Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Mukjizat di Pagi Buta

on February 6, 2013

Pelanggaran maksim backpacker berlanjut ketika perjalanan menuju Bromo. Kami putuskan untuk menyewa travel. Dengan 450rb kami dijanjikan akan diantar ke Cemoro Lawang. Pukul 3.30 p.m mobil avanza datang menjemput kami dan kami segera bersiap untuk berangkat. Setelah mampir ke ATM dan makan nasi padang (dimanapun, makannya nasi padang!) kami melanjutkan perjalanan dengan tenang.

Kami dibawa melewati jalan meliuk-liuk di daerah pasuruan (hey, cemoro lawang kan di probolinggo??? Sudahlah, kan supirnya lebih berpengalaman, hehe). Untuk sekedar informasi, pas meleawati jalan sepi di tengah hutan gelap dengan kecepatan tinggi itu teman-teman cukup hening sambil sesekali beruwoo-uwoo ketika mobil membelok tajam di tikungan yang menanjak. Kabar dari mas raden, di sepanjang jalan yang kami lalui itu banyak makhluk alam lain, hhiiiii…tapi pemandangannya bagus 🙂
269238_3873458528652_2038887728_n

Sampai di atas, istirahat sebentar dan…..jengg jengg jengg portal menuju penanjakan sudah ditutup!! Padahal ini sudah sampai. Then??? Bodohnya kami percaya saja sama supirnya, dan kata supirnya kami harus balik ke jalan utama, itu artinya kami akan berbalik arah dan 3 jam lagi menuju cemoro lawang, tempat kami janjian sama mas lutfi. Hyyuuuhh…what the…badan capek dan harus menerima kenyataan perjalanan dua kali lipat, OMG! Dan benar saja kami diajak berputar lagi lewat probolinggo, ini baru jalur yang benar. Karena capek, mas wiji menawarkan kepada pak supir, ‘nanti kalau sudah sampai kota istirahat dulu pak, ngopi-ngopi’, ‘iya mas’ kata bapaknya. Dan…pas sudah sampai kota, mas wiji menawarkan lagi, ‘istirahat dulu pak, ngopi-ngopi’, ‘iya mas, nanti saja kalau sudah sampai atas’ jawab si Bapak. Baiklah, kami ikut saja…

Sampai disebuah tempat yang tidak diketahui, kami berhenti disebuah warung kopi dan kami ngopi, ngobrol-ngobrol. Singkat cerita tibalah saatnya melanjutkan perjalanan, waktu sudah menjukkan pukul 22.00, ‘baiklah nanti kita tidak usah cari penginapan, kita api unggunan saja sampai pagi’ usul saya yang disepakati teman-teman.

Seett,,,seett… (gimana sih suara mobil macet, hehe), ceritanya mobil kami macet dan teman-teman cowok diminta mendorong mobilnya. Anehnya, kenapa doronganya malah jalan menurun. Benar saja pas mobilnya berhasil menyala, mobil melaju cukup kencang ke bawah meninggalkan kami, kami menghela nafas lega… tidak lama kemudian…kok mobilnya gak balik-balik?

‘ada orang di mobil gak tadi?’
‘sial, gak ada!’

Apa??? Baru nyadar! Kurang ajar, kita mau ditinggal disini! Kita ditipu! (yah, sampai sekarang ini masih hipotesa sih, tapi semua kejadian ini mengarah kesana, huft…)

Langsung para cowok tangguh berlarian mengejar mobilnya! Di daerah yang tidak dikenal entah ada penjahat atau tidak, ada hantunya atau tidak, mereka berlari dna terus
berlari, kecuali uda nico yang ditugasi menjaga kami bertiga di warung kopi.

Astagfirullah… lalu bapak pemilik warung kopi langsung memacu motornya, ikut mengejar! Yap, mobilnya macet di ujung jalan katanya. Mobilnya rusak!

Sementara itu kami yang ada di warung kopi hanya bisa menunggu pasrah. Karena perut lapar, ya kami makan mie instan saja *padahal teman-teman yang lain sedang kalut.

Hingga datanglah sms dari bang lery, ‘Cuma mukjizat yang bisa menyampaikan kita ke Bromo’ hhuuaaa…..rasanya jleb-jleb perjalanan panjang menuju bromo akankah berakhir di kaki gunungnya saja?
‘panggil mas lutfi aja’
‘mas lutfi gak tau jalur ini’ huuauaaa
Pasrah.

Di tengah kepasarahan saya jadi punya ide bagaimana kalau kita nebeng pick up atau truck saja, yang penting kita sampai bromo! (pikiran anak ababil banget, hehe) Tapi langsung ditolak teman-teman, sungguh keputusan yang egois!kata mereka, baiklah…

Lalu datanglah mas rahmad tergopoh-gopoh dari jalanan menanjak dengan sebuah motor mogok, bayangpun lari-larian tengah malam di jalan sepi menyeramkan. Kami pikir dia membawa kabar gembira, kemudian…

‘semua turun, saya bonceng satu-satu, siti naik.’
Saya langsung krik-krik.
‘Nanti Atin sama mas wiji aja. Cepat!’ (dalam hati mikir, ya sama aja…)

Akhirnya saya dibonceng berdua sama mbak endang (solusi cerdas dari mas rahmad prok prok prok…), tengah malam dengan kecepatan agak tinggi dan lampu yang mati-menyala-mati-menyala. Dalam hati pun bertanya-tanya…

Setelah semua berkumpul, dijelaskanlah apa yang terjadi, dan kita menunggu bantuan dari mas lutfi. Saat ini mas lutfi sedang perjalanan dari atas. Cuma mas lutfi yang bisa membantu kita, baiklah…

Doa kami waktu itu hanya, semoga kami bisa sampai bromo dan bisa melihat sunrise, amin…

Lalu muncullah cerita-cerita tentang perampok yang berjaga disepanjang jalan yang kami lalui, itulah mengapa mas rahmad menyalakan dan mematikan lampu motornya (sebagai tanda kalau kami adalah penduduk sekitar supaya jangan digangguin). Selain itu juga disepanjang jalan yang dilalui dari posisi mogoknya mobil dan warung kopi (kata mas raden) banyak hant* yang berkeliaran sehingga suasananya…hem, ya begitulah.

Pukul 02.00 mas lutfi pun datang dengan mobil APV dan dua temannya. Lalu set set set mobil diperbaiki oleh pak supir dengan gesitnya kemudian kami langsung berangkat menuju bromo.

Di sepanjang perjalanan, mas lutfi dan teman-temannya berargumentasi tentang kejadian yang kami alami, bla bla bla bla… intinya kami hampir ditipu dan barang-barang kami mau dilarikan. Dan benar-benar mukjizat bahwa mobilnya mogok sehingga niat jahat si supir tidak berjalan mulus, padahal kalau dinalar, mobil sebagus itu gak akan mogok.

Perjalanan 2 jam menuju bromo, dan sekitar pukul 4 kami sampai di Bromo. Terima kasih Allah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: