Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Aku dan ESA #Pembuat Onar

on January 18, 2013

Di ESA saya terkenal sebagai pembuat onar, ahha, dengan ide-ide saya yang aneh dan suka bertentangan dengan teman-teman yang lain. Saya waktu itu sudah bertekad di ESA saya harus berani membuat terobosan, walau nanti dibenci sama teman-teman tidak apa-apa, yang penting ESA tambah keren, ahha…tapi nggaklah, terobosan tidak akan lancar tanpa teman-teman.

Waktu itu sedang rapat menentukan tema seminar ESA’S Fair 2011. Saya tidak setuju sekali dengan temanya dan saya rasa saya punya tema yang lebih keren. Maka dari itu waktu hampir mau diketok temanya, saya beranikan diri menolak. Langsung wajah teman-teman dan panitia yang lain sayu (antara capek, sebel, atau marah *ngapain sih ni orang ngacoin aja deh!). lalu saya dengan yakin mulai merangkai kata dan berargumen bahwa seminar akan lebih keren dengan tema yang saya ajukan, satu per satu mulai mengangguk-anggukkan kepala, saya tambah pede. Waktu itu banyak juga yang tambah bête, termasuk ketua ESA (sampai sekarang dia masih ingat betul kejadian itu, dan menganggap saya biang onar, haha, apa kabar cycas?). akhirnya…banyak tangan menyetujui pendapat saya, haha, dan usulan saya diterima, waktu itu….rasanya….hmmm sudah dijelakan. Bukan bahagia? Tapi antara bahagia dan sedih. Kalau begitu kan jadinya saya harus bertanggung jawab nyarikan link pembicara, nyarikan materi-materi dan sebagainya, baiklah…resiko pembuat onar, harus mau bertanggung jawab.

Pembuat onar selanjutnya adalah ketika saya menatang semua panitia untuk mau bergerak lebih. Dari dulu ESA Cuma bisa tingkat karesidenan Solo, lalu saya tantang untuk mengadakan tingkat Jawa Tengah. Banyak yang tidak sepakat, maklum biasa dimanjakan dengan yang sudah ada. Tapi akhirnya disetujui pulalah usul asal saya ini (saya kan gak mau tanggung jawab juga sebenarnya, haha). Eh….ternyata dilaur dugaan panitia inti memutuskan ESA tahun ini mencakup 3 propinsi, Jateng-Jatim-DIY. Ya…saya mengiyakan saja, kalau jadi tingkat jateng kan saya ikutan tanggungjawab penuh untuk mensukseskan, kalau tiga propinsikan kan bukan usul saya, jadi ya…haha, saya bantu bertanggung jawablah nanti 🙂

Onar terfatal yang pernah saya buat adalah ketika berskenario marah-marah, tapi ternyata skenarionya gagal, dan saya benar-benar merasa bersalah karena semua jadi benar-benar marah, adik-adik yang tadinya senang jadi bête, dan begitulah, tidak mau saya ceritakan…terlalu menyakitkan, huhuhu

Kalau kita selalu berada di Zona nyaman, kita tidak akan pernah tau sebesar kita kita bisa berkembang dan seluas apa dunia yang bisa kita jelajahi, mencoba hal-hal baru, memperbaharui target, dan menantang diri sendiri… ada baiknya kita selalu meninggalkan jejak disetiap tempat yang kita hidupi. Tidak harus itu berupa jejak yang bisa dilihat dan dikagumi orang lain, tapi jejak dalam diri kita sendiri, bahwa di tempat itu kita pernah mendapatkan ini dan itu yang membuat kita berkembang lebi h baik dan lebih besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: