Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Bertahan

on February 21, 2013

Sudah aku putuskan untuk bertahan sampai waktu itu sampai saat aku divonis untuk menyerah dan meneruskan jalan hidupku. Hidupku tidak pernah benar-benar berhenti, hanya ada satu bagian yang tidak bergerak dan ia jauh tertinggal, bagian yang terus bertahan.

Bertahanku ini bukan sebuah keputusasaan dan menyerah pada takdir. Aku bertahan karena aku percaya dengan kesabaran yang aku bayarkan ini. saat aku memilih untuk tidak melangkah, bertahan untuk membiarkan air kehidupanmengalir sebagaimana mestinya tanpa menimbulkan riak-riak. Mengikuti kehidupan dengan mengikuti alirannya, tanpa berontak, tanpa bersorak. Aku megalir bersama aliran kehidupan bukan menghanyut, hanya percaya bahwa aliran ini akan sampai pula ke muaranya.

Saat aku ingin berhenti, maka aku ingat bahwa terlalu sering aku menyerah saat apa yang aku nantikan itu semakin dekat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: