Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

“Intimidasi (oleh) Pelanggan”

on December 18, 2012

Kami kemarin sempat berbincang-bincang tentang sebut saja intimidasi pelanggan, siapa tokohnya?ada mas Wiji dan mas Andri. Ceritanya bermula dari… soal dilema membawa buku-buku kuliah yang begitu banyak waktu pulang nanti. Bagaimana kalau nanti melebihi kuota? Kata mas Andri, ‘gak papa, kamu ngeyel aja. Nanti kalau petugasnya gak mau bilang aja kamu udah pernah dan boleh. Kalau masih gak boleh, kamu suruh aja panggilin managernya, nanti pasti langsung dikasih, haha..’ emang dasar mas Andri ini paling ‘cerdas’ kalo soal beginian, mengintimidasi, haha. Bukan juga sih sebenernya memang kita punya hak untuk dilayani kok sebagai pelanggan. Katanya, kalo di Korea itu kalau ada pelanggan yang tidak puas dan meminta seorang pegawai dipecat, maka serta merta manager akan memecat pegawainya tersebut, wuaaaa…. Enak betul jadi pelanggan!

Beda lagi cerita mas Wiji yang soal percetakan gitu deh, terus ada masalah yang menyebabkan si pelanggan kesal karena hendak ‘disuap’ sama petugasnya, nah disini si pelanggan yang kebetulan orang kaya, dia nantangin, ‘mana bos kamu? Kalau perlu saya beli ini percetakan!’ sontak seluruh karyawan ciut, hahaha…

Nah, jadi ingat juga pas ke Medan. Disana pelayannya sangar-sangar sampai melayani pelanggan saja tidak tersenyum. Tapi pas Kak Citra yang ngomong langsung si pelayan tadi jadi ramah dan manu banget. ‘Kak Citra apain tadi dia?’, jawabnya, ‘haha, sudah aku intimidasi tadi dia! Kita harus lebih galak dong’ krik krik krik…hahha

Jadi, intinya bukan soal bagaimana kita mengintimidasi orang lain, tapi soal memperjuangkan hal kita. Nah, kita kan udah bayar untuk dapat fasilitas tertentu, so kita berhak mendapat pelayanan terbaik dong, gak boleh seenaknya aja. Kalau ada yang kurang memuaskan, minta! tuntut! Pokoknya janga mau rugi deh. Kalo kebanyakan nih ya kita sebagai orang jawa banyak yang pekewuhan soal tuntut menuntut begini, tapi menurut saja sudah saatnya kita saling menyadari peran, jadi intimidasi yang dilakukan oleh pelanggan (sepanjang itu sesuai dengan hak-hak kita) maka wajib dituntut dan kita harus berani, galak kalau perlu. Mungkin itu salah satu cara mendisiplinkan dan memperbaiki kinerja bangsa kita. Mari memulai menjadi pelanggan yang disiplin, haha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: