Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

AISC

on May 6, 2013

AISC adalah pertemuan tahunan mahasiswa dari D3 sampai S3 yang diadakan oleh mahasiswa Indonesia yang ada di Taiwan. Acara ini dilaksanakan dia Asia University, Taichung-Taiwan. Asia University adalah salah satu universitas privat di Taiwan yang berkembang pesat. Sementara itu, Taichung adalah pusat kota di Taiwan bagian tengah.
Sampai di AU kami disambut oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang wajahnya sudah sangat tidak asing, maksudnya kontur wajahnya hehe. Anehnya, walaupun kami sama-sama bisa bahasa Indonesia tapi kami ngomong pakai bahasa inggris. Berasa aneh banget haha… kan kita harus melestarikan bahasa Indonesia. Lalu, mereka menjawab, kan ini forum inetrnasional. Terus saja menjawab lagi,kan sama-sama orang Indonesia, hehe…

65635_518955478141351_810094258_n

Dalam acara tersebut, panitia berhasil mendatangkan keynote speakers yang keren-keren, tapi saya lupa namanya soalnya nama-nama mandarin sih, haha. Yang pertama, bapak semikonduktor Taiwan. Si bapak ini genius banget deh pokoknya, memelopori perkembangan industry semikonduktor di Taiwan. Beliau juga menjelaskan mengenai disruptive innovation, yaitu inovasi yang menghancurkan inovasi sebelumnya. Begitulah, Taiwan selalu berinovasi dan selalu ingin menghancurkan penemuan yang terdahulu. Jadilah sekarang Taiwan berada di atas korea dalam industry semikonduktor.

Selain itu, pembicara yang lain memberikan materi mengenai komunikasi bisnis, inovasi dalam bisnis, dan hidup bahagia. Ada banyak materi yang disampaikan tapi sayangnya saya gak nyatet je, hehe, tapi keren banget pokoknya. Dalam komunikasi bisnis, kita sangat perlu mengenal partner kita berikut hobi, latar belakangnya, dan lain-lain supaya dia merasa dihargai. Nah, tujuan tertinggi dalam hidup itu adalah hidup bahagia. Nah, bahagia ini sifatnya personal, bisa berupa uang sampai hal bersifat abstrak seperti kebebasan. Paling keren adalah keynote speaker yang berasal dari Indonesia. Siapakah dia: bapak Warsito P. Taruno, penemu dari Indonesia yang menggemparkan dunia. Sayangnya, kenapa kita (saya) terus-terusan membanggakan pak warsito ya, kan pak warsito juga perlu pengganti…kita sih masih suka membangga-banggakan yang baik dan menjatuh-jatuhkan yang jelek. Hm.. mari berubah!!! Dari mana berubahnya? Dari kita sendiri sekarang.

320714_10201182941562593_243830174_n

946765_10201182942802624_798247022_n

Hari pertama full diisi pembicara yang diundang panitia. Baru di hari kedua masing-masing kami dibagi dalam kluster masing-masing untuk presentasi paper masing-masing. Nah, ada 9 kluster dan saya masuk kluster 1: Culture, Linguistics, and Social Change. Di kluster kami ada 8 pemakalah dengan berbagai bahasan, hanya kami berdua , saya dan mbak ending yang menyajikan tentang linguistic. Tidak seperti pemakalah lain yang seakan-akan bersifat konkret, kami merasa penelitian kami masih ‘dibingungkan’ oleh rekan-rekan peneliti yang lain tentang aplikasinya. Dan hal itu dibenarkan oleh pemakalah dari Malaysia bahwa penelitian kami masih belum selesai dan harus menjawab pertanyaan ini, “SO WHAT?!”

923498_10201182941162583_381566051_n

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: