Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Belum Dewasa

on December 27, 2012

Masalahnya adalah ternyata saya belum benar-benar bisa mengatur diri sendiri, maka dari itu bisa dibilang belum dewasa. Apa sih sebenarnya definisi dewasa itu? Entahlah. Sepertinya memang itu suatu kata abstrak layaknya kata-kata abstrak yang lain, cinta misalnya. Misalnya dulu pas SMA saya dibilang lebih dewasa dari kakak saya yang sudah semester 5, tanpa memberikan ukuran yang jelas. Apa dewasa itu diukur dari muka ya? (kakak saya imut2 sih >.<).
Tiba-tiba saya teringat perkataan seseorang, bisa jadi kita sudah bisa melakukan sesuatu tapi belum tentu bersikap dewasa dalam melakukannya termasuk dalam memutuskan untuk melakukan hal tersebut. Bingung? Silakan direnungkan 🙂

Ukuran dewasa itu bisa jadi adalah saat kita sudah bisa mengatur diri sendiri, termasuk didalamnya mengenali diri sendiri bagaimana karakter kita dan mulai mengatur bagaimana kehidupan dan sikap kita. Dalam hidup kita sebenarnya sudah ada sekian banyak aturan misalnya aturan agama, aturan keluarga, aturan kampus, tapi itu semua tidak akan bisa mengatur kita sebelum kita bisa mengatur diri sendiri. Karena diri kita hidup dalam suatu suasana yang kompleks, maka kemampuan mengatur diri juga ditempakan pada kebutuhan yang kompleks pula misalnya mengatur emosi, mengatur diri sendiri, mengatur keuangan, mengatur sikap, dan lain-lain.

Saat kita sedang badmood dan banyak kerjaan dan sedang tidak punya uang tiba-tiba ada yang datang minta tolong atau mungkin minta bantuan atau mungkin pinjam uang. Bagaimana sikap kita? Disitulah kedewasaan akan memilih sikapnya. Saat kita banyak kerjaan lalu ada tawaran jalan-jalan atau nonton atau makan dan gratisan, mana yang akan kita pilih?disitulah sikap dewasa akan menjawab.

Karena saya belum bisa mengendalikan diri sepenuhnya untuk hal-hal kurang esensial misalnya jalan-jalan dan teman-temannya berikut belum bisa mengatur keuangan secara baik dan benar (makanya harus dikasih ke orangtua biar aman), maka kesimpulannya saya belum dewasa. Bagaimana denganmu? Semoga seiring berjalannya waktu kita bisa menjadi lebih dewasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: