Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Sunday with Assad

on December 17, 2012

Setelah Anies Baswedan , orang lain yang sangat ingin saya lihat aslinya adalah Muhammad Assad yang bukunya sempat membuat saya termehek-mehek sekaligus bersemangat luar biasa! akhirnya, hari ini datang juga, melihat Assad dari dekat, mendengar dia berbicara dan membagi ilmunya. Cakep banget. Kata teman saya sih gak cakep banget, biasa aja. Yah, standar cakep kan beda-beda, bagi saya cakep itu pintar berprestasi berakhlak beriman dan menginspirasi, wah panjang banget ya, hahaha, begitulah saya melihat Assad. Mungkin yang diraihnya adalah hal-hal biasa yang juga dialami banyak orang, tapi dia membaginya dengan sangat apik, merangkainya agar mudah dimengerti, sehingga yang biasa itu menjadi luar biasa. Satu lagi, karena dia selalu berpesan dan menyampaikan ayat-ayat qur’an atau hadist yang memang tidak diragukan lagi kebenarannya. Soal akhlak, insyallah baik deh, semoga.
Assad, yang tiga katanya bertengger manis di peta dunia yang terpasang di kamar saya,

POSITIVE. PERSISTENCE. PRAY.

Nah, tapi tema hari ini lebih ke entrepeneurship dan sedekah sih, jadi ini sedikit saya bagi ya, tidak sempat mencatat banyak karena gak sampai akhir ikutnya, harus menghadiri walimahan kakak guru 🙂

Berapakah banyaknya sedekah itu? Dalam qur’an Allah menyebutkan ‘sebagian’. Kalau 2.5% itu namanya zakat, nah kalau sedekah itu ‘sebagian’. Dalam soal rejeki, bisa diumpamakan Allah adalah investor dan manusia adalah pengusaha yang mengelola modalnya. Nah, ibarat bagi hasil, apakah adil kalau investor hanya diberi 2.5%??

Rejeki itu ada yang dijamin (bahkan semut dan ikan-ikan dilautan dijamin rejekinya oleh Allah), ada yang digantung (kalau yang ini harus diusahakan sehingga bisa didapat), dan rejeki yang dijanjikan (ini nih yang gak pake usaha dalam bentuk fisik, tapi melalui amalan dan sedekah. Barangsiapa bersedekah maka Allah menjanjikan balasan (rejeki) yang berlipat-lipat).

Haaah, saya cuma nyatet itu ternyata, hahaha… maaf ya para pembaca jangan kecewa! Silakan baca bukunya Notes From Qatar 1 & 2 juga Sedekah Super Stories karya Muhammad Assad 🙂 haha, jadi promosi 🙂

Dan lagi, Assad itu penampilannya baik sekali. Bukan soal branded atau apanya ya, tapi rapinya, bersihnya, dan caranya membawa diri itu sangat baik. Kebayang deh kalau akhi-akhi di kampus penampilannya kayak gitu, insyallah dakwah lebih semerbak, buat ukhti-ukhtinya juga 🙂 tapi harus tetep syar’i, ingat dari sepuluh itu berkata bahwa seorang muslim harus “MEMPERBAIKI PENAMPILAN”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: