Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Gaul (Sesuatu yang Menggelitik)

on December 24, 2012

Tergelitik dengan kata Dinda soal dirinya yang diminta lebih gaul oleh bapaknya. Lalu dinda berkomentar semenjak bertemu saya dia sudah jadi lebih dari gaul. Kemudian bla bla bla dan salah satu indikasinya adalah “Akhirnya aku makan di GM setelah sekian lama”. (GM=Solo Grand Mall, salah satu mall di Solo) Huaa..please deh sejak kapan identitas gaul jadi identik dengan mall??? Dan saya yang jadi korbannya pengidentitasan tersebut! Saya bahkan tidak suka ke mall, hanya untuk keperluan tertentu saja yang amat penting dan mendesak. Lebih suka jalan ke museum, ke alam-alam, dan tempat-tempat lain yang memungkinkan untuk belajar sesuatu.

Memang sih mungkin sebagian besar beranggapan anak-anak yang suka jalan di mall itu gaul. Padahal salah satu teman saya pernah berkomentar, orang-orang yang sering jalan di mall sebenarnya adalah orang-orang yang ‘ndeso’. Jadi mana yang benar ya?
Kalau kata anak-anak rohis, anak gaul itu ya yang suka ngaji dan prestasinya oke. Kalau kata anak-anak bem, anak gaul itu yang melek isu-isu nasional, kata aktivis lingkungan, anak gaul itu ya yang peduli lingkungan dan melakukan aksi nyata untuk itu. Selanjutnya, menurut anak-anak esksul kebudayaan tradisional, anak gaul itu yang menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Kata anak-anak keilmiahan, gaul itu jago penelitian dan menghasilkan karya nyata yang bermanfaat.

Jadi, apa sebenanya gaul itu? Hm…menurut saya, anak gaul itu yang openminded, mudah berteman, punya karya nyata, berwawasan luas, sayang keluarga, dan kehidupan beragamanya bagus (wuaaa beraaat….cari kaca, cari kaca!). Sementara itu dulu deh, belum dapat ilham lagi untuk menuliskan kriterianya (haha, padahal ini cuma merangkum criteria yang di atas). Jadi, anak gaul itu gak identik dengan mall lho, tapi boleh juga sekali-kali ke mall. Ukuran gaul juga bisa berbeda-beda dari satu komunitas ke komunitas lain, jadi criteria gaul itu luaaas banget, lu bilang gue gak gaul, berarti gue juga boleh bilang lu gak gaul. Sorry bro, gaul kita beda! It’s okay, fine!

Dan, ini nih update status teman yang tiba-tiba menginspirasi soal gaul:
“bergaul dengan Al-Qur`an agar jadi anak gaul yang tidak ketinggalan jaman. Kenapa? Karena Al-Qur’an berlaku sepanjang jaman, jadi gak akan pernah ketinggalan^^. Yuk jadi pembaca! Yuk jadi anak gaul!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: