Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Tanda Cinta

on December 12, 2012

Percayakah? banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mengungkapkan cintanya, cinta yang universal lho ya, bisa dengan cara yang benar atau salah. tapi bagi saya (setelah terpengaruh mata kuliah filsafat ilmu) kita tidak boleh asal menghakimi ini salah dan ini benar, semua bisa dijelaskan begitu.

Nah, ingin bercerita tentang teman sekaligus kakak di S2, namanya Sri Andika Putri versi jepangnya Suri Andika Putori *ah, bagian ini tidak penting. Usianya hampir sama dengan kakak kandung saya, jadi berasa beneran punya kakak. kak dika asli padang dan berkarakter padang juga. saya sering sekali kena ‘omelan’ dia, haha, tidak masalah karena bagi saya omelan itu adalah tanda cinta. sama halnya ketika saya diomeli bapak, ibu, atau kakak saya yang kadang-kadang memarahi saya karena saya melakukan hal-hal yang kurang baik, itu karena mereka cinta.

Kalo di list ya, beberapa bahan omelan kak dika ke saya adalah:
1. saya sering (mungkin selalu) telat kuliah kalau hari kamis, jam 7 pagi sih, jadi masih sering ribet, tiap pulang kampus hari rabunya pasti diingatkan ‘besok jangan telat’ lalu tiap hari kamis datang ‘kenapa kamu telat lagi!!!’
2. waktu protes kenapa banya teman yang bekerjsama dan buka buku pas ujian. komentarnya cuma ‘Atin, kamu pilih nilai bagus tapi bohongan, atau percaya sama diri kamu sendiri, gitu aja kok repot, ngerjain sendiri sama curang nanti hasilnya juga sama saja, paling juga lebih bagus kita. biarin aja yang lain mau ngapain, Allah itu tahu’
3. waktu pake baju itu ke kampus, ‘Atin, besok-besok jangan pake baju ini lagi ya! bentuk badan, gak baik.’ lalu saya jawab, ‘kan kelihatan langsing kak, hehe’ lalu dia dengan tegas, ‘kamu mau ….. (lupa kosa katanya), nakal kamu!’
4. ke kelas pake sepatu sandal, meluncurkan komentar ‘Atin kok kamu pake sandal, jangan protes ya kalo nanti mahasiswa pake sandal ke kelas’, lalu saya jawab, ‘ini kan sepatu sandal kak..’, dijawabnya, ‘sama aja tau!’
5. waktu kumat suka gombalin teman-teman. bagi saya menggombal itu mengaplikasikan ilmu linguistik, tapi di sisi lain bisa negatif juga sih. tau apa komentarnya? ‘Atin, kamu jangan suka gombal-gombal lagi ya, malu-maluin, gak baik. jadi wanita itu yang anggun, jangan mengobral gombalan’ *whaaa waktu itu rasanya pengen harakiri, haha
6. waktu galau berhari-hari karena seseorang *ehem, komentarnya cuma, ‘BODOH KAMU!’

Walau seringkali jleb-jleb saya tidak pernah tersinggung karena saya melihatnya sebagai pengingatan yang tulus dari kakak kepada adiknya, atau biar lebih asik dari teman ke temannya. memang begitulah seharunya pertemanan itu, saling mengingatkan, saling memberikan masukan. Sebentar, kata ‘saling’ mungkin masih perlu dipikirkan lagi, kan saya lebih lebih diberi nasehat dan omelan, hehe

ini dia orangnya…

45337_551485991533083_910744106_n

Tuhan, terima kasih ya^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: