Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Efek Lingkungan

on February 12, 2013

1280_1024_nature_wallpaper_106320843Sore ini WOW banget lho, kenapa kenapa kenapa? Hujaaan deres banget dan lama banget. Oh, biasa ya? Hehe. Jadi tadi di tengah hujan yang deras dan lama itu (yang saya sukai sebenarnya) saya hujan-hujanan ke perpus….untuk apa? Bukan menemui pangeran impian, tapi menemui teman-teman AICT yang akan berangkat ke Bandung akhir bulan nanti. AICT adalah Ambassador of Indonesian Culture and Tourism yang akan mengadakan penjelajahan di Pulau Biawak. Nah, dari jogja akan ada 12 orang yang berangkat (ada 1 yang dari solo ding hehe). Kami sengaja janjian untuk ketemu hari ini untuk briefing keberangkatan.

Ternyata mereka keren-keren lho. Ada Putri, Rahmat, Janu, Ami, Enal, dan Isna yang punya prestasi masing-masing. Contohnya Putri baru-baru ini backpackeran ke Bali-Lombok Cuma dengan 500ribu rupiah, Janu yang mau berangkat ke Belanda untuk Summer School gitu deh, dan Rahmat yang udah pernah ke Eropa, lebih tepatnya di Jerman dan Swiss (negara-negara yang selalu saya impikan untuk menginjakkan kaki disana suatu saat nanti, amin…)

Bukan ini yang mau saya omongkan, tapi soal lingkungan. Maksudnya? Iya prestasi-prestasi dan pencapaian seseorang itu bisa jadi sangat ditentukan oleh lingkungan. Misalnya nih ya si Rahmat yang suka mbolang ke LN dan beberapa wilayah di Indonesia itu dengan berbagai kegiatan yang dia lakukan, bergaulnya dengan teman-teman yang juga punya minat dan semangat yang sama. selain itu, dia juga punya dosen yang selalu menyemangati dan membimbing untuk keberhasilan mahasiswanya, selain itu juga karena dia mahasiswa UGM. Bukan bermaksud apa-apa tapi memang ada juga kampus yang kurang mendukung kegiatan begituan dengan alasan dana, tapi di UGM Alhamdulillah banyak mendapat support. Seorang mahasiswa peneliti akan bisa menghasilkan penelitian yang unggul kalau dia juga bergaul dengan teman-teman yang satu minat dan visi sehingga bisa saling membantu. Bukan berarti lingkungan yang penuh fasilitas menjamin keberhasilan orang juga sih. Dalam kisah Laskar Pelangi mereka bisa berhasil dengan tanpa fasilitas, tapi mereka bisa menciptakan lingkungan baik untuk mereka berkembang secara maksimal yang dikomandoi oleh guru-gurunya.
Lingkungan juga bisa diciptakan oleh diri sendiri. Kalau lingkungan kita sukanya A kita bisa kok suka B dengan menciptakan lingkungan kita sendiri diluar lingkungan A yang telah mendarahdaging dalam diri kita. Artinya apa? Di tengah lingkungan yang tidak mendukung kita butuh keberanian untuk menjadi berbeda dan bekerja sedikit lebih keras.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: