Stories of a Simple Life

Everyday is a story from which we can learn someday

Belajar

on November 30, 2012

Seseorang itu mengajari saya akan betapa nikmatnya belajar itu. Belajar adalah syarat kesuksesan, katanya. Ya, saya amini. Tapi terbiasa dengan lingkungan aktivis (ehem…) kata belajar dalam hal ini belajar pelajaran agaknya kurang mendapat perhatian dari teman-teman saya dulu (sampai sekarang juga masih teman sih, haha, bahkan saya merindukan mereka). Tapi disini saya jadi sangat jatuh cinta dengan belajar. Belajar itu sangat menyenangkan. Suka sekali menyadari bahwa kita tidak tahu apa-apa ternyata, hehe… maksudnya masih banyak banget yang belum kita tahu.
Ketika dia bercerita belajar sampai jam 2 pagi, saya jadi termotivasi sekali. Dalam benak saya kalau dia belajar sampai jam 2 pagi pasti banyak ilmu yang dia dapatkan, kalau saya cuma belajar sampai jam 10 wah bisa kalah bersaing saya, hehe. Hm…tapi namanya baru belajar untuk belajar, jadi ya sekali bisa sampai jam2 pagi, tapi bermalam-malam selanjutnya tidur cepat, haha yah memang belajar tidak bisa dipaksakan! *lhoh…
Lulus, berisi. Dosen di kelas nyatanya tidak memberikan semua yang dia punya, kuncinya kita harus mencari sendiri. Kata pak Nadar, sehari satu buku. Wah, bisa terancam jadi orang genius kalau begitu! Rsanya tidak mungkin ya, hm, tapi itu mungkin, apalagi kalau sudah terbiasa, ya paling tidak 2 atau 3 hari lah biar tidak mabok buku jadinya. Intinya belajar itu tidak tidak boleh instant, tapi bertahap dan perlu keistiqomahan.
Lepas dari kampus kita akan dapat gelar di belakang nama kan, nah gelar itu tuh tanggungjawabnya besar, mengimplikasikan bidang ilmu yang kita kuasai, kalau kita pengetahuannya sedikit dan gak tau apa-apa bisa bahaya (bagi yang mau ngeles di bagian ini silakan 😀 ).
Untuk yang banyak kegiatan, aktivis misalnya, menjadi aktivis sudah menjadi pilihan hidup maka konsekuensinya adalah bekerja lebih keras dari orang lain. Kalau yang bukan aktivis belajar sampai jam 2 pagi, nah aktivis harusnya sampai gak tidur, kan dari sore sampe tengah malah mengurus kepentingan umum. Hm, bukan kgitu juga sih maksudnya, meskipun banyak aktivitas tidak menjadi legitimasi untuk tidak belajar, mengerjakan tugas asal-asalan, datang terlambat, dan sering membolos (wah, berasa menceritakan diri sendiri). Kebanyakan orang tidak melihat apa karya kita diluar sana, tapi mereka melihat diri kita seperti apa yang mereka lihat setiap harinya dari dekat.
Mari biasakan rajin belajar!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: