Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Pesan Cinta

on May 11, 2013

Malam ini dapat sms dari teman S1 (cewek lho),

“I miss u, miss u my comrade.”

Itu bukan kata-kata gombal lho hehe. Kami sering mengucapkan cinta, rindu dan teman-temannya seperti yang dipesankan oleh Rasulullah. Mempunyai teman, sahabat, adalah rahmad Allah sangat perlu disyukuri dan dijaga. Benar, saya sering tiba-tiba dilanda rindu pada teman-teman, entah itu teman SMP, SMP, atau waktu kuliah. Terima kasih kepada Allah yang sudah menanamkan cinta dalam hati kami, cinta yang insyallah dilandasi cinta kepadaNya dan keinginan untuk berkumpul kembali kelak di akhirat karena cinta.

Saya tidak pernah tahu dan menyangka dengan siapa saya akan dipertemankan. Setiap kita pasti melewati masa-masa pergantian lingkungan, karena sekolah misalnya. Nah, disitu kita pasti bertemu dengan orang-orang baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Satu demi satu berkenalan, belajar bersama, ikut organisasi, mungkin punya masalah dengan yang lain, bekerja sama dalam suatu project sampai kegemaran yang sama pada akhirnya melabuhkan kita pada sublingkungan dimana kita merasa nyaman. Sebagian menyebutnya geng, kalau saya menyebutnya geng juga sih hehe, bisa juga lingkaran pertama. Saya sangat bersyukur selalu bersama orang-orang yang baik (menurut sudut pandang saya sih hehe) yang bersama mereka saya bisa mengembangkan diri dan juga memperbaiki diri. Kita tidak pernah mengaturnya karena Allah yang membolak-balikkan hati, yang mendekatkan hati ke hati, dan akhirnya menyatukan hati dan hati dan hati-hati yang lain.

Satu hal yang saya takuti adalah kehilangan teman bisa juga marahan sama teman atau punya masalah sama teman dan lain-lain. Mencari seorang teman itu lebih mudah daripada mencari seribu musuh ibaratnya begitu. Duya pernah secara tidak sengaja membuat teman saya tersinggung dengan berbisik-bisik pada teman yang lain (makanya rasulullah berpesan pada kita untuk tidak berbisik-bisik kalau ada orang ketiga). Hasilnya kami marahan seminggu lamanya, dan kerennya lagi (yang sampai sekarang membuat saya salut) adalah teman saya yag minta maaf lebih dulu, kebalik banget kan. Saya sangat terkesan dengan kelapangan hatinya. Setelah itu, kami menangis bersama dan saling memaafkan. Sejak saat itu saya tidak suka kalau ada yang bisik-bisik pas ada orang lain disitu, saya juga tidak suka kata-kata menyindir-nyindir.

Kata teman saya, “Friends are hand of God that touch and keep us!”

Teman-teman yang kita punya sekarang, harus kita sayangi dan kita jaga…semoga bisa terus bersama sampai akhirat nanti. Kan asik kalau nanti di akhirat bisa tetap bertetangga 🙂 *eh, ‘bersama’ disini maksudnya ikatan hati, bukan bersama-sama terus secara fisik lho ya, kan kita harus mengejar mimpi masing-masing, berkeluarga, dan kepentingan-kepentingan yang lain 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: