Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Berubah

on December 13, 2012

1600flower_3015 Pagi ini agak kaget waktu ikut seminar di UGM. Tema yang diangkat menarik yaitu tentang cross culture fertilization atau penyerbukan antar budaya, sebuah ide baru (yang sebenarnya sudah lama) untuk bisa mencapai kemajuan dengan berbekal budaya.

Yang banyak dijadikan contoh dalam seminar ini adalah Korea, maklumlah siapa yang tidak mengakui kemajuan korea sekarang ini. Negeri yang berbudaya dan terbuka dan bisa memadukannya dengan sangat baik sehingga bisa mencapai kemajuan yang menakjubkan. Baiknya kita menjadi bangsa yang lebih terbuka dengan budaya lain, mengambil yang baik dan mengaplikasikannya dalam kehidupan. Sudah saatnya kita berhenti menjadi bangsa yang eksklusif karena nyatanya kita adalah hasil akulturasi sejak dari dulu kala. Soekarno menjadi orang hebat salah satunya karena didikan barat yang diterimanya, begitu juga dengan tokoh-tokoh bangsa yang lain. Sudah saatnya kita memahami banyak hal terkait dengan budaya bahkan hal-hal yang kita anggap salah atau tidak baik, karena bisa jadi itu semua baik, hanya karena kita eksklusif dan mendefinisikan kebaikan terlalu sempit sehingga tidak bisa melihat keindahan dan kejujuran dari sisi yang lain.

Bukan soal materinya sih yang ingin saya bagi, tapi mengenai pembicaranya. Saya merasa familiar dengan salah satu pembicaranya. Wanita yang cantik, anggun, dan berpendidikan barat, sangat intelektual pokoknya, tutur bahasanya santun dan penjelasannya gambling. Saya pernah mengikuti seminarnya dulu di Solo, dan hari ini saya bertemu lagi, orang yang sama, tapi berbeda. Dulu, saya melihatnya sangat rapi dengan setelah pengajar yang terlihat elegan dan sangat intelek. Kali ini saya melihatnya sebagai wanita Indonesia yang anggun dan santun dengan kebaya, tapi ada satu yang hilang sejak saya bertemu beliau sebelumnya. Hari ini beliau memberi ceramah tanpa penutup kepala, tanpa kerudung, tanpa jilbabnya.

Ya, setiap orang berubah. Apakah itu salah? Bagi saya iya. Tapi saya tida serta merta menyalahkan ibunya. Tidak mungkin seseorang yang berpendidikan tinggi, bekerja di instansi Islam, dan menjadi contoh bagi mahasiswanya begitu saja menanggalkan hijab tanpa alasan yang jelas dan masuk akal. Kata teman saya, “mungkin ibunya sudah punya pemahaman lain tentang hijab yang memang masih menjadi perdebatan dalam agama kita tentang wajib dan tidaknya”. Ya, setiap manusia berhak berubah dan berhak menggunakan akal pikirannya untuk itu. Bagaimana dengan kita? Dari mata kuliah filsafat ilmu, kita tidak boleh serta merta menyalahkan suatu keadaan, semua bisa dijelaskan. Maka keputusan ibu itu untuk menanggalkan hijab, bagi saya, punya hak untuk dihormati. Sedang kita yang meyakini itu salah, ada baiknya tetap berpegang pada kebenaran yang kita yakini. Bila membenci, lakukanlah sesuatu untuk memperbaikinya dengan cara yang baik, atau lakukan dengan hati (doa).

Sebagai penutup, saya hanya bisa berkomentar: “Bagi saya, ilmu dan pengalaman ibunya lah yang wajib digali dan dipelajari, soal penampilan itu urusan masing-masing.
Soal dosa dan pahala itu urusan masing-masing dengan Allah, tapi menjaga hubungan baik dan memelihara hak serta kehormatan orang lain adalah urusan kita.” Apakah ini bagian dari pembiaran terhadap kemaksiatan? entahlah, saya masih galau kalau soal beginian 😦

Soal perbedaan pemikiran begini kadang rasanya menyesakkan sekali. Apa yang kita anggap kemunduran bisa bermakna kemajuan bagi orang lain. Apa yang kita anggap dosa bisa jadi refleksi kebenaran yang hakiki bagi orang lain. Apa yang kita anggap salah bisa jadi benar bagi orang lain walau kita punya akidah yang sama. Lalu, mana yang salah dan mana yang benar? Yang kita yakini benar pegang teguhlah, yang kita yakini salah jauhi saja, selesai. Disambung lagi dengan kata Gusdur (kata teman saya), “Kebenaran tetap kita pegang tapi jangan sampai menjadikan perang.”
Bila kita sayang, doakan! Allah selalu punya cara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: