Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Keluarga Baru di Taipei :)

on May 6, 2013

Tujuan pertama kami adalah Chiang Kai-Shek, sebuah monument untuk presiden Taiwan yang pertama. Ini adalah tempat yang wajib dikunjungi kalau pergi ke Taipei. Waktu itu hujan deras dan kami tidak membawa payung, jadilah kami menunggu lama di stasiun MRT dan melihat orang-orang melenggang denga payung masing-masing. Lama tak kunjung reda,a khirnya kami memutuskan untuk menembus hujan. Dengan apa?berlindung di bawah peta sambil lari-larian ke gedung terdekat. Kebayang ada dua ninja hattori lari-lari ditenga hujan, haha. Baru kali itu kami merasa sangat kedinginan di Taipei. Harusnya kami membeli payung, tapi sudah muter-muter gak ketemu took yang jual payung.

endum

Sekali lagi, karena hujan kami jadi tidak bisa bebas foto-foto dan hanya bisa foto-foto dari gedung, gambar tidak maksimal. Mau bagaimana lagi, bersabar…kami pun jeprat-jepret saja. Dari sinilah petualangan kami yang paling berkesan dimulai. Tiga orang mendekati saya dan menyapa. Satu berwajah pribumi Taiwan dan yang kedua berwajah pribumi Indonesia. Saya pikir mereka TKI karena selama di Taiwan kami terbiasa bertemu TKI dan ngobrol. Mereka sangat ramah lho dan kami ngobrol ringan. Tiga orang itu yang satu bernama mbak Giyarti, suaminya Lichong Cheng, dan teman mbak Giyarti namanyambak Maryamah. Mbak Giyarti sudah 13 tahun tinggal di Taipei dan menikah dengan pak Lichong, dikaruniani 2 anak namanya Iting dan Ahong. Nah, mbak Maryamah itu TKI di Hongkong yang lagi ikut majikannya liburan ke Taipei. Mereka baik sekali dan kami akhirnya menghabiskan waktu bersama menjelajahi Chiang Kai-Shek. Kami juga diberi satu payung supaya bisa jalan-jalan hehe.

sdfghjk

Belum berakhir disitu, kami diajak main ke mall bawah tanah terbesar di Taipei. Harganya murah-murah lho, Alhamdulillah kami tidak punya uang jadi kami tidak belanja banyak hehe. Bukan Cuma diantar belanja, kami juga ditraktir makan mie sapi, baik banget kan… setelah itu, kami masih diajak pula main kerumah mbak Giyarti dan dimasakin bakwan haha.

Enak banget bisa makan makanan Indonesia di negeri orang. Masih belum selesai, kami dimasakin nasi goring untuk dibawa pulang ke hotel. Speechless. Ternyata belum selesai,saya masih diberi blazer dan mbak end diberi jaket. Speechless banget. Hai, ternyata masih belum selesia kebaikan mereka.malamnya kami masih diantar jalan-jalan ke Taipei 101, gedung tertinggi di Taipei.

422153_186118834879287_766159856_n

Malam semakin larut dan kami harus segera pulang. Kesedihan pun bermula ketika kami harus berpisah di MRT karena beda jalur. Setelah berpamitan dan beda jalur, saya dan mbak end menutup malam itu dengan menangis bersama. Maha besar Allah yang sudah mempertemukan kami di Taipei, negeri yang jauh dari Indonesia.

ewrtyu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: