Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Kelas-kelas

on December 13, 2012

giving019Salah bicara ketika mengatakan ini, “Aku hanya ingin menghargai diriku sendiri. Rasanya tidak pantas kalau kesabaran dan ketulusan ini terus dibalas rasa sakit.”
Lalu, ternyata adalah menangkapnya sebagai ungkapan, bahwa saya menganggap orang lain (yang menjadikan saya begitu) tidak selevel dan tidak sekelas dengan saya. Wah, malah ada yang bilang, “oh, jadi atin merasa lebih bagus imannya, akhlaknya jadinya gak level ya…”

Waduh, kalo ngomongin soal keimanan, akhlak jadinya amat sangat tabu sekali rasanya. Siapa sih yang sebenarnya bisa menilai dan melihat kadar keimanan seseorang? Siapa juga yang bisa menilai akhlak seseorang dengan sebenar-benarnya. Bagi saya keimanan dan akhlak itu tidak bisa serta merta digunakan untuk mengjudge orang lain. Nyatanya yang kita lihat hanyalah apa yang bisa kita lihat. Kita tidak tahu apa yang ada dalam hati orang lain, bagaimana keyakinannnya pada Tuhan yang sebenarnya, juga bagaimana akhlahnya yang sebenarnya.

Yang saya maksudkan adalah, saya tidak suka menggalau lama. Apa gunanya menggalau terus kalau memang yang kita galaukan itu tidak ada harapan sama sekali, anggap saja memang tidak jodoh, selesai, masak mau dipaksakan, kalau memang tidak baik masak kita maksa mau minum racun. Menurut saya setiap orang itu kalo jodoh akan klik dengan sendirinya karena memang sudah cetakannya begitu kan. Jadi, cinta yang datang bersama kesabaran dan ketulusan punya hak untuk menemukan pasangannya yang tidak membiarkannya bersabar terlalu lama dan terpaksa untuk tulus.

Jadi, soal kelas-kelas, level-level bagi saya bukan itu masalahnya. Tapi masalah cetakannya saja yang gak pas, gak usah dipaksakan. Kalo masih dipaksakan itu namanya mendramatisir. Ibarat murbaut ya, besar kecilnya itu tidak lantas menentukan mana yang lebih bagus dan lebih jelek, tapi semua punya fungsi masing-masing yang tidak bisa digantikan. Begitulah setiap manusia, mungkin tidak ada kasta-kasta dalam hal jodoh, yang ada hanya beda jenis-jenisnya dan cetakannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: