Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Resolusi Bersama: Menjadi Wanita Dewasa

on February 12, 2013

“Belajar dari pengalaman orang lain itu menyenangkan, tapi belajar dari pengalaman diri sendiri itu lebih wow!”

Yang namanya tidak mengalami sendiri itu pasti rasanya beda sama benar-benar mengalami sendiri. Misal kita diberitahu kalau bakso itu rasanya enak, nah pasti akan lebih mantap kalo kita merasakan sendiri kan. Begitu juga dengan pengalaman hidup. Misal nih ya kita sering dicurhatin soal patah hati yang katanya lebih sakit dari sakit gigi. Nah, kita gak akan benar-benar bisa percaya sebelum kita mengalaminya sendiri (tapi semoga tidak terjadi, biar orang lain saja, hehe)… tapi yang namanya kehidupan pasti silih berganti jadi selalu persiapkan diri untuk hal apapun yang akan terjadi. Satu yang pasti, seiring silih bergantiya kehidupan itu, selalu ada hikmah yang bisa diambil dan menjadikan kita lebih dewasa. Namun masalahnya adalah apakah kita bisa mengambil hikmah itu dan mau berubah untuk menjadi lebih dewasa.

Kedewasaan itu banyak sekali parameternya, jadi silakan buat sendiri sesuai dengan standar hidup yang telah ditetapkan dan disepakati hehe. Salah satu parameternya adalah ketika kita bisa menertawakan diri sendiri atau melihat betapa o’onnya kita di masa sebelum sekarang. Kalau sudah begitu ada indikasi kita sudah berkembang dari segi pikiran, perasaan, dan sikap. Misalnya nih ya kalau saya membaca blog saya beberapa waktu yang lalu, hahaha, rasanya pengen krukupan bantal saking memalukannya. Rasanya norak banget yang saya lakukan, galau-galau gak gelas, keGRan tingkat dewa, alay banget deh pokoknya, yang saya sadari sekarang bahwa apa-apa yang saya lakukan dulu ternyata sangat tidak penting dan gak mutu. Kalau boleh dibilang justru sikap dan cara saya menanggapi kejadian-kejadian dalam hidup waktu S1 jauh lebih dewasa daripada beberapa waktu yang lalu.Tapi saya tidak ingin menghapus tulisan-tulisan alay bin gak jelas di blog atau fb, biar menjadi catatan yang selalu bisa ditertawakan setiap waktu, eh maksudnya, diambil pelajarannya oleh saya ataupun orang lain.

Inilah yang saya bilang, lebih wow belajar dari pengalaman sendiri. Ketika diri ini bisa menyadari kekurangan, ke’norak’an, sikap kekanakan dan pada akhirnya bisa merumuskan hal-hal lebih baik yang bisa dilakukan sekarang dan masa depan.

Kemarin saya dan sahabat saya sedang makan disebuah mall yang terkenal di Solo (haha, info gak penting) lalu kami ngrobol kesana kemari dan sampailah pada pembahasan mengenai ‘Eh, ternyata kita alay banget ya! Seharusnya kita sudah bisa bersikap lebih dewasa kesiapapun, lebih elegan, lebih natural, intinya lebih dewasa. Kita sudah 23 tahun lho…’ (saya baru 22 hehe). Lalu kami membayangkan sikap-sikap ke’alay’an kami yang bisa sampai terbang-terbang gara-gara ketemu orang yang baik bangeeeeeet, bisa membicarakannya sampai tidur bahkan sampai terbawa mimpi. Sikap kami yang jadi speechless kalau ketemu seseorang yang sangat kami hormati atau kagumi yang sebenarnya mereka semua adalah orang-orang biasa, sama seperti kami, baiknya juga biasa aja bisa dilakukan oleh semua orang, kerennya juga biasa aja dan yang jelas mereka juga punya banyak kekurangan sebagaimana kami dan manusia yang lain. Jadi tidak seharusnya kami bersikap selebay itu. Seharusnya kami sudah bisa menempatkan diri sebagai orang yang sama-sama dewasa, layaknya kami bersikap kepada teman pada umumnya, sudah bukan saatnya lagi kami terbang-terbang kegirangan atau tiba-tiba jadi galau tingkat internasional untuk hal-hal yang sebenarnya biasa saja terjadi. Itu kan pekerjaannya remaja-remaja yang sedang galau yang sedang mencari identitas. Jadi jangan kita rebut pekerjaan mereka. Mari bersikap lebih dewasa, lebih obyektif, lebih mengendalikan diri, lebih memikirkan bagaimana bersikap yang baik, dan lebih menghargai ke’keren’an diri sendiri. No more alay! Pertahankan keanggunan dalam ketegasan! Pertahankan harga diri dengan menghargai orang lain sebaik-baiknya (gak pake berlebihan ya)! Kami merangkumnya dengan sebuah kata: dewasa. Itulah resolusi kami yang bertepatan dengan tahun baru imlek yang katanya shionya ular air (gak ada hubungannya) yaitu: menjadi wanita dewasa. Menjadi wanita yang bisa menempatkan diri dan bersikap elegan.

Advertisements

One response to “Resolusi Bersama: Menjadi Wanita Dewasa

  1. distryadeanis says:

    hahaha.resolusi ular air…*backsound lagu india nagin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: