Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Dihina atau dikritik atau cuma dibecandain ya?

on March 6, 2013

Satu hal yang belum bisa saya terima hingga sekarang adalah ‘dihina’ dihadapan saya. Mungkin itu bagus sih namanya juga memberi kritikan, tapi agaknya kita bisa membedakan mana yang kritikan (masukan) dan mana yang hinaan. Masalahnya, karena perbedaan budaya dan cara berpikir terkadang cara seseorang mengkritik kita itu lebih terdengar menghina.

Itulah yang terjadi pada saya, dan sepertinya saya memang tidak perlu memasukkan ke dalam hati *walau sampai sekarang masih dongkol sedikit, huhu, astagfirullah…, namanya juga beda budaya, beda kebiasaan, beda treatment juga mungkin di lingkungan terdahulu atau di keluarga. Jadi, mungkin lain kali sebelum menganggap itu sebuah hinaan atau masukan atau kritikan ada baiknya kita stop sejenak, memikirkannya baik-baik, apakah itu pantas kita dengarkan, atau cukup kita lewatkan saja… ingat juga faktor perbedaan antar individu

Nah, buat yang ngebet banget pengen menghina atau mengkritisi atau malah cuma becandain seseorang ada baiknya dipikir dahulu bagaimana karakter orang yang bersangkutan, bagaimana latar belakang budayanya, bagaimana kata-kata yang baik untuk menyampaikannya, apakah perlu langsung atau implisit atau bagaimana…

Karena kita hidup bersama orang banyak, dimana kita perlu kenyamanan, maka kita juga harus bisa memberikan kenyamanan bagi orang lain.

Sepakat?

Selamat beraktivitas πŸ˜€
Salam sehat, sukses, dan bahagia πŸ˜€

Advertisements

One response to “Dihina atau dikritik atau cuma dibecandain ya?

  1. ardika says:

    Kalo kita punya ikatan perjanjian dengan orang lain kemudian ditepati itu wajar dan biasa. Jadi hadiah terindah orang yang berjanji itu dikhianati.
    Kalo kita berharap kebaikan pada seseorang dan dia baik maka itu bukan hal yang mengagumkan. Jadi hadiah terindah atas orang yang berharap itu adalah dikecewakan. dlll

    Ketika kita bisa menerima hadiah2 terindah itu dengan hati lapang. Maka hidup ini serasa di taman yang damai. (Lagi nasihatin diri berkali2 dengan kalimat ini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: