Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Menunggu? Why not?!

on May 11, 2013

Kebiasaan orang Indonesia nih yang zona waktunya WIB (gak tau kalo zona waktu yang lain^^), sekarang bukan lagi Waktu Indonesia Barat tetapi menjadi Waktu Insyallah Berubah, hehe. Bosen banget kalau harus menunggu orang lain, terlebih lagi kalau sudah disepakati ketemuannya jam berapa. Huhh… Dulu saya sebel banget kalau harus menunggu, tapi lama-lama ngapain harus sebel, toh yang kita sebelin juga gak berubah-berubah, tetep aja telat, rugi sendiri kan udah capek-capek menunggu, capek perasaan pula. Lama-lama saya sudah terbiasa menunggu dan menyiapkan berbagai jurus jitu agar kegiatan menunggu kita jadi bermanfaat. Satu yang perlu diingat, jangan sampai kebosanan kita menunggu membuat kita ikut-ikutan gak ontima. Berikut beberapa tips yang ingin saya bagi,

1. Ingatkan orang yang berjanji untuk tepat waktu. Perlu diingatkan sehari sebelumnya atau satu jam sebelumnya

2. Siapkan berbagai amunisi untuk menunggu khususnya kalau janjian sama orang-orang yang kemungkinan telatnya sudah tingkat akut. Amunisinya bisa berupa makanan, buku, hape, laptop atau apalah.

3. Apa saja yang bisa kita lakukan selagi menunggu? Yang pertama versi sholehah ni ya, baca qur’an. Bayangin aja kalau kita menunggu 30 menit sudah berapa lembar yang kita baca. Bisa jug abaca buku kuliah, Koran, atau majalah. Jadi selagi menunggu kita bisa menambah pengetahuan. Selanjutnya adalah telpun atau sms temen2 yang udah lama gak kontak. Saya suka iseng-iseng buka kontak, lihat nomor2 yang jarang dihubungi lalu saya sms. Lumayan kan sambil nunggu kita bisa mempererat atau menyambung silaturahim. Kemarin saya menunggu sambil mendengarkan ceramahnya Ustad Yusuf Mansur, jadi sambil menunggu kita jadi tambah ilmu. Bisa juga kenalan sama orang bar uterus ngobrol deh, kita jadi bisa tambah koneksi kan kalau begitu, hoho. Atau yang punya smartphona kan bisa browsing, cek imel, dan lain-lain pokoknya kalau bisa kita harus tetap produktif selama menunggu 🙂

4. Kadang kita harus tegas. Kalau 30 menit gak datang maka kita tinggal, atau janjian batal. Hal itu bagus dan penting untuk menjaga komitmen dan agar tidak ada pihak yang dirugikan

5. Ikhlaslah dalam menunggu karena insyallah menunggunya kita itu berpahala karena kita berusaha ontime dan menepati janji, jadi ikhlaskan saja ya!

Demikian tips-tips dari saya, semoga bermanfaat. Jangan mau kalah sama ‘menunggu’. Sekarang katakana: Menunggu? Why not!

Advertisements

2 responses to “Menunggu? Why not?!

  1. utsukushi chan says:

    wah..
    patut d contoh..
    thank’s udh share

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: