah lama saya rindukan, ternyata reni yang mendapatkan. Dan…yang lebih keren adalah waktu reni bilang: KAYAKNYA AKU HARUS NGELEBARIN JILBAB DEH, AKU MAU PAKE KERUDUNG YANG LEBIH TEBEL. Subhanallah saya sangat terharu, empat tahun bergaul dengannya tidak pernah sekalipun saya berani menyinggung tentang jilbabnya yang sebaiknya lebih panjang, ternyata Allah memberikan hidayah itu lewat jalan lain. Hidayah yang bertubi2 bagi reni dan saya. Kog saya ikut2an? Iya, mendengar reni yang berazam untuk perbaikan, saya jadi lebih termotivasi. Tahu reni terancam ikut2an menghafal quran, saya pun ikut termotivasi. Dan tahu reni sekarang memanjangkan jilbabnya, saya pun bertekad memperbaiki hijab saya. Begitulah…reni menjadi sarana hidayah bagi saya alhamdulillah..

Sekarang perbincangan kami lebih bermutu, bukan lagi soal luar negeri atau orkestar trio, tapi “eh, sudah adzan isyak ayo solat dulu.kita harus mendahulukan Allah sebelum yang lain.” atau begini, “gue lagi dijalan mau pulang, tapi udah mau masuk waktu solat jadi gue bhenti dulu di masjid”

Alhamdulillah, terima kasih tak terhingga pada Sang pemberi hidayah… tuntunlah kami menujuMu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: