Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

About the Conference

on December 8, 2012

45114_3798527612827_156723701_n
Akhirnya cerita juga tentang conferencenya, hehe. Kan ke Medan dalam rangka conference tapi malah ceritanya kebanyakan jalan-jalannya, hoho. Jadi, nama conference kami adalah 1st international conference on language, culture, and civilization yang diadakan di IAIN Sumatera Utara. Kenapa namanya IAIN SU?kan biasanya pake nama-nama wali atau tokoh agama yang terkenal disitu. Kata rektornya sih karena di sumatera utara terlalu banyak ulama dan tokoh, jadi biar tidak rebutan, dibuat aja namanya jadi IAIN SU, biar netra begitu.

Bagunan di IAIN menurut saya sederhana, memang tidak bisa dibandingkan dengan USU atau UNIMED sih yang lebih luas dan megah. Disini banyak mahasiswa asing dari Malaysia dan banyak yang ke kampus memakai pakaian tradisional Malaysia (yang kata kak dika kayak baju nenek-nenek, hahaha, ups eh!). rasanya kayak di pesantresn deh pokonya, ada yang ke kampus pake peci juga, jadi berasa di pondok begitu. Nama-nama fakultasnya juga agak aneh bagi mahasiwa kampus umum, seperti misalnya fakultas dakwah, fakultas tarbiyah, dan lain-lain (lupa), hehe.

Conference kami dilaksanakan di Aula, hm… kesan pertama yang dikatakan mas andri, “begini nih orang Indonesia, bangunan udah dibangun bagus-bagus kok gak dipake, kotor banget”. Ya, lantai 1 aula kotor sekali juga kondisi kampus pada umumnya, banyak spot-spot yang kurang terjaga kebersihannya, termasuk masjidnya *eh, kok malah ngomongin kampusnya.

Dalam conference tersebut dihadirkan beberapa pembicara yaitu:

1. Prof. Eric Winkel dari USA, beliau adalah ahli bahasa Arab yang presentasinya tentang semantic tapi ada rumus-rumus dan gambar tekniknya, paling gak paham banget bagian prof eric, haha, soalnya disambi persiapan buat presentasi juga sih. Nah, intinya bahwa bahasa arab itu terus berkembang dan bahasa juga bisa dikaji dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmu pasti yang semakin menegaskan kedudukan bahasa sebagai ilmu.

2. Prof. Tengku Sinar. Guru besar USU yang memberikan presentasi mengenai tahap-tahap pengajaran yang dilakukan oleh dosen dalam mengajar. Jadi, ada beberapa tahap yang selalu dilakukan, ada sekitar belasan atau lebih dari dua puluh (gak nyatet, hehe). Nah, presentasi beliau ini merupakan salah satu implementasi kajian systemic functional linguistics lho…

3. Prof. Amrin Saragih. Guru besar unimed. Nah, hari sebelumnya kami sudah diberi tahu oleh kak citra tentang profil pak amrin saragih ini lho, jagonya SFL juga, yang diajar langsung oleh halliday, wuih…jadi iri. Dan materi yang diberikan oleh bapaknya itu wow banget tentang English teaching gitu deh, ngepas banget sama minat kami. Nah, ada kalimat yang sangat menohok dari prof Amrin. “Buka apa yang paling pas dipakai sebagai pegangan belajar oleh siswa? Yaitu buku yang ditulis sendiri oleh gurunya.” Implikasinya, gurunya punya tanggungjawab untuk menjadi keren sehingga guru bsa mengantarkan anak didiknya untuk menjadi keren pula dengan buku pegangan yang dibuat sendiri dan diajarkan sendiri.

4. Prof. Regina dari germany, ehem, saya sudah gak terlalu konsen pas ini. Cuma yang saya tahu dan membekas di hati adalah beliau mengajarkan pada anak-anaknya bahasa german dan bahasa Indonesia, jadi ketika di dalam rumah beliau berbicara bahasa german, sedangkan jika dilaur rumah dan bergaul dengan orang-orang Indonesia. Sebuah solusi yang tepat untuk memelihara bahasa Ibu dan tetap bisa bergaul dengan lingkungan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: