Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Hukum Karma

on February 6, 2013

Sebenarnya darimana sih datangnya istilah hukum karma? Apa pula arti harfiahnya? Sejauh yang saya tahu hukum karma itu sejenis hukum alam yang kalau kita berbuat buruk suatu saat akan mendapatkan balasannya, bisa kita atau anak keturunan kita. Dalam Islam adakah hukum karma?

Sejauh yang saya tahu (pengetahuan saya masik krik krik sebenarnya) Islam mengajarkan barangsiapa melakukan kebaikan maka akan dibalas kebaikan yang berlipat-lipat, barangsiapa berbuat kebatilan akan mendapatkan balasan yang adil. Enak banget kan, kalau kita berbuat baik dibalas berlipat-lipat seperti hukum sedekah yang sudah banyak dibuktikan orang, sebaliknya kalau berbuat jahat maka balasannya adalah setimpal dengan apa yang telah diperbuat.

Nah, ngomong-ngomong soal hukum karma ni ya, eh, bukan ding sebut saja hukum alam, saya termasuk orang yang percaya akan adanya hukum alam tersebut dan beberapa kali membuktikannya. Pernah suatu ketika saya memboncengkan orang yang tidak dikenal dan mengantar ke tujuannya, eh pas banget pas saya kemaleman jalan dari depan kampus tiba-tiba ada mbak-mbak yang baik hati mengantar saya, padahal awalnya belum kenal. Sebaliknya pernah saya mengadakan acara itu sudah banget cari peserta, rasanya orang-orang jadi berubah pada cuek semua, padahal saya dan tim sudah bekerja keras. Kemarin saya diundang teman untuk menghadiri sebuah acara, saya males banget dan mencari-cari alasan untuk tidak datang dank arena tempatnya jauh, hehe (padahal sebenarnya kalau mau datang juga bisa banget), akhirnya saya tidak datang. Lalu apa korelasinya? Itulah seringkali kita mengecewakan orang lain dengan tidak memenuhi undangannya, lalu disaat kita membutuhkan kedatangan mereka untuk mensukseskan acara kita, merekapun juga ‘ndelalahnya’ tidak bisa datang atau memilih untuk tidak datang. Itulah salah satu hikmahnya. Emang bener banget Islam yang mengajarkan kita bahwa memenuhi undangan itu wajib hukumnya (kecuali ada yang lebih penting dan mendesak, hehe *mencari celah), karena rasanya mengundang orang dan yang diundang tidak datang itu: kecewa. Memenuhi undangan itu bukan soal mau dan tidak mau, tapi bisa atau tidak bisa. Akhirnya kemarin saya untuk kesekian kalinya (walau jarang sih) mencari-cari alasan untuk datang di sebuah undangan padahal sebenarnya banyak alasan untuk mangkir, tapi saya kemudian ingat hukum alam itu, hehe.

Tapi, ada yang perlu diluruskan disini, yaitu niat. Niat kita datang di sebuah undangan jangan sampai karena kita takut kena hukum karma, ya niatnya memenuhi undangan itu. Biar lebih ringan melangkahkan kaki mungkin bisa ditambah niat silaturahim gitu, kan jadinya mantap!

Ya ampun, jadi kasihan sama diri sendiri, betapa sering tidak memenuhi undangan, miaaan… 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: