Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Singapore Madness

on May 6, 2013

Akhirnya berkesempatan mengunjungi Singapore lagi. Kali ini Cuma transit saja untuk perjalanan panjang menuju Taiwan. Kami punya waktu sehari semalam untuk jalan-jalan keliling singapura. Memang paling butuh sehari semalam untuk menjelajah singapura karena negaranya kecil, tapi tentunya diawali dengan perencanaan yang matang. Nah, saya dan mbak end hanya punya perencanaan seadanya, asal jalan hehe. Syukurlah bisa mengunjungi beberapa tempat wajib di singapura.
Karena dulu sudah pernah bercerita tentang singapura, kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman konyol kami di singapura,hehe.

Pertama, waktu di imigrasi saya ketemu petugas yang lumayan galak. Dalam form saya belum tertulis nomor penerbangan, lalu dengan judes petugasnya menunjukkan nomor penerbangan yang harus saya tulis. Yang lucu adalah waktu saya ditanya,

“Disini sampai kapan?”
“Sampai besok, ini cuma transit.”
“Disini menginap dimana?”
“Disini pak (bandara).” @#$%^&*

Lalu dengan judesnya si petugas imigrasi memberi stempel pengesahan, hehe.
Selanjutnya, waktu kami menitipkan barang-barang di bandara, kami bicara dalam bahasa Inggris, lalu si bapak petugasnya menjawab dalam bahasa Indonesia kemudian berkata,

“Pakai bahasa Indonesia saja, lha wong sama-sama tahu bahasa melayu kok pakai bahasa Inggris, kita harus memakai bahasa kita sendiri. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi…”

Wahaa saya terpukau dengan kata-kata bapaknya. Betul sekali, kita harus melesatikan bahasa kita sendiri, apalagi sesame penutur bahasa Indonesia hoho 😀

Di singapura kami praktis tidak punya tempat berteduh selain di bandara changi yang dimana-mana ada AC, dingin banget sist…disetiap sudut dingin. Akhirnya saya berkelilig-keliling untuk mencari tempat yang agak hangat dan taraaa saya menemukannya: disebuah lorong yang lepas dari pengamatan, disebuah kamar mandi, dan ACnya tidak terlalu santer. Disitulah saya dan mbak end memulai petualangan kami tidur di lantai beralaskan tourist map dan berselimutkan mukena, berbantalkan tas, udah kayak orang-orang homeless gitulah hehe. Tapi kami menikmati ini, sebuah kisah yang tidak akan terjadi kalau kami tidak memutuskan untuk melakukan perjalanan ini. Nah, walaupun kami sudah menemukan tempat yang cukup hangat, tapi tetap saja dingin banget. Beberapa kali kami terbangun dan membenarkan selimut (mukena parasit tipis itu). Mbak end malah sempat gemetaran pula. Begitulah hebatnya bandara Changi menyambut kami.

Kisah yang lain adalah waktu kami dimarahi petugas toilet bandara Changi. Bagaimana ceritanya? Jadi, sebagai orang Indonesia yang sangat menjaga kebersihan, kami harus mandi pagi supaya badan bersih dan segar :). Tahu sendiri kalau di luar negeri itu kamar mandinya kering gak pake shower apalagi bak air kayak di Indonesia. Nah, kami pun berkeliling mencari cara untuk bisa mandi. Akhirnya, kami menemukan kamar mandi yang ada keran airnya dan bisa dipakai untuk mandi. Karena tau kalau kamar mandinya gak boleh untuk mandi, kamipun mencari cara supaya gak ketahun *mandi dinihari hehe. Rencana pun dilaksanakan. Mbak end yang mandi duluan dan taraaaa…..ternyata jam 4 pagi sudah ada petugas toilet yang datang dan mbak end kena semprot dimarahi sama petugas toilet yang keturunan India. Saya tidak bisa menirukan adengannya, tapi yang jelas mbak end dimarahi gara-gara mandi dan membuat toilet jadi becek dan kotor hehe… waktu itu, saya yang baru masuk toilet sempat diajak ngomong juga sama mbaknya petugas yang orang india itu, karena saya malas menanggapi jadi ya saya bilang iya iya saja dan tetap mandi.
*ini adalah murni kesalahan kami dan kami mengakuinya, tapi bagaimana lagi, mandi adalah kebutuhan akan kebersihan yang juga wajib ditunaikan 🙂 maafkan kami…

Kegilaan selanjutnya adalah edisi keliling singapura dalam sehari. Sangat melelahkan tapi menyenangkan. Waktu itu kami suka sekali melihat rumput karena di rumput kami bisa duduk selonjoran dan meluruskan badan. Singapura adalah kota yang bersih dan asri sehingga ditengah kesibukan kota dan orang yang lalulalang, tetap ada tempat-tempat asri dan hijau untuk meluruskan badan, menyegarkan mata, dan menghirup udara segar 🙂

Kegilaan yang paling menyebalkan adalah saat kami kena cas 60 dolar singapura untuk kelebihan bagasi kami. 60 dolar singapura itu banyak banget. Tahu apa yang kami lakukan? Untuk mengurangi jumlah cas (awalnya 120 dolar singapura) kamipun merelakan cadangan makanan dan baju kotor kami dibuang ketempat sampah demi mengurangi timbangan. Baju-baju yang memungkinkan untuk dipakai rangkep-rangkep yang kami pakai. Jadilah penampilan kami aneh banget. Namanya juga usaha 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: