Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Allah dan KehendakNya

on February 20, 2013

ramadhan1429HKalau Allah sudah berkehendak itu apapun bisa terjadi. Hal-hal yang susah dipercaya dan tidak disangka dan tidak dinyana dan bahkan dibayangkanpun tidak bisa terjadi begitu saja. Salah satu ceritanya adalah ketika saya dan teman-teman main ke Karanganyar tepatnya ke candi Cetho. Disana kami sedang asik berfoto-foto lalu ada beberapa wisatawan dari Bali selesai bersembahyang hendak turun dari candi. Teman saya mas Wiji yang pedenya selangit menyapa para wisatawan (mungkin lebih tepatnya peziarah), “mana anaknya yang jegeg-jegeg Pak, Bu?” beberapa turis menanggapi. Lalu ada dua ibu-ibu yang sepertinya tertarik mengobrol katakanlah ibu A dan ibu B. awalnya ibu A ini yang mengajak ngobrol mas Wiji. Lalu berceritalah mas Wiji bahwa dia pernah tinggal di Bali, daerah trengguli. Usut punya usut ternyata si Ibu B rumahnya juga daerah itu. Lalu mengerucutlah percakapan ke nama jalan, nama gang, dan nama pemilik rumah. Hingga keduanya mas Wiji dan ibu B bersorak kegirangan karena ternyata ibu B ini adalah ibu kosnya mas Wiji pas dia di Bali, haha. Tapi mas WIji belum pernah ketemu sama ibunya ini, dia kenalnya sama kakak iparnya dan anaknya di ibu B tadi.

Nah, inilah yang kami sebut sebagai kehendak Allah.
*kenapa dari sekian banyak peziarah kedua ibu itu yang melanjutkan mengobrol?
*kenapa kami sampai di Cetho pada waktu itu, kenapa tidak lebih lama di Sukuh atau tidak berhenti dulu di kebun the, kenapa pula kami harus menunggu uda nico yang diturunkan di tengah jalan?
*kenapa kami pergi jalan-jalan di hari itu?
*kenapa mas Wiji ikut?

Percayakah, kehendak Allah itu tidak akan meleset, tidak akan terlambat, dan tidak akan salah alamat. Jadi, tidak ada yang kebetulan bagi Allah, hanya manusia saja yang mengenal kebetulan (yang sebenarnya sudah direncakan oleh Allah). Antara Bali dan Solo dipertemukan di Cetho, cukup indah bukan?

Jadi, jangan khawatir soal jodoh (lho kok sampai sini) nanti jodoh akan datang pada waktu, momen, dan kesempatan yang tepat yang sudah dipersiapkan oleh Allah. Tugas kita hanya menjalani hidup dengan baik dan mengambil kesempatan serta memanfaatkan waktu dengan baik supaya kelak kita dipertemukan dengan jodoh kita dalam keadaan dan kesempatan yang baik pula, amin… Ingat ya, usaha yang sungguh-sungguh tidak boleh dilupakan, karena nyatanya kami harus mendaki sampai ke Cetho untuk bisa bertemu dengan takdir Allah tersebut. Sepakat?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: